
Mendengar ucapan Stevan, amarah dalam diri Teo kian meledak, bahkan wajahnya terlihat memerah menahan, sorot matanya semakin tajam seakan-akan ia ingin membunuh sahabat sekaligus laki-laki yang tertarik kepada istrinya, Rea.
Teo melepaskan genggaman tangannya, ia pun langsung berjalan menghampiri Stevan yang saat ini sedang tersenyum mengejek ke arahnya, sementara Olivia yang menyadari kemarahan Teo pun terlihat panik, ia pun langsung berjalan, lalu memeluk tubuh Teo dengan erat.
"Jangan terpancing, Teo. Tenangkan dirimu, ok." Bisik Olivia seraya mengusap punggung suami orang itu.
Rea tersenyum kecut ketika ia melihat suaminya di peluk oleh wanita lain di hadapannya, ingin marah, namun ia tidak berhak untuk marah, dan pada akhirnya Rea memilih untuk diam, tidak ingin mengeluarkan suaranya walau hanya sekedar deheman saja.
__ADS_1
"Lepaskan! Aku akan memberi pelajaran kepada laki-laki brengsek ini." Ucap Teo sembari mendorong tubuh Olivia dan berusaha untuk melepaskan pelukan kekasihnya itu. Namun gadis itu sama sekali tidak mau melepaskan pelukannya, ia justru semakin mengeratkan pelukannya agar kekasihnya tidak melakukan kekerasan terhadap Stevan.
"Tidak, sayang. Ku mohon jangan melakukan apa pun terhadap dia, atau nama baikmu akan hancur." Jawab Olivia dengan nada yang sangat rendah. "Wanita sialan! Ini semua gara-gara kamu, awas saja, aku pasti akan memberimu pelajaran nanti." Batin Olivia sembari menatap Rea dengan tatapan matanya yang sinis.
"Lepaskan, Olivia. Jangan membuatku marah!" Seru Teo dengan nada suaranya yang sangat dingin membuat Olivia terkejut. Ini adalah kali pertamanya Teo berucap dengan nada dingin seperti itu kepada dirinya, sungguh Olivia tidak bisa menerimanya.
"Jangan kasar seperti itu, kasihan wanitamu, dia bisa terluka. Lebih baik kau urus saja wanita yang kamu cintai itu, dan biarkan aku untuk mengantar Rea pulang." Ucap Stevan dengan santai.
__ADS_1
"Lebih baik kau tidak memprovokasi diriku, Stevan! Karena aku tidak akan melepaskan siapa pun yang sudah berani menggangguku, termasuk kau, sahabatku sendiri." Geram Teo dengan tatapan matanya yang semakin menajam.
"Aku tidak sedang memprovokasimu, Teo. Aku berbicara kenyataannya. Bukankah kamu begitu mencintai wanita itu? Lalu, mengapa kamu tidak melepaskan wanita yang kamu benci?" Ucap Stevan dengan nada suaranya yang mulai dingin. "Jangan bilang kau mulai tertarik kepada wanita yang selama ini kau benci!" Sambung Stevan membuat Teo terdiam dengan kedua tangan yang terkepal kuat.
"Hentikan! Apa kalian tidak malu di lihat oleh banyak orang di sini. Jangan kalian bertengkar hanya gara-gara wanita seperti dia." Ucap Olivia dengan intonasi yang tinggi membuat para pengunjung restaurant itu dapat mendengarnya.
Stevan dan juga Teo langsung mengarahkan pandangannya kepada Olivia, begitu pula dengan Rea. "Dan kamu, Rea. Kamu seharusnya sadar diri, kamu itu sudah menikah, tetapi kamu malah berselingkuh dengan laki-laki lain, dan lebih parahnya laki-laki itu adalah sahabat suamimu sendiri. Apa kamu tidak punya hati?" Olivia mulai memojokkan Rea, gadis itu dengan niat jahatnya ingin membuat Rea malu, dan di cap sebagai wanita murahan oleh para pengunjung restaurant tersebut.
__ADS_1
Bersambung.