
Ella tertidur di pelukan Steven karena kelelahan. Tapi begitu masuk Rumah Sakit, dia segera tersadar. Dia sangat familiar dengan bebauan di sana sehingga tidak bisa tidur lagi.
Steven yang melihat Ella sudah sadar mencoba untuk menyembunyikan wajah cantik itu sehingga semua orang tidak tahu bahwa dia sudah siuman alias bangun. Biarlah mereka mengira Ella masih pingsan.
Begitu merasakan empuknya brankar, Ella memejamkan matanya lagi. Sayup-sayup dia mendengar Brenda dan Brandon bicara dengan Tuan Willem.
"Maaf karena berteman denganku, Elleane harus mengalami hal ini. Aku janji tidak akan terjadi lagi" Ucap Brenda dengan nada bergetar.
"Jauhi dia!" Sepenggal kalimat bak petir di siang bolong. Brenda tertunduk lebih dalam. Rasanya dia ingin menangis.
"Baiklah. Aku akan menjauhinya tapi kerjasama kita juga berakhir. Tuan silahkan mencari suplier lain" Brenda berani angkat suara. Bagaimanapun dia adalah pemilik Black Rose Queen yang harus tegas.
"Kau mengancamku?"
__ADS_1
"Tidak mengancam. Hanya memberi penawaran" Brenda kini tersenyum percaya diri dihadapan Tuan Willem.
Seketika kata-kata Brenda mematahkan pikiran Reader bahwa dia adalah pelakor 🤣🤣. Apa Brenda cocok menjadi pelakor? 🤔
Pantas menjadi teman baikku jika bisa bertahan di sampingku. Ella menahan senyumannya.
Setelah diinfus, Ella merasa sangat mengantuk jadi dia tertidur lagi. Sebelumnya, dia sudah melepaskan beberapa robot kecil agar sewaktu-waktu, bisa membangunkannya bila ada bahaya.
Steven yang melihat Ella tertidur lagi segera menyelimutinya dan mengecup pelan keningnya lalu keluar ruangan untuk menemui Tuan Willem.
***
"Apa saja kerjamu sehingga membuat Elleane bisa disekap penculik hah? Tugas utamamu adalah melindunginya dimanapun dia berada. Jika kau sudah tidak mampu menjadi pengawal, kau bisa mengundurkan diri"
__ADS_1
Steven tidak berani menjawab karena itu juga kesalahannya. Tapi yang menjadi pertanyaannya, dimana semua pengawal bayangan sehingga membuat Ella tertangkap penculik.
"Jika terjadi sesuatu dengannya, aku habisi kau. Dia sangat berguna bagiku. Pion seperti itu, aku tidak bisa kehilangannya" Tuan Willem berbalik badan lalu pergi.
Hanya pion? Bagaimana jika kau tahu bahwa dia adalah putrimu? Heh.. Kau mungkin akan menyesal seumur hidup. Steven mencibir dalam hati melihat keangkuhan Tuan Willem yang diluar sana terkenal dengan kedermawanannya.
***
Setelah beberapa hari dirawat, Ella sudah diijinkan pulang oleh dokter. Setelah lewat satu hari, mereka akhirnya kembali ke negara A menggunakan jet pribadi. Hanya dia, Steven dan dua pengawal.
Tuan Willem? Hanya memukuli Steven lalu meninggalkan Rumah Sakit tanpa mau menjenguk Ella. Intinya Ella masih hidup, itu saja sudah cukup. Jika Ella hidup, dia akan terus menjadi Elleane dan Elleanenya akan aman.
Cih! Ternyata aku sama sekali tidak berharga. Hanyalah pion. Ella tersenyum pahit setelah melihat rekaman di Rumah Sakit.
__ADS_1
Tapi pion inilah yang menyelamatkan masa depan putrimu, Tuan Willem. Hidup putrimu ada ditanganku. Jika aku mau, aku bisa saja mengacaukan semuanya dan mengekspos keberadaan putri aslimu yang masih koma. Well, berapa banyak musuh yang akan mencoba menyerangmu, hm!!?? Smirk menyeramkan itu tercetak jelas di wajah Ella.
Steven menduga Ella sedang berusaha membuat rencana baru. Jika sudah sampai rumah alias markas barulah dia akan bertanya mengapa Ella membiarkan dirinya diculik.