Sebatas Pengganti

Sebatas Pengganti
Menceritakan semuanya


__ADS_3

"Jadi, hubunganmu dengan dia apa? Apakah kamu mantan kekasihnya, atau kamu selingkuhannya?" Tanya Rea setelah ia melihat semua photo Olivia bersama Teo.


Olivia tersenyum, ia mengambil kembali ponselnya, lalu memasukannya ke dalam tas kecil miliknya. "Aku kekasihnya, kekasih yang paling di cintainya." Jawab Olivia sembari bersidekap menatap Rea dengan sinis. "Apa kau tahu alasan mengapa kamu bisa menjadi istrinya Teo? Itu semua karena Teo ingin membuatmu menderita. Bukan karena dia mencintai kamu." Sambung Olivia membuat Rea tertegun dengan tatapan mata yang tidak percaya.


"Apakah dia sejahat itu terhadapku? Mengapa dia ingin membuat aku menderita? Apakah aku sudah melakukan kesalahan?" Tanya Rea setelah beberapa detik ia terdiam.


"Sebaiknya kamu bertanya langsung kepada Teo, karena sekarang, aku harus pergi." Jawab Olivia sebelum ia akhirnya pergi meninggalkan Rea yang masih di selimuti oleh berbagai pertanyaannya.


Setelah beberapa menit Olivia pergi, Teo pun datang untuk melihat keadaan istrinya tersebut. Ia tersenyum ketika ia melihat Rea yang saat ini sedang menatap kedatangannya itu.

__ADS_1


"Bagaimana keadaanmu, Rea? Apakah kepalamu masih terasa sakit?" Tanya Teo ketika ia sudah berdiri di samping brankar yang di tempati oleh Rea.


Rea menganggukkan kepalanya dengan tatapan mata yang masih tertuju pada Teo. "Ya, kepalaku sudah tidak sakit lagi." Jawabnya berbohong, karena pada kenyataannya, ia masih merasakan sakit di bagian kepalanya. Apalagi ketika ia terus mencoba untuk mengingat masa lalunya, kepalanya akan terasa sangat menyakitkan.


"Syukurlah, aku senang mendengarnya." Teo mengulurkan tangannya, ia berniat untuk mengusap puncak kepala Rea. Namun, tangannya langsung di tepis kasar oleh Rea.


"Jangan menyentuhku, aku tidak suka." Ucap Rea terdengar dingin membuat Teo merasa bingung.


"Aku tidak apa-apa." Sahut Rea masih dengan nada suaranya yang dingin itu. "Boleh aku bertanya sesuatu?" Tanyanya yang mendapat anggukkan kepala dari Teo. "Sebenarnya kamu ada hubungan apa dengan Olivia? Apakah benar dia itu kekasihmu? Tolong jawab dengan jujur, karena aku tidak suka di bohongi." Ucap Rea dengan tatapan mata yang masih tertuju pada Teo.

__ADS_1


Teo terlihat tertegun mendapat pertanyaan dari istrinya tersebut, ia tidak menyangka jika Rea akan menanyakan tentang hubungannya dengan Olivia.


"Apakah Olivia tadi datang kemari?" Bukannya menjawab, Teo justru malah bertanya mengenai Olivia. Dan hal itu tentu saja membuat Rea kesal.


"Kamu tidak menjawab pertanyaanku tadi, apakah yang di ucapkan oleh Olivia itu benar, Teo? Kamu dan Olivia adalah sepasang kekasih, dan kamu menikahiku hanya ingin membuat ku menderita. Apakah itu semua benar? Jika memang benar, lantas mengapa kamu ingin membuat hidupku menderita? Apakah aku sudah melakukan kesalahan yang begitu fatal terhadapmu?" Rea mulai mengeluarkan semua pertanyaan yang ada di dalam hatinya. Matanya masih terus menatap Teo, yang saat ini terlihat tenang mendapat pertanyaan itu dari dirinya.


"Rea, dengarkan aku. Semua yang di ucapkan oleh Olivia adalah kebohongan, aku dan Olivia memang pernah menjadi pasangan kekasih, tapi itu dulu sebelum kita menikah. Dan sekarang, aku dan Olivia sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi, mengerti." Ucap Teo seraya menggenggam telapak tangan Rea, menatapnya dengan tatapan yang dalam dan hangat.


"Lalu, apakah alasanmu menikahiku hanya untuk membuatku menderita itu benar? Kenapa kamu tidak menjawabnya?" Tanya Rea seraya menarik tangannya dari genggaman Teo.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mengatakan yang sebenarnya sama kamu." Teo pun akhirnya memilih untuk menceritakan semua kebenarannya kepada Rea.


Bersambung.


__ADS_2