Sebatas Pengganti

Sebatas Pengganti
Kenapa tidak mati saja


__ADS_3

Medica Sur.


Saat ini Olivia sudah berada di rumah sakit tempat dimana Rea di rawat. Ia berjalan dengan langkah kaki yang cepat menuju ruangan dimana Rea berada saat ini.


Beberapa saat kemudian, Olivia pun sudah tiba di depan pintu ruang inap itu. Ia pun langsung membuka ruangan itu dengan perlahan, lalu berjalan masuk. Olivia sedikit terkejut ketika mendapati mama tirinya sedang berada di dalam ruangan dengan tatapan matanya yang tertuju pada Rea. "Mama? Kenapa mama ada di sini? Apakah Teo yang memberitahu mama?" Batin Olivia dengan tangan yang terkepal kuat, ia tidak suka jika mama tirinya mulai perhatian kepada Rea, yang notebanenya adalah putri kandungnya sendiri.


Olivia mulai merubah raut wajahnya, ia kemudian kembali melangkahkan kedua kakinya menghampiri brankar, lalu berdiri di samping Teo.


"Ya Tuhan, Rea. Kenapa kamu bisa seperti ini?" Olivia mulai berakting khawatir, ia menatap Rea dengan tatapan matanya yang sendu, seolah-olah ia benar-benar mengkhawatirkan adik tirinya tersebut.


Rea hanya menatap Olivia dengan datar, meskipun ia tidak mengingat Olivia, namun ntah mengapa hatinya merasa tidak nyaman ketika kedua matanya bersitatap dengan netra milik Olivia. Sementara itu, mama Grace yang mendengar suara Olivia pun langsung mengalihkan pandangannya pada Olivia, sementara Teo, ia hanya terdiam tanpa mengeluarkan suaranya sedikit pun.

__ADS_1


"Dia mengalami kecelakaan, Olivia. Dan dia kehilangan ingatannya." Mama Grace yang menjawab pertanyaan Olivia tadi. Nada suaranya yang terdengar sangat sedih membuat hati Olivia semakin marah. Namun, Olivia masih bisa menjaga raut wajahnya agar tetap terlihat khawatir pada adik tirinya tersebut.


"Kehilangan ingatannya, mah?" Olivia menatap mama tirinya, ia seolah-olah tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh mama tirinya tersebut. "Sial! Kenapa dia hanya hilang ingatan, sih. Kenapa tidak mati saja sekalian. Sungguh menyebalkan." Batin Olivia.


"Iya, sayang. Rea mengalami luka parah di bagian kepalanya, dan dia kehilangan semua ingatannya." Ucap mama Grace mulai menjatuhkan air matanya, bahkan kini tatapan matanya kembali tertuju pada Rea yang sedari tadi hanya terdiam tanpa mau membuka mulutnya.


"Mama jangan nangis, ok. Aku yakin dalam waktu dekat, ingatan Rea akan kembali, percayalah." Olivia mencoba untuk menenangkan mama tirinya tersebut, meskipun dalam hatinya, ia berharap Rea akan selamanya kehilangan ingatannya.


"Sayang, apakah orang yang menabrak Rea sudah tertangkap?" Tanya Olivia sembari menatap Teo dengan sendu.


"Sayang? Bukankah laki-laki itu bilang, kalau dia itu suamiku? Lalu! Mengapa wanita ini memanggilnya dengan sebutan sayang?" Batin Rea ketika ia mendengar Olivia memanggil Teo dengan sebutan sayang.

__ADS_1


"Teo, bukankah kamu bilang, kalau kamu itu suamiku? Lalu, mengapa wanita ini memanggilmu dengan panggilan sayang? Apakah ada yang kamu sembunyikan dariku?" Tanya Rea sembari menatap Olivia dan juga Teo bergantian. Teo terlihat sedikit panik, sementara Olivia, ia justru tersenyum, lalu berjalan dan berdiri di samping brankar yang di tempati oleh Rea.


"Rea, apa kamu benar-benar tidak mengingat semuanya? Semua tentang aku dan Teo dulu?" Tanya Olivia yang mendapat gelengan kepala dari Rea. "Kamu ingin tahu siapa aku? Baiklah aku... "


"Cukup, Olivia! Jangan di teruskan lagi." Ucap Teo menyela ucapan Olivia yang belum selesai.


"Ada apa? Kenapa dia tidak boleh meneruskan ucapannya? Apakah benar kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku?" Tanya Rea semakin mencurigai Teo. Rea sangat yakin, laki-laki yang mengaku sebagai suaminya itu sesuai menyembunyikan sesuatu dari dirinya. Dan Rea sangat yakin, jika sang suami memiliki sebuah hubungan dengan gadis yang kini sedang menekuk wajahnya kesal.


"Aku tidak menyembunyikan apa pun darimu, Rea. Jadi, kamu tidak perlu mencurigaiku, ok." Jawab Teo seraya mengusap puncak kepala Rea dengan lembut, membuat Olivia cemburu setengah mati. "Kamu istirahat ya, aku ingin berbicara dengan Olivia sebentar." Sambung Teo yang hanya di angguki oleh Rea. Setelah itu, Teo pun langsung menarik tangan Olivia, dan membawanya keluar dari ruangan tersebut.


"Aku yakin kamu pasti sedang menyembunyikan sesuatu dariku, Teo. Dan aku sangat yakin, wanita itu pasti memiliki hubungan denganmu. Aku yakin itu." Batin Rea sembari menatap kepergian suaminya dan juga Olivia.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2