Sellena

Sellena
Trik siapa yang lebih unggul


__ADS_3

Pulang sudah hampir jam 8 malam, Ella masih sempat mampir di McD membeli beberapa camilan untuk dirinya dan ketiga penunggu di rumah. Siapalagi kalau bukan Emma, Elli dan Ello? Dia masih belum sempat mendengarkan secara keseluruhan cerita si kembar tadi sore.


"Ck! Aku kira ada pertemuan penting apa ternyata Kak Jeremy hanya mau mengatakan hal itu. Aku juga tahu apa yang sedang aku lakukan" Ella menggerutu sendiri sambil melihat pemandangan kota malam hari. Sungguh cantik.


"Anda ingin di antar kemana lagi nona?" Tanya supir taxi sopan.


"Ke Perumahan Cz. Rumah nomor 23"


"Jauh sekali nona"


"Aku akan membayar lebih kalau begitu jika anda keberatan mengantarku karena jauh"


"Maafkan aku nona. Aku tidak bermaksud begitu. Hanya saja kenapa nona pulang malam jika rumah nona sejauh itu?"


Pak Supir menghawatirkanku? Ah, betapa baiknya bila punya Ayah yang perhatian seperti ini. Ella membatin.


"Nona? Maaf jika saya lancang. Hanya saja tidak semua supir taxi itu baik. Berhati-hatilah jika pulang malam" Nasihat Pak supir taxi tersebut.


"Terimakasih nasihatnya, Pak. Apa bapak punya anak seumuran saya?"


"Dulu ada. Tapi dia sudah meninggal karena bunuh diri. Dia di lecehkan oleh supir taxi yang dia naiki. Dia depresi berat karena dilecehkan dan membuahkan kehidupan baru padahal dia masih belia" Wajah Pak Supir berubah sendu.


Jadi itu alasan kenapa si supir berusaha menasihatinya?


"Hiks... Apa pelakunya sudah ditangkap?" Mendengar curhatan si bapak, tidak terasa air matanya jatuh.


"Nona menangis? Pelakunya melarikan diri dan masih menjadi buronan. Kadang kalau mendengar kasus pelecehan, aku masih mengira pelaku yang sama. Lain kali mintalah orangtua yang menjemput"


Seandainya orangtuaku peka dan peduli. Ella hanya mengangguk dan tersenyum manis.


Perjalanan kali ini tidak terlalu membosankan. Tidak terasa, supir telah memarkirkan taxi tepat di depan gerbang rumah Ella.


"Ini rumah anda nona? Bukankah pemilikinya sudah meninggal?"


"Bapak tahu tentang ibu saya?"


"Tentu saja. Beliau adalah pengusaha wanita yang sukses dan juga seorang yang saya kagumi. Jadi nona ini apakah putrinya?"


Senang rasanya ada yang masih mengingat tentang Mom.


"Perkenalkan saya Ella. Saya adalah putri tunggal dari Nyonya Marie Willem. Ini rumah kami. Agak terpencil karena Mom tidak suka kebisingan"


"Ternyata gadis kecil yang selalu Beliau bawa saat wawancara adalah nona ini. Maaf saya harus pamit karena istri dan anak sudah menunggu"


"Eh!? Tunggu Pak. Ini karena Bapak sudah menghibur saya, masih mengingat Almarhumah Ibu dan juga mengantar saya dengan selamat. Ah, bahkan Bapak menasihati saya seperti Ayah pada Putrinya" Ella memberikan sedikit bingkisan pada Supir taxi tersebut.


"Tapi Nona..."


"Bawa pulang dan berikan untuk anak-anak. Anggap saja itu THR" Ella langsung berlari masuk ke dalam takut si Bapak menolak lagi pemberiannya.


"Astaga. Bukankah ini Burger yang akan nona itu bawa untuk makan malam? Dan ini? Segepok uang?" Si supir masih terhenyak di tempat duduknya. Dia tidak menyangka gadis yang seumuran dengan Putrinya yang telah meninggal itu sungguh bermurah hati.


Semoga rejekimu berlimpah, Nak. Doa tulus Supir taxi tersebut.


***


"Apakah kalian marah karena Burger kalian sudah Mami berikan pada supir taxi tadi?" Tanya Ella takut-takut pada si kembar yang menamlilkan wajah datar kali ini. Bahkan Emma juga ikut-ikutan.


"No, Mom. Mom the best" Elli spontan melompat ke pelukan Ella dan mencium pipinya lembut.

__ADS_1


"Apakah mami berpikir kami akan marah? Kami sudah sering makan Burger bahkan sedikit bosan. Opsss,,, Keceplosan hehehe... Tapi anak pak supir mungkin belum pernah makan. Mami melakukan hal baik pasti akan mendapat Berkat" Ello memberikan dua jempolnya pada Ella.


"Uwahhhh Syukurlah. Mami kira kalian akan mendiamkan mami melihat wajah beringas kalian"


"Bukan begitu El. Kami hanya kesal melihat kelakuan Adriana. Bagaimana mungkin dia membahas mahar perkawinan saat kau tidak ada? Menjengkelkan"


"Jangan bilang kalian belum makan malam. Ini sudah hampir pukul 9 loh"


"Bagaimana kami mau makan jika Kak Adriana selalu saja menyebut uang, uang, dan uang lagi. Nasi yang kami kunyah bahkan tersangkut di tenggorokan"


"Oh begitu!? Bicara mas kawin saat aku tidak ada. Bagus! Lain kali kita taruh saja tokek di kamarnya"


"Aku membeli ular derik mainan dia bisa bergerak" Ello mengeluarkan ular dari dalam tasnya.


"Singkirkan ularnya. Uwahhhh...." Dua Mami perkasa itu ternyata takut pada ular. Mereka bahkan sudah melompat naik di atas kepala tempat tidur. Si kembar hanya menepuk jidat pelan. Mau kesal tapi kalau mereka kesal, mungkin mereka tidak akan dapat uang jajan lagi.


"Ini ular mainan" Elli meraih ular tiruan itu dan menentengnya.


"Tetap saja ular. Huwah aku takut ular. Mama.... selamatkan aku dari ular" Tunjuk Emma pada ular ditangan Elli.


Plak! Emma menggeplak kepala Emma dengan kuat.


"Apaan sih? Sakit tahu!"


"Ular begitu saja kau teriak. Mudah-mudahan 'ularnya' Kak Jackson sama ganasnya dengan itu. Kau dipatok terus koma deh"


Dia menggeplak kepalaku sedangkan dia sendiri juga takut ular. Ini nih kerjaan sesama phobia. Saling meledek. Emma mengelus pelan kepalanya yang nyut-nyutan. Mau menggeplak balik tapi takut Ella mengeluarkan jurus teriakan mautnya.


"Akh!" Teriak Ella saat Emma dengan sengaja mempiting lehernya gemas. Mereka kemudian bergulat seru di atas ranjang.


"Hahahaha...." Si kembar tertawa kencang melihat kelakuan kedua mami mereka yang tampak seperti singa karena rambut yang awut-awutan. Ella dan Emma sendiri ikut-ikutan tertawa sambil meraba rambut beringin mereka.


Tiba-tiba Ella bangkit dari tempat tidur kemudian memeriksa tablet yang tersambung dengan kamera tersembunyi di kamar Adriana. Tampak Adriana sedang menelepon Richard untuk memberinya beberapa obat.


Haih trik lama dan membosankan. Obat perangsang. Apa tidak ad sesuatu yang lebih menantang? Emma ikut berkomentar dalam hati saat mengintip apa yang ditonton Ella.


"Ayo bermain, May. Kau jago dalam hal memutarbalikan fakta kan?"


Si kembar hanya memandang kedua maminya dengan penasaran. Urusan orang besar. Mereka berdua akhirnya menyerah untuk tahu apa yang akan dilakukan kedua mami. Apapun yang mereka lakukan pastilah untuk mempertahankan diri.


"Ayo turun. Mami akan memasak untuk kalian. Belum terlalu terlambat untuk makan malam" Ella menggandeng Elli sedangkan Emma menggandeng Ello.


Mereka kemudian masuk dapur dan memasak beberapa hidangan. Akhirnya Ella ikut makan kembali bersama mereka setelah melihat ketiganya lahap menikmati masakannya.


Selesai makan, merek berbincang dan bercanda beberapa saat. Si kembar kemudian pamit pada kedua maminya dan menghadiahi mereka ciuman selamat tidur.


***


"Apa rencanamu tentang Adriana?"


"Jika kau setuju, kau bisa membantuku untuk mendapatkan beberapa potong pakaian dalam dan baju seksi yang dia punya"


"Heh? Mau apa kau dengan barang-barang pribadinya?" Emma kaget ketika tahu apa yang Ella suruh dia lakukan.


"Bermain trik dan melihat milik siapa yang lebih unggul. Kau sendiri tahu untuk apa meminta obat perangsang pada Richard? Tentu saja mau mencampurkannya dalam minumanku kemudian mempermalukanku saat pesta pertunangan"


"Lalu pakaian dalam untuk apa?"


"Mau kugantung di depan hotel. Heh, tidaklah. Kau akan tahu pada saatnya nanti. Aku harap kau jangan tertawa sampai mules yah?" Ella mengingatkan kebiasan Emma yang menertawai orang sampai jungkir balik.

__ADS_1


"Hahahaha... Ada drama komedi yah dinikmati dong! Bila perlu aku sebarkan video mesumnya agar dia tidak macam-macam denganmu"


"Jangan. Akan ada saatnya video itu akan sangat berguna. Menjatuhkan ketiganya bersamaan"


Ting! Notifikasi dalam tablet milik Ella memberitahunya bahwa ada pesan masuk.


"Dhaebbak! Malam-malam begini Richard masuk kamar Adriana bersama si nenek sihir tanpa Adriana ketahui? Wahhh keren"


"Akh! Mata suciku!" Tutup Emma pada sebelah matanya tapi mata lain tetap menonton apa yang dilakukan dua insan beda umur tersebut.


"Ini gila kan May? Kemana si Adriana coba? Bahkan Tuan Roberto tidak tahu bagaimana laki-laki brengsek itu masuk dan mencumbu istrinya ganas"


"Sepertinya lewat jendela. Nanti kita periksa CCTV di halaman samping. Eh, Si tante tidak lelah yah dia saja yang main sendiri"


Plak! Geplakan kedua sukses mendarat.


"Mainnya berdua tuh lihat. Lihat! Tapi aktifnya sendirian. Hahahahha"


"Heh, berani yah sekarang sama aku? Sini kita gulat"


"Gulat atau keripik? Pilih yang mana?" Goda Ella dengan sebungkus keripik kentang di tangannya.


"Gulat untuk mendapatkan keripik" Emma tidak peduli lagi kedua orang yang sibuk mandi keringat di dalam video. Dalam otaknya hanyalah keripik yang sangat menggugah selera tersebut.


"Hap.. Hap.. Kriukkk" Renyahnya keripik dan suara dua orang gadis yang saling bergulat memperebutkan keripik tersebut.


Habis bergulat dan tidak ada yang menang, keduanya mengatur napas dan tiduran di lantai beralaskan karpet empuk. Lupa akan tontonan hot tadi.


"Ini buatmu" Ella akhirnya mengalah.


"Tidak berminat lagi. Keripiknya hancur" Emma menggeleng pelan sambil mengatur napasnya.


"Kalau begitu biarkan saja di sini. Ayo kita tidur"


"Heh? Tontonan gratis ini masih ada"


"Sudah biarkan Camael menyimpan datanya sendiri"


Camael adalah nama untuk perangkat komputer yang Ella punya. Tersambung langsung ke CCTV, kamera tersembunyi dan juga beberapa alat di dalam kamar itu. Camera Emma Ella itulah kepanjangannya. Karena yang bisa mengaksesnya hanyalah mereka berdua. Di sana tersimpan beberapa data dan juga video termasuk video kecelakaan Edgar yang entah dengan cara apa Ella bisa memperolehnya dari Jackson padahal Jackson sendiri menyembunyikannya rapat tak ingin ada orang lain yang tahu.


"Okelah!" Emma langsung merebahkan dirinya di kasur setelah mematikan video dan membiarkan Camael melakukan tugasnya.


Sedangkan Ella? Tentu saja memikirkan rencana selanjutnya mengenai Derbaltroz dan juga Roberto sekeluarga. Dia akan memberi mereka kejutan dengan porsinya masing-masing. Dipastikan mereka akan sangat puas dengan kejutan manis dan salam sayang darinya.


***


Truth or Truth... Ayo bermain!



Tokoh yang kalian sukai?๐Ÿ˜


Tokoh yang paling dibenci?๐Ÿ˜ 


3.Tokoh yang ingin ditambahkan?โ˜บ


4.Rekomendasi jalan cerita๐Ÿค—


5.Kritikan buat Author ๐Ÿค“๐Ÿ™

__ADS_1



Salam ELughta๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2