Sebatas Pengganti

Sebatas Pengganti
Bisakah menceraikan ku


__ADS_3

Setelah mendengar semua perkataan Teo, Rea nampak terdiam membisu seribu bahasa. Ia menatap dua bola mata Teo, mencari tahu, apakah Teo sedang membohonginya lagi atau tidak, namun sepertinya laki-laki ini memang tidak sedang membohonginya, dan semua yang di katakan olehnya adalah sebuah kebenaran.


Rea menarik nafas dalam, sebelum akhirnya ia mengeluarkan suaranya yang sedikit sendu. "Jika itu memang alasanmu menikahiku, bisakah sekarang kamu melepaskanku? Bisakah sekarang kamu menceraikan aku? Bukankah kekasihmu sudah kembali?"


Ucapan Rea membuat Teo terkejut, sungguh ia tidak menyangka, jika Rea akan meminta dirinya untuk menceraikannya. "Tidak! Aku tidak akan menceraikanmu, Rea. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskanmu. Bukankah semuanya sudah aku katakan, hubunganku dengan Olivia sudah berakhir. Jadi, mari kita memulai lembaran baru lagi. Aku akan menebus semua kesalahanku di masa lalu. Aku berjanji, aku akan membahagiakanmu seumur hidupku." Ucap Teo terlihat begitu serius dan sangat tulus.


Rea kembali menarik nafasnya dalam, lalu mengeluarkannya secara perlahan. Tatapan matanya masih tertuju pada wajah laki-laki yang sudah membuatnya menderita sebelum ia amnesia.

__ADS_1


"Rea, aku sadar, kalau aku sudah melakukan kesalahan yang sangat besar kepadamu. Tapi, aku mohon sama kamu, jangan meminta aku untuk menceraikanmu, izinkan aku untuk menebus semua kesalahanku, Rea. Aku mohon." Teo kembali membuka mulutnya, ia memohon kepada Rea dengan nada suaranya yang sendu. Berharap agar Rea mau memaafkannya dan memulai lembaran baru dengannya.


Rea tersenyum pahit, ia menatap Teo dengan sorot mata yang mulai dingin. "Apakah jika aku tidak mengalami kecelakaan dan amnesia, kamu akan tetap berkata seperti itu kepadaku? Sepertinya tidak." Ucap Rea membuat Teo seketika terdiam. "Lihatlah, kamu hanya terdiam, padahal kamu hanya perlu menjawabnya, Ya atau tidak. Sebegitu sulitnya kah bagi dirimu?" Rea kembali membuka mulutnya, ia masih menatap Teo dengan tatapan matanya dingin itu.


"Rea, meskipun kamu tidak mengalami kecelakaan, aku pasti akan tetap menebus semua kesalahanku kepadamu. Aku sadar, kesalahanku terlalu besar kepadamu, tapi aku mohon, tolong maafkan aku, beri aku kesempatan untuk memperbaikinya." Ucap Teo setelah lama ia terdiam.


Teo mengerti, ia pun lantas beranjak. "Baiklah, aku akan pergi, jaga kesehatanmu, jangan memikirkan hal lain, ok." Ucap Teo terdengar sangat lembut. Setelah mengatakan hal itu, Teo pun langsung berbalik dan pergi melangkahkan kedua kakinya meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


"Apakah benar kamu ingin membuka lembaran baru denganku? Tuhan tidak adil, mengapa aku harus kehilangan semua ingatanku? Ini terlalu menyakitkan." Batin Rea setelah kepergian Teo.


"Teo, jika kamu tidak mengetahui perbuatan buruk mantan kekasihmu itu, apakah akan tetap berkata seperti tadi kepadaku? Sepertinya tidak. Sungguh tidak adil bagiku, Teo. Aku berharap, kamu bisa melepaskan aku, meskipun aku tidak mengingat masalalu kita, tetapi hatiku terasa sangat sakit ketika mendengar semua ucapanmu tadi. Alangkah baiknya jika kita berpisah sebelum aku kembali mengingat semuanya." Rea kembali membatin di iringi dengan helaan nafasnya yang berat.


Beberapa saat setelah kepergian Teo, tiba-tiba saja pintu ruangan itu terbuka, sesosok laki-laki tampan masuk ke dalam. Rea terlihat mengernyitkan keningnya ketika ia melihat laki-laki tampan itu berjalan menuju ke arahnya dengan seulas senyuman yang manis di wajahnya.


"Kamu sudah sadar, Rea. Aku sangat mengkhawatirkanmu, maaf aku terlambat menjengukmu." Ucap laki-laki itu setelah ia berdiri di samping brankar yang di tempati oleh Rea.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2