Sebatas Pengganti

Sebatas Pengganti
Keluarga


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


"Mas, kita mau kemana?" tanya Cahaya saat mereka sedang dalam perjalanan ke lokasi yang belum diberitahu Davin.


Tadi, Davin hanya menyuruhnya bersiap-siap karena mereka akan menghadiri undangan makan malam oleh seseorang yang kata Davin sangat penting. Namun, berkali-kali Cahaya bertanya, Davin tak kunjung memberitahu. Dia hanya mengatakan bahwa orang ini adalah orang yang sangat penting.


Perjalanan mereka pun membawa mereka ke sebuah rumah mewah bergaya luxury. Mata Cahaya tak mampu berkedip melihat kemegahan dan keindahan rumah tersebut.


"Wah, mewah sekali, Mas, pasti yang punya adalah orang kaya," ucap Cahaya yang masih berdecak kagum.


"Ayo, masuk, kita sudah ditunggu." Davin menggandeng tangan Cahaya dan masuk ke dalam rumah tersebut.


Dan lagi-lagi Cahaya dibuat terkesan dengan kemewahan rumah itu. Bahkan lebih mewah dari rumah mereka. Mungkin hampir sama dengan rumah kakek mereka, Sean Armadja yang menjadi salah satu rumah termewah di kota ini.


Mereka disambut oleh seorang kakek tua yang duduk di kursi roda dengan selang oksigen yang masih ada di hidungnya.


Cahaya tertegun melihatnya. "Kakek, apa anda sakit?" tanyanya pelan.


'Dia menaiki kursi roda dan ada selang oksigen di hidungnya. Dan kau masih bertanya apakah dia sakit?' batin Davin sambil geleng-geleng kepala.


"Silakan masuk dulu, Nak," ucap pria tua itu sambil tersenyum ramah.


"Maaf, Kek, aku bukan anakmu. Aku adala...."


"Astaga, maaf, Tuan, maaf." Davin menepuk dahinya melihat tingkah Cahaya.


"Hahaha, tidak apa-apa, dia benar-benar lucu. Ayo, masuklah, kita makan malam bersama."

__ADS_1


Mereka pun segera masuk ke ruang makan dan menikmati makan malam bersama. Cahaya terus mendesak Davin dengan berbagai isyarat. Namun, tampaknya Davin enggan memberitahu.


Sepanjang makan malam, mereka hanya membicarakan perihal bisnis saja. Membuat Cahaya bingung karena tak mengerti tentang dunia bisnis.


Hingga setelah mereka selesai makan malam, Cahaya pikir semua sudah berakhir dan mereka akan pulang. Namun, rupanya sang pria tua mengajak mereka ke ruang keluarga dan melihat album foto keluarga sang pria tua.


"Cahaya, siapa nama lengkapmu?"


"Cahaya Mentari, Kek."


"Nama yang sangat bagus. Bagaimana kehidupan mu selama bersama paman dan bibimu?"


"Mengapa Kakek menanyakan itu?"


"Kakek hanya ingin tahu saja."


"Dulu?"


"Mereka menganggap ku beban."


"Dimana kedua orang tuamu?"


"Kata paman dan bibi, mereka meninggal di kampung."


"Maukah kau melihat album foto ini?" Pria tua itu menyerahkan sebuah album foto kepada Cahaya.


Meskipun awalnya bingung, namun Cahaya tetap menerimanya dan membukanya.

__ADS_1


Akan tetapi, baru saja dia membuka halaman pertama, dia terkejut melihat foto ayahnya saat masih muda. Di sampingnya ada seorang pria yang memiliki wajah hampir mirip dengan sang kakek.


"Maaf, Kek, dia siapa?" tanya Cahaya sambil menunjuk wajah sang ayah.


"Namanya Anggara, dan dia adalah anakku."


Cahaya menutup mulutnya tak percaya. Dia menatap sang kakek dengan tatap terkejut.


"Jadi Kakek adalah orang yang telah mengusir orang tuaku dari rumah ini hingga akhirnya musuh kakek membunuh mereka?" Cahaya berdiri dari bangkunya dan menatap tajam pada sang pria tua.


Davin terkejut karena Cahaya mengetahui semuanya. Darimana dia mengetahuinya sedangkan Davin tidak pernah bercerita?


"Cahaya, dengarkan Kakek dulu. Sebenarnya..."


"Selama bertahun-tahun, aku selalu menunggu momen ini untuk mengatakan semua sumpah serapahku padamu. Hidupku yang sengsara karena ulah paman dan bibiku juga adalah tanggung jawabmu."


"Cahaya, tenangkan dirimu dulu." Davin mencoba menenangkan istrinya.


"Tidak, aku tidak peduli! Sekarang kita pulang atau kau akan melihat ku menyetop taksi di jalan!"


Davin terpaksa menuruti Cahaya daripada sang istri melakukan tindakan nekat.


Sedangkan pria tua itu menatap kepergian mereka dengan tatapan mata berkaca-kaca. Tersirat sebuah penyesalan yang sangat besar karena disaat dirinya sakit keras seperti ini, dia baru mencari sang cucu.


***


Hai, gaes, ada rekomendasi novel ini buat kalian. Jangan lupa mampir ya.

__ADS_1



__ADS_2