
"Ibumu belum mendengar penjelasanku tapi sudah berlari pulang. Ayo susul dia" Attala mengggenggam tangan Brenda di sebelah kanan dan tangan Ella di sebelah kiri.
Ella dan Brenda saling berpandangan dan berkomat-kamit melemparkan pertanyaan yang mereka sendiri tidak bisa menjawabnya. Aku siapa? Aku di mana? Apa yang terjadi? Kriiikkk kriiikkk jangkriikk...
Brenda duduk di depan dan Ella duduk berdampingan dengan Tuan Attala Rizona di belakang. Ella hanya diam tidak banyak berbicara karena masih memikirkan semua yang terjadi begitu tiba-tiba.
***
Meiya menangis sesegukan di sofa ruang tamu. Brandon masih setia menemaninya hingga langkah kaki terdengar memasuki ruang tamu. Meiya menatap malas tiga manusia itu. Ketika akan bangkit untuk pergi ke kamar, Attala dengan sigap menahan kepergian istrinya.
"Duduklah dengan tenang dan dengarkan penjelasanku"
"Penjelasan apa lagi, hah!?? Semua sudah jelas. Kau berselingkuh lagi sehingga menghasilkan dia. Berapa jalang lagi yang akan kau bawa masuk rumah ini? Kurang baik apa aku!?? Huhuhu..." Meiya menangis dengan kencang. Attala memijat pelipisnya pelan.
"Maka dari itu dengarkan aku menjelaskannya"
"Tidak usah dijelaskan! Dia juga pasti sama. Berasal dari wanita yang menggodamu"
Brenda yang mendengar itu wajahnya seketika memerah. Dia menahan tangisnya.
"Aku bertahan bersamamu beberapa tahun ini sambil membesarkan anak wanita simpananmu. Apa dia juga akan berubah menjadi wanita penggoda seperti ibunya?"
"Cukup, Mom! Aku mohon dengarkan penjelasan Dad terlebih dahulu" Brandon menaikan nada suaranya.
__ADS_1
"Kau bahkan membelanya juga. Apa dia menggodamu? Dia memberikan tubuhnya? Ataukah gadis di sebelahnya yang membujukmu?"
Astaga Tante ini nonton Sinetron terlalu banyak. Ella mengeluh dalam hatinya.
"AKU BILANG DIAM!!! DUDUK TENANG DAN DENGARKAN INI BAIK-BAIK!!" Tuan Attala meneriaki istrinya yang berujung bungkamnya mulut Meiya.
Ella dan Brenda juga berjengit kaget karena suara Tuan Attala benar-benar bisa membuat telinga berdenging.
"Kau masih ingat saat aku hilang selama beberapa bulan? Saat menyelidiki kematian bibiku, aku dijebak oleh beberapa orang menggunakan obat perangsang setelah mendapat beberapa tembakan. Kau tahu aku benar-benar sekarat saat itu. April menemukanku di tempat sampah saat sedang bersembunyi. Dengan kebaikan hatinya dia membawaku pulang"
Attala menghela napasnya kemudian melanjutkan.
"Dia seorang calon dokter sehingga dia ingin mengeluarkan peluru dari tubuhku. Dia mengoperasiku dengan peralatan seadanya di kamar sewaannya yang begitu sempit. Obat perangsang itu makin kuat. Dia tidak mungkin merendamku di dalam bak mandi yang dingin karena akan membuat lukaku terinfeksi sehingga dia mengorbankan dirinya sendiri untuk menyelamatkanku dari rasa tersiksa"
"Aku pergi sebelum dia bangun. Sungguh kurang ajarnya aku karena merenggut sesuatu yang berharga darinya. Aku diobati, di beri kepuasan, lalu pergi dengan membawa beberapa lembar uang yang aku ambil dari dompetnya. Aku hanya sempat melihat tanda pengenalnya. Aprily Brenda. Itulah mengapa aku memberi nama putrinya dengan namanya sendiri"
Attala kemudian mengangkat dagu Meiya dan menatap dalam mata isterinya itu.
"Kau ingat saat kita bertamasya dan Brandon mengejar bola ke arah jalanan? Saat itu tiba-tiba saja muncul beberapa penjahat yang disewa orang untuk menculik Brandon, aku mencoba melawan mereka dan tersisa dua orang. Satunya memegang senjata ingin meledakan kepala Brandon dan saat itukah April muncul bagaikan malaikat entah darimana menahan beberapa tembakan untuk Brandon. Aku yang kaget hanya bisa melumpuhkan mereka dengan tendangan tapi Brandon kemudian mengambil senjata itu dan meledakan kepala mereka tanpa berkedip"
Meiya makin berurai air mata. Bagaimana bisa akhir cerita seperti ini?
"Itu pasti bohongkan? Itu hanyakah tipuan wanita itu untuk mengelabuimu"
__ADS_1
"Tanyakan pada Brandon kejadian hari itu. CCTV di jalan itu juga berfungsi dengan baik. Aku bisa memberimu bukti. Kau hanya tidak melihat seluruh kejadian karena saat kau tiba di sana, aku sudah membereskan semua penjahat dan Brandon berdiri dengan tatapan kosong"
"Saat tiba di rumah sakit, dokter tidak mengijinkan kami masuk ke ruang operasi sehingga kami hanya menunggu di luar. Setelah operasi dokter keluar dengan wajah berbinar bahwa operasinya berhasil dan aku akan punya seorang adik karena mereka berpikir gadis itu adalah ibuku. Tapi sejurus kemudian raut wajah dokter tidak mengenakan. Dia berkata bahwa gadis itu mengalami koma karena ada satu peluru yang menembus tempurung kepala" Brandon berurai air mata saat menceritakan kisah penyelamat hidupnya.
"Selama 5 bulan dia bertahan dengan segala macam selang yang menunjang kehidupannya hingga perutnya semakin membesar dan Brenda siap dilahirkan. Kami sangat berharap keajaiban bahwa Brenda lahir dengan selamat dan ibunya bisa membuka mata tapi sayangnya dia pergi selama-lamanya tanpa sempat memberi nama untuk bayi yang dikandungnya. Sungguh sebuah benang merah karena aku Brandon dan dia Brenda. Jadi Mom, tanpanya tidak akan ada Dad dan aku saat ini. Mom harus bersyukur dia hanya meninggalkan kenangan untuk kita dalam sosok Brenda saat ini"
Meiya menatap Brenda yang memiliki wajah hampir mirip dengannya saat muda. Dia berdiri dan berjalan gontai ke arah Brenda. Menarik gadis itu ke dalam pelukannya sambil bibirnya terus menerus mengucapkan kata maaf dan terimakasih. Brenda membalas pelukan itu dengan hangat.
"Dan untuk Ella, dia adalah putri sepupuku sehingga bisa dianggap putriku juga" Attala bicara tanpa beban sehingga mendapat pelototan dari istrinya.
"Astaga jadi aktor saja sana. Sangat senang membuatku marah, hm!?"
Attalah mendapat cubitan manis di pinggangnya. Attala hanya meringis pelan.
Syukurlah dia sepupuku.. Brenda memeluk Ella sayang.
Sepupu? Ini mimpi kan? Brandon malah mencubit pipinya meyakinkan diri bahwa dia tidak akan pernah bisa menikahi Ella.
"Ternyata debaran yang selama ini kurasa hanyalah perasaan di antara saudara saja" Brandon berbisik dalam hatinya tidak tahu harus senang atau sedih.
Sedangkan Ella melongo tidak percaya bahwa dia akhirnya bertemu dengan saudara ibu, Pamannya.
Meiya yang melihat Ella kikuk sedari tadi langsung berinisiatif menggandeng Ella dan Brenda dengan kedua tangannya agar menikmati makan siang yang sempat hancur gara-gara drama keluarga mereka yang bisa saja menjadi Sinetron Ikan Tenggelam.
__ADS_1