
Teo terdiam setelah ia mendengar penjelasan Rea barusan. Ia jadi merasa bersalah karena ia sudah berpikiran negatif tentang sang istri. Bahkan, Teo sudah menuduh Rea bersenang-senang dengan Stevan, padahal kenyataannya tidak.
"Teo... Mari akhiri hubungan kita." Setelah menjelaskan semuanya, tiba-tiba saja Rea meminta Teo untuk mengakhiri hubungannya.
Teo yang mendengar ucapan Rea pun sangat terkejut, ia langsung menatap Rea dengan penuh tanda tanya. "Apa maksudmu, Rea? Kenapa kamu memintaku untuk mengakhiri hubungan kita? Apakah itu karena aku tadi telah menuduhmu bersenang-senang dengan Stevan?" Tanya Teo dengan satu tangan yang mulai terkepal kuat, menahan amarah yang mulai muncul dalam dirinya.
Rea menggeleng pelan, ia menatap Teo, kemudian ia berkata. "Bukan karena itu, Teo." Rea menarik nafasnya, lalu mengeluarkannya secara perlahan, ia kembali menatap Teo, lalu berkata. "Aku tidak bisa hidup bersama seseorang yang tidak aku cintai. Aku juga tidak bisa mengingat semua hal di antara kita berdua. Terlebih lagi... Kamu selalu mencurigaiku bersama Stevan. Selama ini, kamu tidak pernah mengerti aku, Teo. Bahkan, kamu sengaja tidak memberitahuku tentang orang yang telah melukai dan membuatku kehilangan ingatanku." Rea tersenyum sendu, setetes kristal bening mulai meluncur dan membasahi wajah cantiknya.
"Kehilangan ingatan membuatku seperti orang bodoh! Selama ini aku selalu mencoba untuk berdamai dengan keadaan, namun nyatanya aku tidak bisa. Aku tetap ingin mengingat semua masalaluku bersama mu dulu." Rea menghapus air matanya, ia menatap langit-langit kamar itu lalu tersenyum kecut.
__ADS_1
"Teo, bisakah kamu menceraikan aku?" Tanya Rea sembari mengalihkan pandangannya pada Teo.
Teo yang mendengar permintaannya pun tentu saja tidak akan terima. Ia tidak ingin kehilangan gadis ini, karena ia sudah terlanjur mencintai gadis ini. Apa pun caranya, ia akan tetap mempertahakan gadis ini, mempertahakan pernikahannya sampai gadis ini kembali mencintainya seperti dulu lagi.
"Tidak, Rea. Bukankah aku sudah bilang, aku tidak akan pernah menceraikanmu. Jadi.... Jangan membahasnya lagi." Teo berkata dengan sangat tegas.
"Aku mencintaimu, sangat mencintai kamu, Rea Clarysa!" Ucap Teo menyela perkataan Rea yang belum selesai.
Rea langsung terdiam dengan tatapan mata yang masih tertuju pada Teo. "Aku tidak akan menceraikanmu, karena aku sangat mencintaimu, Rea. Percayalah padaku, aku benar-benar mencintai kamu." Teo kembali berucap, ia menatap Rea dengan serius. "Aku mohon, berikan aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku di masalalu, dan berikan aku waktu untuk membuatmu jatuh cinta lagi kepadaku." Sambungnya lagi.
__ADS_1
Rea masih terdiam, hatinya mulai gelisah ketika kedua bola matanya bertatapan dengan kedua bola mata Teo yang terlihat sangat tulus, tidak ada kebohongan sama sekali. "Rea... Aku tahu, aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar di masa lalu, tapi... Tolong izinkan aku untuk menebusnya, izinkan aku untuk memperbaikinya. Apakah aku perlu berlutut di bawah kakimu?" Teo beranjak dari tempat duduknya, kemudian ia pun berlutut di hadapan Rea, membuat Rea sangat terkejut.
"Teo! Apa yang sedang kamu lakukan? Berdirilah, jangan seperti ini." Ucap Rea seraya meraih lengan Teo, berusaha untuk membuat Teo berdiri.
"Aku akan tetap seperti ini sampai kamu mau memberiku kesempatan untuk menebus kesalahanku di masa lalu. Dan aku ingin kamu berhenti memintaku untuk menceraikanmu, karena aku tidak akan pernah menceraikanmu, Rea. Tidak apa-apa meskipun kamu selalu bersikap dingin kepadaku, asalkan kamu tetap bersamaku, kamu tetap berada di sampingku. Dan kamu tetap menjadi istriku." Teo berkata dengan sangat lembut, tangannya terulur dan menggenggam hangat tangan Rea.
Gadis itu kembali terdiam, ia mengingat sikapnya yang selalu dingin kepada laki-laki ini, membuat hatinya sedikit merasa bersalah. Meskipun dirinya selalu bersikap dingin kepada laki-laki yang berlutut di hadapannya itu, namun laki-laki itu tetap lembut kepada dirinya. Bahkan laki-laki ini selalu memperhatikannya. Namun hati Rea sama sekali tidak tergerak, jantungnya tidak berdebar meskipun laki-laki ini selalu bersikap manis kepada dirinya. Apakah itu karena ingatannya yang hilang? Atau mungkin karena Rea memang sudah tidak lagi memiliki perasaan terhadap Teo?
Bersambung.
__ADS_1