
"Baiklah, aku akan memberimu kesempatan. Jadi, bangunlah." Akhirnya setelah lama terdiam, Rea pun mulai bersuara. Dan apa yang di ucapkan oleh Rea, tentu saja membuat Teo merasa bahagia.
Teo menurut, ia pun lantas bangun, lalu kembali duduk di samping Rea. Kebahagiaannya sangat terlihat jelas dari raut wajahnya, bahkan senyumannya pun terus tersungging dari sudut bibirnya. "Terima kasih, Rea. Terima kasih karena kamu sudah mau memberiku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku di masa lalu. Aku janji, aku akan membahagiakanmu dan membuatmu jatuh cinta lagi kepadaku." Ucap Teo seraya mengusap wajah Rea yang terlihat sangat cantik dari pandangannya.
Rea mengangguk, ia menepis pelan tangan Teo dari wajah cantiknya, ia merasa tidak nyaman ketika tangan itu menyentuh wajahnya. Rea juga merasakan ada sedikit getaran aneh dari dalam tubuhnya ketika tangan Teo menyentuh wajahnya. "Tapi, jika aku tidak bisa mencintaimu lagi, bisakah kamu melepaskan aku? Bisakah kamu memberiku kebebasan?" Rea bertanya sembari menatap kedua netra jernih milik Teo. Keduanya saling berpandangan dalam waktu yang cukup lama, hingga pada akhirnya, Teo pun mulai membuka mulutnya.
__ADS_1
"Ya! Aku akan membebaskanmu, jika cintamu memang sudah tidak bisa aku dapatkan lagi. Tapi, aku sangat yakin, jika aku bisa membuatmu jatuh cinta lagi kepadaku." Ucap Teo penuh rasa percaya diri. Teo benar-benar sangat yakin jika dirinya pasti bisa membuat Rea kembali mencintainya lagi, sama seperti dulu.
Rea yang mendengar ucapan Teo pun terkekeh, laki-laki yang duduk di sampingnya itu benar-benar sangat percaya diri sekali. Tapi, Rea merasa cukup puas mendengar perkataan laki-laki ini. "Percaya dirimu sangat tinggi sekali. Jika sudah tidak ada yang ingin kamu bicarakan lagi, aku akan pergi ke kamarku." Rea berdiri, ia berniat untuk pergi meninggalkan Teo, namun, tangannya langsung di tarik oleh Teo, sehingga membuat Rea langsung terjatuh di pangkuan Teo.
Rea terkejut, ia langsung menatap Teo dan berusaha untuk bangkit dari pangkuan suaminya itu. "Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku, Teo. Jangan membuat masalah." Seru Rea seraya terus berusaha untuk melepaskan tangan Teo yang memeluk pinggang rampingnya.
__ADS_1
Rea semakin terkejut ketika ia mendengar bisikan sang suami, padahal selama ini, suaminya itu tidak pernah meminta dirinya untuk tidur di kamar suaminya. Tetapi, mengapa sekarang suaminya itu mengatakan kalau dirinya harus tidur di kamarnya? Apakah itu karena Rea sudah memberinya kesempatan?
"Jangan gila, Teo. Aku tidak akan tidur di kamar ini bersamamu. Aku.... Aku akan tidur di kamarku sendiri." Sahut Rea seraya memberikan tatapan matanya yang tajam kepada Teo.
"Kamu sudah berjanji akan memberiku kesempatan. Jadi, mulai saat ini kamu harus tidur bersamaku, aku tidak menerima penolakan, mengerti." Tegas Teo sambil mendekatkan wajahnya hingga ujung hidungnya bertabrakan dengan hidung mancung milik Rea membuat Rea langsung terdiam seperti patung. Kenapa Teo menjadi seperti ini? Dia yang biasanya hanya bersikap lembut dan penuh perhatian, sekarang terlihat agresif sekali, bahkan ia tidak mau melepaskan pelukannya yang erat itu. Apakah ini adalah sifat asli Teo? Atau mungkin ini adalah awal rencana Teo untuk membuat Rea jatuh cinta kembali kepada dirinya?
__ADS_1
"Ada apa? Kenapa kamu diam saja, sayang?" Teo sengaja berbisik di telinga Rea, hembusan nafasnya, jelas dapat Rea rasakan di permukaan wajahnya, jantung Rea tiba-tiba saja berdegup dengan cepat. Tatapan mata Teo yang begitu hangat, senyuman yang di berikan laki-laki ini terlihat begitu manis, tidak biasanya Rea berpikir seperti ini, mungkinkah rencana Teo yang ingin membuat Rea jatuh cinta lagi akan segera berhasil.
Bersambung.