Sebatas Pengganti

Sebatas Pengganti
Sesuatu


__ADS_3

Sebulan sudah Cahaya bekerja di toko itu. Entah mengapa, sejak kedatangannya, banyak sekali pembeli baru yang membeli roti di toko itu bahkan dalam jumlah yang banyak.


Dia baru saja selesai melayani seorang pelanggan. Karena melihat belum ada lagi pelanggan yang datang, dia pun memilih untuk membersihkan area kasir.


"Cahaya," ucap Reno yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping Cahaya. Untung saja wanita itu tidak refleks memukul wajah Reno.


"Iya, Pak, ada apa?" tanya Cahaya setengah terkejut


"Apakah nanti malam kau ada acara?" tanya Reno setengah gugup."


"Acara, ya? saya rasa tidak ada," sahut Cahaya.


"Kebetulan ibu saya sedang masak banyak, apa kau mau datang untuk makan malam di rumah kami? Sekalian ada yang ingin saya katakan."


Cahaya terlihat menimbang-nimbang. Padahal rencananya malam ini dia ingin menonton acara dangdutan di televisi. Tapi, rasanya tidak enak jika menolak ajakan Reno. Apalagi dia dan ibunya memang sangat baik padanya.


"Ya sudah, Pak, saya akan datang."


Seketika senyuman Reno pun mengembang. "Pukul delapan malam, ya."


"Iya, Pak."


Dengan perasaan girang, Reno pun pergi ke ruangannya kembali. Sedangkan tak jauh dari mereka terlihat Silvi sedang tersenyum lirih. Senang melihat Reno bahagia, namun sedih karena sumber kebahagiaan Reno ada pada gadis lain.


Cahaya kembali bekerja saat segerombolan orang masuk dan membeli roti di toko itu. Dia cukup heran karena segerombolan itu langsung memilih roti tanpa melihat rasa ataupun harga. Sepertinya mereka benar-benar orang kaya, begitu pikir Cahaya.


***


Sevina menyesap teh yang disajikan oleh Ririn, bibi Cahaya. Saat ini, dia dan suaminya sedang berada di rumah paman dan bibi Cahaya yang baru direnovasi dari uang mahar Cahaya.

__ADS_1


"Rumah kalian bagus, berapa biaya renovasinya?" tanya Sevina sambil melihat ke segala penjuru ruangan.


"Lumayan banyak, Nyonya," sahut Doni gugup. Apakah mereka akan mempermasalahkan soal uang mahar Cahaya karena sang keponakan telah kabur?


"Oh, lalu sisanya kemana lagi?" Sevina kembali menyesap teh yang menurutnya sangat enak itu.


Ririn dan Doni seketika saling pandang. Mereka bingung harus mengatakan apa lagi. Haruskah mereka katakan sisa uangnya untuk merenovasi restoran, membayar hutang, dan membeli mobil baru? Belum lagi aset-aset lainnya seperti tanah perkebunan dan usaha lainnya.


"Sayang, mengapa menanyakan hal itu?" David mengingatkan Sevina untuk tidak bertanya terlalu jauh mengenai pribadi orang lain. Apalagi tujuan mereka ke sini bukan untuk menanyakan harta yang diberikan Davin.


"Oh, maaf, kau benar, Sayang. Begini, saya ingin bertanya. Apakah kalian tahu kampung kelahiran orang tua Cahaya?"


"Saya hanya tahu kampung kelahiran ibunya saja karena beliau adalah adik saya, Nyonya. Tapi kalau suaminya, saya kurang tahu karena mereka bertemu di kampung kelahiran ibu Cahaya. Asal usulnya bahkan tidak kami ketahui sampai sekarang." Doni menjelaskan. Memang, Cahaya adalah anak dari adik perempuannya.


"Bisa jelaskan mengapa mereka meninggal?"


"Mereka dikejar hutang, Tuan. Mereka ditemukan meninggal dan kemungkinan dibunuh oleh penagih hutang itu. Tapi, dulu teknologi tidak secanggih sekarang. Jadi, kasusnya ditutup karena pelakunya tidak ditemukan."


"Tuan, dulu, sebelum meninggal, ibu Cahaya pernah berwasiat pada kami bahwa ketika Cahaya sudah berusia sepuluh tahun dan dia sudah meninggal, maka kami harus memberikan surat penting yang tidak boleh kami baca. Sepertinya isi surat itu mengenai kampung kelahiran ayahnya. Setelah selesai membacanya, dia langsung membakarnya karena sepertinya itu juga pesan dari sang ibu agar tidak ada yang tahu tentang isi surat itu."


"Mengapa ibunya seperti bisa meramal kematiannya sendiri?" David merasakan hal yang janggal.


"Saya rasa karena mereka merasa terancam oleh para penagih hutang makanya mereka menuliskan surat wasiat itu."


David mulai memikirkan sesuatu. Dia pun segera mengajak istrinya pulang untuk menemui Davin. Namun, mereka tak menemui Davin. Kata pelayan, Davin pergi beberapa jam yang lalu saat mereka pergi berkunjung ke rumah om dan tante Cahaya.


"Kemana anak itu? Apa dia sudah mengetahui sesuatu?" tanya Sevina heran.


"Sepertinya dia bergerak lebih cepat dari kita. Dan kemungkinan dia sudah menemukan alamat Cahaya sekarang."

__ADS_1


"Kenapa kau seyakin itu?"


"Dia anakku. Dia selalu bergerak cepat sama sepertiku."


"Lalu apa gunanya kita kesana? Bukankah dia yang meminta kita datang ke sana?"


"Sepertinya dia ingin mencari informasi tentang orang tua Cahaya lebih banyak lagi saat dalam perjalanan ke sana."


"Hah? Maksudnya?"


David merogoh sakunya dan menemukan sebuah alat penyadap di sana. Rupanya Davin memang ingin mendengar semuanya langsung dari paman dan bibi istrinya.


"Astaga anak itu. Bisa-bisanya memanfaatkan orang tuanya."


"Sudahlah, yang penting menantumu kembali." David mengajak Sevina pulang ke rumah. Dia mengerti tentang kegundahan hati Sevina yang sangat merindukan menantunya itu.


***


Davin sedang dalam perjalanan ke kampung tempat Cahaya tinggal. Dia bersyukur karena menerima kiriman foto dari nomor tak dikenal. Saat dia sedang bekerja tadi, tiba-tiba saja ada pesan berisi foto-foto Cahaya yang sedang bekerja di toko roti. Di bawahnya ada pesan tentang letak toko roti itu.


Davin pun langsung pulang ke rumah. Dia menelepon orang tuanya dan meminta untuk pergi ke rumah paman dan bibi Cahaya guna mendapatkan informasi mengenai Cahaya. Karena nomor yang baru saja menghubunginya tidak bisa dilacak. Bisa dipastikan, orang yang mengirimkan pesan itu bukanlah orang sembarangan. Pasti ada sesuatu mengenai masa lalu Cahaya ataupun orang tuanya yang telah lama meninggal.


***


Hai gaes, ada rekomendasi novel bagus nih buat kalian


One Night Destiny


Eka Pradita

__ADS_1


Satu malam yang kelam di mana ketika Zoya mabuk dia dipertemukan dengan seorang pria kaya raya yang kejam hingga berakhir di atas ranjang. Tanpa sadar kesuciannya hilang. Namun, Zoya menganggapnya sebagai jalan keluar dari masalah yang kini dihadapinya.


Bagaimana jika ternyata cinta satu malam itu sampai membuatnya hamil? Apakah Lucas akan mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya? Ikuti kisahnya sampai tamat hanya di One Night Destiny.


__ADS_2