
Perusahaan Albert Group.
Waktu menunjukkan pukul empat sore. Hari ini Teo memutuskan untuk pulang lebih awal. Perasaannya sedari tadi sangat gelisah, memikirkan istrinya yang mungkin saja saat ini sedang bersama Stevan, sahabat sekaligus saingan cintanya. Bayangan wajah Rea dan Stevan terus saja berputar di kepalanya, membuat rasa cemburu Teo semakin meningkat.
Teo memang sudah jatuh cinta pada istrinya itu, dan ntah sejak kapan rasa itu muncul dalam hatinya, yang jelas, ketika ia mendengar nama laki-laki yang keluar ataupun ketika ia membayangkan istrinya bersama laki-laki lain, hatinya akan terasa panas, dan amarahnya muncul begitu saja.
Teo meraih jas yang selalu ia letakan di belakang kepala kursi kebesarannya, kemudian ia mengenakannya dengan tidak sabaran, setelah itu ia pun bangkit dan menyambar tas kerjanya. Perlahan, Teo melangkahkan kedua kakinya berniat untuk pergi meninggalkan ruangannya tersebut. Namun, niatnya terhenti ketika ia melihat Lucas, sang asisten masuk tanpa mengetuk pintu ruangannya terlebih dahulu.
"Bos, anda mau kemana?" tanya Lucas ketika ia sudah berdiri di hadapan bosnya.
Teo mendengus, ia menatap kesal sang asisten yang saat ini sedang memegang berkas di tangannya. "Aku akan pulang." Teo kembali melangkahkan kakinya melewati Lucas.
"Bos, anda jangan pergi dulu. Ada beberapa berkas yang harus anda tandatangani sekarang." Lucas mengejar Teo, dan kembali menghentikan langkah kaki Teo, membuat Teo geram.
"Kenapa tidak dari tadi kau bawa berkas ini ke ruanganku!" Seru Teo, namun ia tetap menyambar berkas yang di berikan oleh asistennya tersebut, lalu menandatanganinya di tempat.
__ADS_1
"Maaf, bos. Tapi berkas itu baru.... "
"Jangan banyak alasan! Ambil kembali berkas ini, aku mau pulang, sekarang." Sela Teo sembari memberikan kembali berkas yang sudah di tandatanganinya kepada Lucas. Lalu, setelah itu ia pun kembali melangkahkan kedua kakinya.
"Bos.... " Lucas memamggil Teo, namun Teo tidak menghiraukannya, ia terus berjalan dengan langkah kaki yang cepat membuat Lucas mengernyit bingung. "Ada apa dengan si bos? Kenapa tiba-tiba dia pulang lebih awal?" Lucas bertanya-tanya dalam hatinya, ia pun lantas melangkahkan kedua kakinya pergi meninggalkan ruangan sang bos.
***
Mansion Albert.
Perlahan, Berta melangkahkan kakinya dan menghampiri Teo. "Tuan, anda sudah pulang." Sambutnya dengan ramah.
Teo seketika menghentikan langkah kakinya, ia menatap Berta, kemudian ia berkata. "Dimana istriku? Apakah dia sudah pulang?"
"Be,,,,, belum, tuan." Jawab Berta dengan gugup.
__ADS_1
Raut wajah Teo seketika berubah menjadi gelap, tatapan matanya semakin menajam, menandakan bahwa dirinya saat ini sedang marah. "Belum pulang?" Teo mengulang ucapan Berta, sementara Berta hanya dapat menunduk dan menganggukkan kepalanya. "Ini sudah pukul 5 sore, dan dia belum pulang sampai sekarang! Katakan! Kemana dia pergi?" tanya Teo dengan nada suaranya yang dingin.
"Maafkan saya, tuan. Nona Rea tidak bilang, dia akan pergi kemana. Jadi, saya tidak tahu, tuan." Jawab Berta masih dengan kepala yang menunduk, tidak berani menatap tuannya yang terlihat begitu marah.
"Lain kali, jika dia mau pergi, kau harus tahu kemana dia akan pergi, jika dia tidak mau memberitahumu, jangan biarkan dia pergi dari Mansion ini, mengerti." Ucap Teo dengan tegas.
"Me,,,, mengerti, tuan." Jawab Berta masih gugup.
"Dengan siapa dia pergi? Apa si pak Joned yang mengantarnya? Atau dia di jemput seseorang?" Teo bertanya seraya merogoh ponsel dari dalam saku celananya.
"Se,,, sendiri, tuan. Nona Rea tidak mau di antar. Jadi.... " Ucapan Berta tercekat di tenggorokan, ketika suara dingin tuannya kembali terdengar di kedua telinganya.
"Astaga... Kenapa kau bodoh sekali, Berta! Seharusnya jika dia tidak mau di antar, kau segera menghubungiku, bukan malah membiarkannya pergi sendirian." Teo semakin marah, ia terlihat seperti ingin memakan hidup-hidup kepala pelayan yang berada di hadapannya itu.
Tidak mau amarahnya semakin membeludak, Teo pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke kamarnya, sementara Berta, ia terlihat bernafas lega dengan kepergian tuannya itu.
__ADS_1
Bersambung.