
"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya seorang penghulu pada saksi yang hadir di acara sakral itu.
"Sah?" jawab para saksi serempak. Mereka pun mengucap syukur karena akad nikah yang dilaksanakan di rumah mewah itu berjalan dengan lancar.
Cahaya menyalim tangan Davin. Begitu juga dengan Davin yang mencium keningnya. Ternyata, pernikahan mereka kembali diulang karena wali nikah Cahaya masih ada, yaitu kakeknya.
Akad nikah diselenggarakan di dalam kamar sang kakek karena sudah tidak sanggup meski hanya untuk duduk di kursi roda saja. Dia terbaring dengan alat medis yang ada di tubuhnya.
Setelah para penghulu dan saksi pergi, Cahaya pun menghampiri sang kakek dan menangis tersedu-sedu.
"Kakek, maafkan aku."
"Cahaya, jangan menangis, Sayang. Justru kakek yang minta maaf karena selama ini telah menyia-nyiakanmu. Kakek juga adalah orang yang paling bertanggung jawab atas kematian kedua orang tuamu. Nak, jika Kakek sudah tiada nanti, maukah kau menjadi pewaris semua harta kakek? Biar semua orang yang telah menghinamu selama ini berhenti melakukan itu."
Davin sedikit terkejut karena sang kakek mengetahui bahwa selama ini Cahaya selalu direndahkan hanya karena dia berasal dari keluarga biasa. Namun, dia juga langsung menyadari bahwa sang kakek tentu saja mengetahui semuanya sejak menyuruh anak buahnya untuk menjaga Cahaya dari jauh.
"Jangan bicara begitu, Kek, pasti Kakek akan sembuh dan kita bisa berkumpul sebagai keluarga yang lengkap."
"Kau adalah cucu kakek satu-satunya. Kau adalah kebanggaan kakek, Nak. Maukah kau berjanji untuk melaksanakan wasiat kakek?"
"Baik, Kek, aku berjanji. Aku akan melakukan semua yang kakek minta." Cahaya mengangguk di tengah air matanya yang masih mengalir deras.
__ADS_1
Hingga tiba-tiba saja, sang kakek tersenyum sambil menutup matanya. Bersamaan dengan itu, mesin pendeteksi jantung pun berbunyi sebagai pertanda bahwa jantung sudah tidak berdetak lagi.
Cahaya pun panik dan memanggil-manggil nama sang kakek. Dia bahkan mengguncang tubuh sang kakek berharap pria itu mendapatkan kesadarannya kembali.
Namun, yang dilakukan Cahaya sia-sia karena nyatanya sang kakek sudah tidak bisa diselamatkan ketika dokter yang menungguinya di rumah itu menggelengkan kepalanya setelah memeriksa detak jantung dan denyut nadi kakek Cahaya.
Cahaya menangis keras dipelukan Davin. Baru saja dia berdamai dengan masa lalunya, Tuhan sudah mengambilnya kembali. Dia meraung dan menangis histeris lihat kenyataan bahwa saat ini dirinya benar-benar kehilangan sang kakek.
Setelah berita kematian kakek Cahaya, Davin pun melakukan konferensi pers dengan media bersama Cahaya. Dia mengatakan bahwa Cahaya adalah pewaris tunggal kekayaan Hardian Syahputra, pebisnis yang sangat kaya dan baru saja menghembuskan nafas terakhirnya seminggu yang lalu. Bahkan kekayaannya setara dengan keluarga ibu Davin, yaitu keluarga Armadja.
Setelah itu, tidak ada satu orang pun yang berani menghina Cahaya lagi. Karena Cahaya tidak memiliki pengalaman untuk memimpin perusahaan, dia pun meminta Davin untuk membantunya. Dia juga menempuh pendidikan kuliah demi bisa mewujudkan keinginan sang kakek.
Davin melihat wajah istrinya yang saat ini sedang terlelap karena kehamilannya membuatnya sering merasa lelah. Dia mengusap wajah Cahaya dengan penuh cinta, lalu mendaratkan sebuah ucapan di keningnya.
Begitu besar cintanya pada Cahaya, wanita yang berhasil merebut hatinya yang dingin. Meski pernikahan mereka berawal dari dirinya yang hanya sebatas pengganti, dia sangat bersyukur karena menjadi suami dari wanita seunik Cahaya.
Tiada penyesalan, hanya sebuah kebahagiaan yang akan dia jaga sampai akhir hayatnya.
TAMAT.
***
__ADS_1
Hai, gaes, maaf ya kalau ceritanya harus tamat sekarang. Karena aku nggak mau bikin konflik lagi yang nantinya akan membuat kalian bosan. Tungguin ya, bulan depan aku akan rilis novel baru
Kalau kalian pernah membaca novel Mempelai Pengganti, maka, bulan depan aku akan merilis novel tentang anak-anak dari pemeran novel itu.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Instagram @yenitawati24.
Oh ya, selagi kalian menunggu novel itu rilis, aku ada rekomendasi novel bagus nih untuk kalian.
Judul : Eternal Enemy
Penulis Navizaa
Blurb:
Safara Maulida tidak pernah menyangka bahwa dia akan dilamar secara tiba-tiba oleh atasannya di kantin kantor tempatnya bekerja. Tentu saja Fara nama panggilan gadis itu merasa sangat bahagia, apalagi atasannya itu adalah cinta pertamanya di masa putih abu-abu.
Keill Abraham, tidak main-main dengan lamaran itu, dan sebulan kemudian mereka melangsungkan pernikahan. Tapi di dalam kehidupan mereka ada kejanggalan yang Fara rasakan, yaitu sikap Keill yang dingin saat di rumah. Tapi akan berubah hangat jika di kantor. Fara jelas saja tidak terima dengan sikap suaminya itu.
"Gue tahu kalau dia gak cinta sama gue, tapi apa alasannya dia ngajak gue nikah jika matanya hanya menatap ke arah wanita itu dengan tatapan sendu!" Batin Fara dengan dada sesak.
Sanggupkah Fara menjalani pernikahan yang seperti itu? apa alasan Keill menikahinya kalau hanya dianggap bayang-bayang saja?
__ADS_1