
Melihat Teo terdiam, membuat Rea kembali membuka mulutnya. "Apakah pertanyaanku begitu susah untuk kamu jawab, kenapa kamu malah terdiam?" Tanya Rea sembari menatap Teo penuh dengan tanda tanya.
"Tentu saja, apa mungkin suami istri tidak saling mencintai?" Teo kembali memperlihatkan senyuman, guna menyembunyikan kebohongannya. "Maafkan aku, aku tidak mungkin mengatakan yang sejujurnya kepadamu, Rea. Ntah mengapa aku merasa takut kehilanganmu." Batin Teo.
Mendengar jawaban dari Teo, Rea hanya dapat terdiam, ia merasa ragu dengan apa yang di ucapkan oleh Teo barusan. "Apa yang di ucapkan oleh laki-laki ini, kenapa aku tidak bisa mempercayainya? Apakah dia sedang berbohong? Atau mungkin ini karena ingatanku yang hilang sehingga aku meragukan ucapan laki-laki ini." Batin Rea.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Teo ketika ia melihat Rea terdiam dengan tatapan mata yang masih tertuju pada dirinya.
Rea menggelengkan kepalanya. "Tidak ada." Jawabnya singkat.
"Kamu yakin tidak ada.... Ah sudahlah, sebaiknya kamu istirahat, jangan banyak bicara dulu, mungkin sebentar lagi dokter akan segera tiba." Ucap Teo seraya mengusap puncak kepala Rea lembut.
Gadis itu hanya mengangguk saja, ia tidak lagi membuka mulutnya. Namun, meskipun begitu, gadis itu terus berusaha untuk mengingat-ngingat tentang dirinya, bahkan di saat kepalanya terasa sakit pun, ia tetap saja berusaha untuk mengingat semuanya. "Aku sama sekali tidak bisa mengingatnya." Batinnya kacau.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian dokter tiba di ruangan itu, dokter itu pun segera memeriksa keadaan Rea, sementara Teo, ia terlihat keluar dari ruangan itu ketika ia mendapat panggilan dari seseorang.
"Ada apa?" Teo bertanya pada seseorang yang saat ini sedang menghubunginya.
"Sayang, kenapa kamu meninggalkanku tadi? Pesanku juga kenapa kamu tidak balas? dimana kamu sekarang?" Tanya seorang wanita yang tak lain adalah Olivia, kekasih Teo.
Teo menghela nafasnya, kemudian ia berkata dengan nadanya yang datar. "Aku sedang di rumah sakit, Rea kecelakaan." Jawabnya terdengar sendu di telinga sang kekasih.
"Apa? Rea kecelakaan? Bagaimana bisa?" Tanya Olivia dengan nadanya yang terkejut.
"Jangan menyalahkan dirimu, sayang. Mungkin ini semua sudah takdir dia. Sekarang, katakan di rumah sakit mana dia di rawat, aku akan kesana." Ucap Olivia dengan lembut.
"Médica Sur." Jawab Teo singkat.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan segera kesana sekarang, karena bagaimana pun juga, dia tetap adik tiriku, dan aku sebagai kakak yang baik sangat mengkhawatirkan keadaannya." Ucap Olivia dengan nada suaranya yang terdengar sendu, seolah-olah dia begitu mengkhawatirkan adik tirinya itu.
"Aku tutup dulu telponnya." Teo tidak menanggapi ucapan Olivia, ia pun segera memutuskan sambungannya secara sepihak dan menyimpan ponsel itu ke dalam saku celananya. Teo kembali melangkahkan kakinya, memasuki ruangan Rea.
***
Mansion Albert.
Olivia sedang berada di Mansion kekasihnya, saat ini ia sedang duduk di kursi sofa menikmati segelas jus favoritnya. Wajah gadis itu terlihat bahagia, bahkan senyumannya di wajahnya sedari tadi tidak pernah hilang. "Akhirnya, rencanaku kali ini berhasil. Meskipun gadis sialan itu tidak mati, tapi setidaknya dia celaka dan masuk rumah sakit." Batin Olivia terlihat sangat puas ketika ia mendengar kabar dari Teo jika Rea mengalami kecelakaan dan saat ini sedang berada di rumah sakit.
"Tapi, mengapa laki-laki itu tidak mengabariku? Bahkan nomornya pun tidak aktif. Apa dia tertangkap? Tidak mungkin secepat itu dia tertangkap, mungkin dia lupa mengabariku. Ah sudahlah, lebih baik aku berdandan yang cantik, lalu pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan gadis sialan itu." Olivia kembali membatin, lalu ia pun meletakan segelas jus yang sudah tersisa setengahnya itu di atas meja.
Olivia mulai membuka tas mewahnya, lalu mengambil beberapa alat make up nya. Setelah itu ia pun mulai mengaplikasikan make up itu ke wajahnya yang cantik itu.
__ADS_1
Berta menatapnya dari kejauhan, sungguh ia tidak menyangka jika Olivia akan datang dan tinggal di Mansion itu. Lalu, bagaimana nasib Rea nanti? Apakah tuannya akan mengusir Rea dari Mansion itu? Apakah tuannya akan menceraikannya? Berta bertanya-tanya dalam hatinya. Sungguh ia tidak ingin jika tuannya menceraikan Rea dan menikahi gadis sombong yang saat ini sedang meng make over wajahnya.
Bersambung.