
Rea mulai menarik nafasnya dalam, lalu mengeluarkannya perlahan, ia mencoba untuk bersikap biasa saja, seperti tidak ada yang ia dengar. Perlahan, ia melangkahkan kedua kakinya dan menghampiri Teo yang sedari tadi masih tidak menyadari keberadaannya yang tidak jauh itu.
Rea mencoba untuk tersenyum, ia menatap Teo, kemudian ia berkata. "Ada apa kamu memanggilku?" Tanyanya membuat Teo seketika mengalihkan pandangannya kepada Rea.
Teo terdiam ia memandang wajah gadis itu yang terlihat sangat cantik, tiba-tiba saja jantungnya berdebar cepat tidak seperti biasanya. "Ada apa dengan jantungku? Mengapa seperti ini?" Batin Teo bertanya-tanya dengan tatapan mata yang tak lepas dari wajah cantik Rea.
"Teo! Kenapa kamu malah diam saja? Jika tidak ada yang ingin kamu ucapkan, aku akan kembali ke kamarku." Ucap Rea menyadarkan Teo dari lamunannya.
"Duduklah, apa kau tidak pegal berdiri terus." Perintah Teo membuat Rea langsung duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Teo.
"Ada apa?" Tanya Rea tanpa basa basi.
__ADS_1
"Kamu tahu Olivia sudah kembali?" Tanya Teo sambil memperhatikan raut wajah Rea.
"Tidak!" Jawab Rea pura-pura tidak tahu, padahal sebenarnya ia tahu bahwa Olivia sudah kembali, karena ia mendengar percakapan Teo tadi. Meskipun ia tidak mendengar suara Olivia, tetapi ketika ia sangat yakin jika Olivia sudah kembali dan akan tinggal di Mansion Teo.
"Dia sudah kembali, dan dia akan tinggal sini." Ucap Teo benar-benar sesuai dengan tebakkan Rea.
Rea tersenyum, ia berusaha untuk menutupi rasa sakit hatinya agar Teo tidak mengetahuinya. "Selamat, karena apa yang kamu inginkan sudah terkabul. Dan itu artinya sebentar lagi kamu akan menceraikanku." Rea menjeda ucapannya sejenak, ia menarik nafasnya dan mengeluarkannya perlahan. "Aku akan merapikan pakaianku sekarang." Sambungnya lagi tanpa melepaskan senyuman di wajah cantiknya itu.
"Jangan lupa segera urus perceraian kita secepatnya." Ucapan Rea mengembalikan Teo ke alam sadarnya. Laki-laki dingin itu nampak menghela nafasnya dengan kasar dengan tatapan mata yang masih tertuju pada Rea.
"Aku tidak akan menceraikanmu, dan aku tidak akan membiarkanmu pergi dari Mansion ini, mengerti." Ucap Teo terdengar sangat dingin di telinga Rea. Bahkan sorot matanya pun mulai berubah menjadi tajam.
__ADS_1
Rea terkekeh, gadis itu merasa lucu ketika ia mendengar ucapan Teo barusan. "Jangan becanda, Teo. Apa kamu lupa dengan ucapanmu dulu? Bukankah setelah Olivia kembali kamu akan membebaskanku dari penderitaan ini? Lalu, mengapa sekarang kamu tidak membiarkan aku pergi dari Mansion ini?" Tanya Rea dengan nada suaranya yang mulai berubah.
Teo tersenyum, ia lantas beranjak, kemudian ia berjalan menghampiri Rea. "Tapi aku tidak pernah bilang akan menceraikanmu, Rea. Dan kamu jangan bermimpi untuk meninggalkan Mansion ini. Karena aku tidak akan membiarkan itu terjadi." Bisik Teo membuat Rea langsung terdiam dengan kedua tangan yang mulai terkepal dengan kuat.
"Sambutlah kedatangan kakak tirimu itu dengan baik, mengerti." Sambung Teo sebelum ia meninggalkan Rea.
"Mengapa?" Tanya Rea membuat Teo seketika menghentikan langkah kakinya, dan menatap bingung ke arah Rea. "Mengapa kamu tidak mau menceraikanku? Bukankah jika kamu menceraikanku, kamu bisa menikah dengan wanita yang kamu cintai itu. Bukankah itu yang kamu inginkan, Teo." Sambungnya lagi.
"Kau tidak perlu tahu alasannya. Yang jelas aku tidak akan pernah menceraikanmu, sekali pun kamu memohon, mengerti." Sahut Teo dengan tegas. Setelah mengatakan itu, Teo pun langsung pergi melangkahkan kedua kakinya meninggalkan Rea yang hanya menatap kepergiannya itu.
"Apa lagi yang kamu inginkan dariku, Teo? Apa kamu ingin membuatku lebih menderita lagi." Lirih Rea dengan kedua tangan yang masih terkepal kuat.
__ADS_1
Bersambung.