
Mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Olivia tentu saja menyulut amarah dalam diri Rea, padahal ia sudah bersikap biasa saja, namun sepertinya kakak tirinya itu tidak puas sebelum dirinya di permalukan di depan para pengunjung restaurant tersebut.
"Apa kamu sudah selesai berbicara, Olivia?" Tanya Rea dengan nada suaranya yang tidak seprti biasanya, bahkan tatapan mata gadis itu terlihat sangat tajam berbeda dengan dulu.
"Aku sudah menyerahkan Teo untuk dirimu, Rea. Tapi, mengapa kamu mengecewakanku? Aku rela pergi meninggalkan Teo agar kamu bahagia bersama Teo. Tetapi aku tidak menyangka jika kamu akan menduakan Teo seperti ini. Aku,,, aku benar-benar tidak habis pikir sama kamu, Rea. Mengapa kamu melakukan ini terhadap suamimu sendiri. Kamu sama seperti wanita murahan di luaran sana yang tidak cukup dengan satu laki-laki saja." Ucap Olivia di iringi dengan derai air mata palsunya.
Para pengunjung mulai membicarakan Rea, mereka bahkan memandang Rea dengan pandangan yang sinis, namun hal itu sama sekali tidak Rea pedulikan.
Stevan yang mendengar ucapan Olivia pun terlihat menahan emosinya, bahkan laki-laki berwajah tampan itu memberikan tatapan matanya yang tajam kepada Olivia. "Cukup, Olivia. Kamu... " Ucapan Stevan tercekat di tenggorokannya ketika Rea mengangkat tangannya memberi syarat agar dirinya tidak berbicara.
__ADS_1
"Apa kamu yakin jika kamu pergi meninggalkan Teo hanya karena ingin melihatku bahagia? Atau mungkin itu karena hal lain dan kamu menjadikanku sebagai alasan atas kepergianmu dulu." Rea melangkahkan kaki mendekati Olivia, tatapan matanya yang tajam serta ucapannya barusan membuat hati Olivia mendadak gelisah. Karena bagaimana pun juga apa yang di ucapkan oleh Rea memanglah benar, ia meninggalkan Teo demi kesenangannya sendiri dan menjadikan Rea sebagai alasan kepergiannya. Tapi, bagaimana mungkin Rea tahu? Apakah gadis itu mendadak jadi cenayang? Olivia bertanya-tanya dalam hatinya.
"Olivia, apakah kamu tahu arti dari kata wanita MURAHAN itu apa?" Rea berdiri di hadapan Olivia, gadis itu memandang Olivia dengan seulas senyuman di wajahnya yang cantik, sementara itu, Olivia nampak mengernyitkan keningnya, gadis yang ada di hadapannya ini benar-benar telah berubah, bahkan gadis ini berani menatap dirinya tidak seperti dulu.
"Wanita murahan itu adalah wanita yang sudah memiliki seorang kekasih atau seorang suami, tetapi dia malah tidur dengan laki-laki lain hanya untuk kesenangannya sendiri. Dan aku bukan termasuk dalam wanita MURAHAN seperti yang kamu ucapkan tadi. Karena apa? Karena aku sama sekali tidak pernah tidur dengan laki-laki lain." Ucap Rea membuat Olivia terdiam seribu bahasa.
Ucapan Rea itu benar-benar telah membuat Olivia bungkam, karena apa yang di ucapkan oleh Rea adalah sindiran keras untuk Olivia. Bahkan Teo dan juga Stevan pun terlihat diam ketika ia mendengar apa yang di ucapkan oleh Rea tadi.
Olivia terlihat begitu emosi ketika ia mendengar setiap perkataan yang keluar dari mulut adik tirinya itu, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, selain berakting sedih agar Teo dan yang lainnya merasa kasihan kepada dirinya.
__ADS_1
"Teo, lihatlah istrimu. Sepertinya dia sangat marah dengan ucapanku tadi. Aku,,, aku takut dia akan memukulku." Ucap Olivia tanpa mau menjawab perkataan yang telah Rea lontarkan tadi. Gadis satu ini benar-benar pandai berakting, dan aktingnya sungguh sangat sempurna.
"Urus kekasihmu. Aku akan pulang sendiri." Rea berucap dengan dingin kepada Teo, sementara Teo is terlihat masih diam, otaknya masih berputar memikirkan setiap ucapan yang keluar dari mulut Rea tadi.
"Aku akan mengantarmu pulang." Ucap Stevan namun tidak mendapat jawaban dari Rea. Gadis itu terus berjalan melangkahkan kedua kakinya pergi meninggalkan restaurant tersebut.
"Teo, lihatlah... " Ucapan Olivia tercekat di tenggorokannya ketika Teo mulai tersadar dan memberikan tatapan matanya yang tajam itu kepada Olivia.
"Jangan lanjutkan lagi, Olivia. Semua ini gara-gara kamu." Teo mengusap wajahnya kasar, ia pun lantas berbalik dan pergi meninggalkan Olivia. "Kejadian hari ini, jangan sampai tersebar. Jika kalian berani menyebarkannya, maka kalian akan menanggung akibatnya." Ucap Teo kepada para pengunjung restaurant itu. Lalu setelah itu Teo pun kembali melangkahkan kedua kakinya pergi meninggalkan restaurant.
__ADS_1
Bersambung.