
Hari Minggu kemarin dihabiskan dengan duduk di dalam rumah. Erine dan Leon saling meledek dan menjahili yang lainnya.
Senin pagi semuanya tampak bersemangat kecuali Leon karena dia sudah lulus beberapa waktu yang lalu.
Sekolah berjalan tanpa hambatan hingga saat waktu istirahat tiba, berita heboh yang sudah basi itu kembali viral. Pertunangan Putra Keluarga Simmons dan Putri Keluarga Rein.
Bagi siswa di sekolah luaran sana, pacaran adalah hal luar biasa. Tapi Wiliam's School merupakan hal biasa.
Wajar saja bila beberapa keluarga membuat aliansi pertunangan ataupun pernikahan untuk ttap berpijak dengan mantap di dunia bisnis tanpa hambatan.
Tapi mengapa heboh? Karena dari dahulu kala keluarga Simmons tidak pernah melakukan perjodohan. Mengapa harus saat ini? Pertanyaan terus bergulir dwngan berbagai macam pendapat.
"Apakah keluarga Rein atau Simmons yang akan bangkrut sehingga mengadakan perjodohan ini?" Komentar seorang siswa.
"Haih... Orang-orang ini tidak punya pekerjaan kah?"
Ella menjadi kesal setelah ditanya oleh beberapa orang perihal kakaknya.
"Aku tahu kakakku tampan, apa kalian iri karena bukan kalian yang menjadi tunangannya?" Tanya Erine tak kalah kesalnya.
"Jangan tanya aku. Aku bukan keluarganya" Emma juga melarikan diri.
***
Jam 5 sore di rumah.
"Apaan sih mereka? Tak berhenti bertanya. Aku hampir saja tersedak tadi ketika di kantin" curhat Erine.
"Masih baik tersedak. Aku sedang di toilet ketika mereka memcegahku masuk padah sudah di ujung jurang. Ughhhhh.... Kakak benar-benar menyusahkan" Sesal Ella sambil meninju udara.
"Aku orang luar inipun ditanya"
" Aku harus berterimakasih pada mereka. Kau banyak bicara sekarang"
Ella menepuk bahu Emma. Syukurlah Emma sudah keluar dari rasa traumanya.
"Kenapa jadinya kita yang dikejar-kejar seperti selebritis? Aihhh.. Wajah cantikku ini kusam gara-gara banyak cemberut"
__ADS_1
"WAJAR saja kusam. Aku melihat kau berteriak di depan kelas dengan lantang karena berondongan pertanyaan.... hahahha" tawa Ella.
"Pertunangan kakak membawa pengaruh buruk. Seharusnya yang ditanya itu tunangannya. Dia duduk manis sedangkan kita yang diserang"
Erine benar-benar harus ditensi sekarang juga. Dia kemudian bangun mengambil masker wajahnya.
"WAJAR saja karena kalian berdua adalah adik-adiknya yang setiap hari satu atap dengannya"
"Baru bertunangan saja sudah heboh begini. Aku jadinya tidak konsen mencakar soal matematika tadi. Lihat, nomor 5 ini salah jawabannya"
*Dasar Ella nilai saja yang dia pikirkan.*
"Kalian tahu, ini sudah tidak WAJAR lagi. Bagaimana mungkin pertanyaannya adalah apakah Tuan Muda Simmons menghamili Nona Reiner sehingga mereka bertunangan?" Erine muncul dengan masker di wajahnya.
Hah?! Reaksi dua gadis lainnya dengan mulut menganga.
"Kehamilan adalah anugerah tapi bagaimana mungkin? Kita ini masih bocah. Lagipula Kakak tidak terbiasa dekat dengan perempuan lain selain orang rumah ini dan kamu Emma" Pendapat Ella.
Ella meletakan penanya kemudian duduk di samping Emma dan mencomot keripik kentang balado dari bungkusan di tangannya.
"Punyamu lebih enak. Yang itu keripik singkong"
Rengek Ella dengan manja. Wajah imutnya benar-benar harus ditambahkan telinga kelinci.
"Diamlah kalian berdua!!! Kalian sudah merusak maskerku ini. Aku kan jadi pengen cicipin juga"
Erine jadi ngiler setelah melihat mereka rebutan keripik balado itu. Persetan dengan cantik. Keriping I'm Coming.
***
Jam 7 malam di meja makan.
"Bagaimana sekolah kalian hari ini?" tanya Arthur Simmons
" Menyenangkan seperti biasa, Ayah" jawab Ella cepat, takut Erine merocos lagi.
"Tidak ada kejadian luar biasa?" Gantian ibu bertanya.
__ADS_1
"Ada, Ibu!" Ella sontak melirik Erine karena kalah cepat menjawab. "Ella salah mengerjakan soal nomor 5. Dia sangat kesal" Lanjut Erine sambil menyuap nasi.
"Hahaha... Tumben adikku ini otaknya lemot" Leon mengacak rambut Ella gemas.
"Berhenti kak. Rambutnya Rlla jatuh keatas nasiku!!!" Erine melolotkan matanya pada Leon.
"Syukurin"
"Hush kalian berdua. Ada Emma di sini, jadi diam sedikitlah. Ini nak. Tubuhmu sangat kurus, jadi makan yang banyak yah?" Ibu menyendokkan lauk yang cukup banyak ke atas piring Emma.
"Terimakasih, Tante"
"Sama-sama"
"Setelah makan, semua berkumpul di ruang tengah. Ada yang akan Ayah sampaikan. Ini Penting"
Tuan Simmons bangun dan meninggalkan meja makan.
"Habiskan makanan kalian" Nyonya Beatrice tersenyum lalu menyusul suaminya.
***
Di Sekolah, jam 7 malam.
"Hanya bertunangan saja heboh begini. Memberondongiku dengan banyak pertanyaan hingga aku kewalahan. Aku ini sudah mirip artis. Hufhhh..."
Kesal gadis itu lalu mengintip sekitar. Setelah dirasanya aman, dia berlari dengan cepat meninggalkan sekolah. Syukurnya Sekolah sudah benar-benar sepi dan juga tidak ada kegiatan malam.
"Tahu begini kan aku tidak usah bertunangan dengannya. Tapi dia lumayan tampan.. hihihi"
Gadis malang. Dia tak tahu seberapa jahilnya Tuan Muda Leon. Bersiap sajalah gadisnya Leon..
***
Hayo tebak Hal "Penting" apa yang akan Tuan Simmons bicarakan dengan anggota keluarganya?
Readersku tersayang, jangan lupa tinggalkan jejak untuk Author kalian ini... πππ Aku mencintai kalian yang sudah menyempatkan diri membacaππ
__ADS_1