
Satu bulan kemudian...
Kabar penangkapan Olivia mulai tersebar di mana-mana. Hampir seluruh acara televisi menayangkan penangkapan Olivia, atas kasus pembunuhan berencana yang telah ia lakukan kepada Rea tiga minggu yang lalu. Olivia di tangkap ketika dirinya sedang berada di sebuah apartement yang di belikan oleh papanya. Jika Olivia orang biasa, mungkin dia tidak akan masuk berita utama hari ini. Namun sayangnya, Olivia terlahir dari keluarga yang kaya raya dan dia menjadi putri semata wayang pemilik perusahaan Tian Group, salah satu perusahaan yang cukup terkenal di negara itu.
Teo melihat berita itu, ia tersenyum kecut. Ia berpikir jika Olivia akan kabur dari negara itu karena ucapannya, namun ternyata gadis itu masih berada di negaranya. Sepertinya gadis itu sangat yakin jika Teo tidak akan melaporkannya ke pihak kepolisian, karena gadis itu percaya jika Teo masih mencintai dirinya. Ya, memang Teo tidak melaporkannya kepada pihak kepolisian, tetapi Lucas lah yang melaporkan Olivia atas izin dari Teo.
"Olivia! Bukankah aku sudah bilang. Pergilah sejauh mungkin, tapi kenapa kamu masih berada di negara ini? Apakah kamu berpikir tinggal di apartement pembelian papamu, kamu tidak bisa di temukan? Sungguh konyol." Gumam Teo sebelum ia mematikan ponselnya, mengakhiri video penangkapan Olivia.
__ADS_1
"Nikmatilah hidupmu, semoga setelah kamu keluar nanti, kamu bisa menjadi manusia yang jauh lebih baik." Teo menghela nafasnya, ia menatap langit-langit ruangannya. Meskipun Olivia sudah di tangkap oleh polisi dan di berikan hukuman, namun Teo sangat yakin jika hukuman yang akan di terima oleh Olivia akan sangat ringan karena pengaruh papanya yang kaya raya. Tetapi meskipun begitu, setidaknya Olivia dapat menerima hukumannya atas perbuatan buruknya itu.
Teo mendesah pelan, ia mulai meraih kembali ponsel yang berada di atas meja kerjanya, kemudian ia pun langsung menghubungi Rea.
Menunggu beberapa detik, akhirnya Rea pun menjawab panggilannya. Teo tersenyum, sebelum ia berbicara ia merapikan dulu dasi panjang yang bertengger di lehernya. "Kamu sedang apa? Apakah kamu sudah makan siang?" tanya Teo begitu lembut dan halus, bahkan seulas senyumannya yang manis itu tidak hilang dari sudut bibirnya.
"Aku baru saja melihat berita tentang penangkapan Olivia," Rea terdengar menghela nafasnya di seberang telpon sana. "Apakah kamu sudah tahu semuanya, Teo?" tanya Rea terdengar dingin, seperti biasanya. Ya, semenjak Rea amnesia, cara bicaranya berubah menjadi dingin, bahkan tidak ada lagi senyuman manis seperti dulu lagi, sungguh itu sangat menyiksa Teo.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak memberitahuku sedari awal? Apakah itu karena Olivia kekasihmu?" Rea bertanya dengan dinginnya. Jujur saja, Rea sangat kecewa karena Teo tidak mau memberitahu dirinya tentang kejahatan yang telah Olivia lakukan kepada dirinya. "Teo, aku pikir setelah aku kehilangan ingatanku, kamu akan merasa benar-benar bersalah, tapi ternyata aku salah, bahkan kamu masih melindungi Olivia agar aku tidak mengetahui kebusukannya. Kamu sangat hebat, Teo." Sambung Rea tersenyum sinis di seberang telpon sana.
Teo yang mendengar ucapan Rea pun terlihat tertegun, ia memang sengaja tidak memberitahu Rea tentang kejahatan Olivia, karena Teo sangat memperdulikan kondisi kesehatan Rea, namun sepertinya gadis itu salah paham dan menganggap dirinya telah melindungi Olivia agar Rea tidak mengetahui kejahatan Olivia.
"Rea dengarkan aku. Aku sama sekali tidak melindunginya, aku memang sengaja tidak memberitahumu, karena aku takut kamu akan syok, dan kesehatanmu akan terganggu. Jangan salah paham, ok." Teo berkata dengan lembutnya, ia berharap istrinya itu mengerti dan tidak lagi salah paham kepada dirinya.
"Aku harus pergi sekarang. Terima kasih karena sudah mengkhawatirkan kesehatanku." Ucap Rea tanpa memperdulikan perkataan Teo tadi.
__ADS_1
"Rea, kamu mau pergi kemana? Sama siapa?" Tanya Teo terlihat tidak suka, namun pertanyaannya sama sekali tidak di gubris oleh Rea, bahkan Rea langsung menutup panggilannya membuat Teo marah. "Halo.... Reaaaa... Aaaarghh sial! Sebenarnya dia mau pergi kemana? Dengan siapa dia pergi? Apakah Stevan? Tidak bisa, aku tidak bisa membiarkannya." Geram Teo sembari memegang erat ponsel miliknya. Cemburu dan juga marah mulai menyelimuti dirinya, Teo tidak akan membiarkan siapapun merebut Rea dari dirinya, karena Rea adalah istrinya, dan selamanya akan tetap menjadi istrinya.
Bersambung.