Sellena

Sellena
Leon Bertunangan 1


__ADS_3

Author datang dengan membawa masalah๐Ÿ™„๐Ÿ™„ hehehe... ๐Ÿ˜๐Ÿ˜Masalah yang sebenarnya mulai muncul.....๐Ÿค” Happy Reading Para Readersku sekalian.... ๐Ÿค—๐Ÿค—Jangan lupa like dan komen yah yang membangun cerita Novel ini.... ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


***


5 tahun telah berlalu. Umur Ella sekarang adalah 13 tahun sama seperti Erine dan Kak Leon 18 tahun. Leon telah menyelesaikan sekolah menengah atasnya.


Kabar yang mengejutkan datang dan menghampiri telinga Ella. Kakak laki-laki kesayangannya akan bertunangan dengan putri keluarga Rein.


Bukannya Ella tidak senang tapi dia hanya tak rela bahwa lelaki yang sangat disukainya akan menjadi milik orang lain. Perhatian Leon pastinya akan terbagi.


"El, Ibu membelikan kita baju. Kita akan memakainya di pesta pertunangan Kakak besok malam"


"Letakkan saja di situ, Rin" ucap Ella acuh


" Hey.. Kau kenapa?" Erine panik sebab tak biasanya sahabatnya itu murung.


"Uhh kau ini. Kebiasaan heboh. Aku sedang mengerjakan tugas Kimia tentang susunn karbon. Bisakah kau kecilkn volume suaramu itu?"


"oh, baiklah. Aku kira kau sedang marah karena Kakak akan bertunangan tanpa pemberitahuan yang resmi"


Tepat sekali aku sedang marah!!


"Tentu saja tidak. Hari baik akan segera datang" Lain di mulut, lain di hati.


" Tapi setelah bertunangan, Kakak akan pergi ke negara A untuk melanjutkan studi"


"Hehehe... Aku tahu kau bahagia karena setelah ini kau akan kehilangan seorang kakak yang jahil"


"Tapi kau lebih sedihkan? Secara Kakak adalah perhatian utamamu selama ini"


Deg!


"Aku sedih? Tidak mungkin"


Ella mulai berkilah lagi.


"Jangan bohong, hehehe. Aku tahu kau suka pada kakak, kan?. Mungkin kau sudah cinta juga" Erine mencolek lengan Ella.

__ADS_1


"Tentu saja aku suka. Dia kan Kakak kita. Apa kau tak menyukainya juga? Kalau soal cinta, kita ini masih bocah. B-O-C-A-H!!!"


"Hehehe, cinta tak mengenal umur, saat ini kita masih bocah, tahun depan kita sudah tuahhh... Apa kau tau? Gadis cantik sepertiku ini akan benar-benar memiliki banyak pacar. Dan juga aku bisa merekomendasikan pasangan yang cocok buatmu"


Ella hanya mendengarkannnya melalui telinga kiri lalu keluar lagi lewat telinga kanan. Erine adalah salah satu korban Sinetron Pernikahan Di Bawah Umur.


Ella kembali merenung lagi saat Erine mengoceh tentang pria tampan di sekolah mereka.


Ella tidak bisa mendefinisikan dengan tepat perasaannya pada Leon. Awalnya dari rasa terima kasih, berubah menjadi ketergantungan dan sekarang adalah rasa kagum.


Dia benar-benar sayang pada keluarga Simmons. Tanpa mereka dia mungkin masih menderita seperti 5 tahun lalu.


Ella sedih tentu saja. Sosok jahil itu akan jauh darinya. Tidak akan ada yang berkomentar tentang dirinya. Tidak akan ada lagi yang menyanyikan lagu. Kakaknya akan menjadi milik orang lain. Kenangan indah berkelebat dalam pikirannya.


"Aku akan mencontek pekerjaanmu"


Erine menarik buku yang Ella pegang hingga membuyarkan semua lamunan indahnya. Tarikan itu membuat Ella kembali ke dunia nyata.


"Huh enak saja. Kerjakan dahulu nomor yang kau tahu, sisanya tanyakan padaku atau Kak Leon. Jangan mencontek lagi. Kau akan kesulitan saat kita pisah kelas nanti!"


"Tentu saja kita takkan berpisah. Kita kan Best Friend Forever. Terbukti sudah 5 tahun kita masih sekelas. ehehehe..." Erine nyengir.


"Hmmm? Tentu saja tidak. Aku ini anak yang baik dan rajin tidak mungkin mau merepotkan ayah. Karena Ayah kita yang tajir, tampan kece abis itu akan mendatangkan badai di sekolah. Guru-Guru perempuan bakalan menganga sampai ileran. Apalagi guru yang jomblo, hadeuh... Pura-pura pingsan pas Ayah lewat"


"Hahahhaa... Yah sudah, salinlah!"


Ella akhirnya mengalah karena Erine akan terus mengoceh apabila keinginannya belum tercapai.


***


Sore hari di ruang tamu.


"Sayangku berdua,kemarilah. Kalian sangat cantik sore ini"


Puji Ibu dengan tulus.


"Tentu saja. Kedua tuan putri ini, khusus berdandan cantik untuk merayakan Kakak tersayang yang akan menjadi milik orang lain. Oh yah, kami akan membuat semua orang kagum"

__ADS_1


"Diamlah pendek, kau akan membuat tamu mengira kami memelihara tuyul"


Leon datang duduk bergabung dengan Ella dan Erine. Ibu pamit untuk melihat penampilan Ayah di kamar.


"Huh, aku sudah pakai high heels ini demimu, Kak" Erine menunjukkan heelsnya yang berukuran 5 cm.


"Tetap saja pendek. Kau harus banyak minum susu sapi berkalsium tinggi sehingga bisa tinggi seperi Ella. Ella, Kau cantik malam ini"


"Tentu saja cantik, aku yang mendandaninya"


Puji Erine pada dirinya sendiri. Ella hanya ikut tertawa dan sesekali menimpali saat kakak beradik itu adu usil.


Leon yang lebih tua 5 tahun dari mereka itu terlihat seperti seumuran. Tak terlihat bahwa dia akan bertunangan malam ini.


Yah, 18 tahun umur Leon saat ini. Masih terlalu muda untuk bertunangan. Tetapi mengapa pertunangan itu dilaksanakan secepat ini? Leon juga tak terlalu mempermasalahkannya.


Gadis yang akan menjadi tunangannya pun entahlah bagaimana tampang dan sifatnya. Apa dia bisa meladeni sifat usil Leon atau tidak. Misteri ini akan terkuak pada saatnya nanti.


***


Di tempat lain. Di negara S.


"Suamiku, apakah kita tidak akan mencari keluarga Marie?"


"Aku harus mencarinya kemana?"


"Gunakan saja anak buahmu yang banyak itu. Bila perlu pakai kekuatan dunia bawah. Aku tahu kau bos beberapa perusahaan. Carilah di seluruh dunia. Termasuk di negara yang ditempati Kak Rosie dan juga telusuri rumah sakit tempat kita bertemu dengannya"


"Baiklah sayang. Kau jangan bersedih lagi"


"Tapi aku punya harta berharganya"


"Biarlah dia hidup melaluimu. Aku juga berhutang maaf padanya."


"Hiksss"


***

__ADS_1


Siapakah Suami Istri yang sedang berbincang tersebut? Mereka mengenal Rosie dan Marie? Apa hubungan mereka berempat??


Jawaban pertanyaan di atas ada di episode selanjutnya.


__ADS_2