
Keduanya saling bertatapan dalam posisi yang cukup intim, tangan Rea menyentuh dada bidang milik Teo, menjadikannya sebagai penyanggah agar tubuhnya tidak merapat pada tubuh telanjang Teo. Sementara itu kedua tangan Teo malah sengaja melilit pada pinggang ramping milik Rea.
Rea tersadar, ia mencoba untuk bangkit dari tubuh telanjang suaminya itu, namun sayangnya tubuhnya terkunci oleh kedua tangan kekar milik Teo, sehingga membuat Rea kesusahan untuk bangkit dari atas tubuh suaminya itu.
"Singkirkan tanganmu, Teo!" Seru Rea antara kesal bercampur malu, malu karena sedari tadi tangannya terus menempel pada dada bidang milik suaminya, sementara itu ia juga merasa sangat kesal, karena sang suami tidak membiarkan dirinya bangkit dari atas tubuhnya.
Teo tersenyum sangat manis, bukannya melepaskan tangannya, ia justru semakin mengeratkan tangannya memeluk pinggang ramping Rea, sehingga membuat tubuh Rea perlahan menempel pada tubuh kekar miliknya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan! Cepat lepaskan aku! Atau aku akan berteriak." Rea terlihat gugup, ia terus berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan suaminya, namun sayangnya ia tidak berhasil, tenaga Teo terlalu kuat jika di bandingkan dengan tenaga dirinya.
Teo kembali tersenyum, satu tangannya mengelus lembut wajah Rea yang terlihat memerah, "aku suka seperti ini. Ini sangat menyenangkan, sayang." Bisik Teo seketika membuat bulu kuduk Rea meremang. Laki-laki ini, apakah sudah berubah menjadi laki-laki mesum? Kenapa bisikannya sangat menakutkan sekali? Rea terus bertanya-tanya dalam hatinya. Ia menatap Teo dari jarak yang begitu dekat. Hidungnya yang mancung, alisnya yang tebal, seerta bibirnya yang terlihat seksi, sedikit menggetarkan hati Rea saat ini. Astaga... Kenapa Rea malah berpikiran seperti itu? Apakah ia mulai tertarik pada laki-laki yang terlihat seksi ini?
"Kenapa kamu diam saja? Apakah kamu juga sangat menyukai posisi seperti ini, sayang?" Bisikan Teo membuyarkan lamunan Rea saat ini. Gadis cantik itu seketika menggelengkan kepalanya, ia kembali berusaha untuk melepaskan diri dari Teo.
"Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Tidak perduli cintamu sudah hilang atau tidak, aku akan tetap mencintai kamu, Rea." Bukannya melepaskan Teo malah mengungkapkan kembali perasaannya yang beberapa hari ini sering ia ungkapkan pada Rea. Namun, selama beberapa hari ini, Rea sama sekali tidak memperdulikannya. Begitu pun juga dengan saat ini. Gadis itu malah terlihat memutar kedua matanya dengan malas, meskipun hatinya merasa bergetar dan tidak karuan, tetapi ia sama sekali tidak memperdulikan ungkapan cinta laki-laki di bawahnya.
__ADS_1
"Lepaskan, Teo. Jangan sampai aku membuat barang berhargamu itu pecah, ok." Ucap Rea membuat Teo mendengus kesal, dan langsung melepaskannya.
Rea tersenyum puas, ia pun lantas bangkit dari atas tubuh suaminya. "Payah! Di ancam segitu aja udah takut." Gumam Rea seraya berjalan menuju kamar mandi.
Teo tertawa, ia pun lantas mengusap wajahnya dengan kasar, lalu duduk di atas lantai yang terasa sangat dingin itu. "Baiklah, aku tidak akan menyerah, aku pasti bisa mendapatkan cintamu kembali, Rea." Ucapnya seraya bangkit dan berjalan menuju lemari pakaiannya.
Bersambung.
__ADS_1