Sellena

Sellena
Kejutan di Hari Pernikahan 1


__ADS_3

Sebulan telah berlalu dan persiapan pernikahan sudah selesai. Foto Prawedding sudah di pajang di ballroom hotel Baltroza. Tamu yang diundang tidak sedikit.


Demi keamanan, Ella memerintahkan bawahannya untuk menyamar menjadi tamu undangan. Emma, Renay, Gio dan Vico akan menjadi pengiring pengantin. Tetapi Richard bisa curiga pada Vico yang dahulu pernah menjadi Venus. Akhirnya hanya Emma dan Renay saja.


Ella dan Renay sendiri sudah kembali bersahabat karena di antara mereka tidak ada masalah besar. Ella sendiri sudah melepaskan Leon yang sampai sekarang masih berstatus sebagai kakak angkatnya.


"Kau sangat cantik" Puji Leon saat Ella sedang dirias di ruangan khusus oleh MUA miliknya.


"Kakak bisa saja. Tapi dimana Renay? Dia adalah pengiringku"


"Nona Reiner sedang membetulkan makeup bersama Nona Adamson"


Ella mengisyaratkan para MUA untuk keluar karena memang dandanannya juga sudah selesai.


"Kak?"


"Hm!?"


"Kapan kakak bisa mencintainya? Ayohlah dia sangat mencintai kakak. Bahkan dia hanya memikirkan kakak setiap waktu. Cobalah untuk memberikan hati kakak untuknya sedikit saja"


"Bagaimana aku bisa mencintainya sedangkan aku masih terjerat denganmu?" Leon memeluk Ella dengan erat.


"Aku sudah bilang kalau di antara kita hanyalah hubungan kakak beradik. Aku punya Richard walaupun dia playboy dan kakak juga punya Renay. Hatinya sangat rapuh. Aku tidak bisa membayangkan jika dia patah hati jadi aku mohon kakak lepaskan aku"

__ADS_1


Leon terisak di bahu Ella. Dia tidak rela gadis kesayangannya menikah dengan orang lain tapi dia juga tidak bisa melepas Renay karena bagaimanapun keluarganya turut andil membantu bangkitnya keluarga Simmons.


"Laki-laki harus tegar seperti karang yang digulung ombak kemudian jadilah seperti pasir yang menerima hempasan ombak dengan ikhlas dan menciptakan keindahan bagi penikmat pemandangan" Ella mengusap punggung Leon dengan sayang. Merasa aman dan nyaman dalam pelukan kakaknya.


"Aku tidak bisa"


"Cobalah mencintainya sedikit maka dia akan membalasnya dengan cinta luar biasa. Ketika kakak sudah merasakan indahnya cinta maka percayalah kakak akan menjadi budak cinta" Ella sedikit berkelakar membuat Leon tertawa pelan.


"Baiklah aku akan mencobanya"


Ella merasa lega di dalam hatinya bahwa Leon sudah mau berusaha mencintai Renay.


Di luar ruangan, Renay menyeka air di sudut mata dengan tisu sedangkan Emma sibuk mengusap bahunya. Renay tersenyum manis ada kelegaan di wajahnya. Dia merasa Ella adalah sahabat yang luar biasa.


Emma membetulkan dandanan Renay sebelum masuk ruangan itu. Terlihat Leon yang sibuk memainkan handphonenya dan Ella yang sedang melamun jauh entah tentang apa. Ella tersentak saat handel pintu bergerak dan menampakkan dua bidadari cantik itu. Nampak ada sedikit bengkak di mata Renay. Ella tahu dia mendengar setiap kalimat yang diucapkannya dan dia berharap Renay lebih gencar mengejar Leon.


"Kalian berdandan sangat lama. Aku bosan menunggu sendirian di sini. Masih ada waktu 15 menit sebelum upacara dimulai" Ella melirik jam yang tergantung di dinding.


Leon mengisyaratkan Renay untuk duduk di sampingnya. Tampak bahwa dia sungguh-sungguh dengan janji yang dia ucapkan di hadapan Ella barusan. Sedangkan Renay sudah merona. Emma hanya geleng-geleng kepala.


***


"Semua aman terkendali. Keluarga Dhawn juga sudah hadir" Terdengar suara dari speaker yang berbentuk anting di telinga Ella.

__ADS_1


Camael dia serahkan pada Gio agar Gio bisa mengutak-atik semua rekaman di tempat itu. Terlebih lagi mengenali musuh sebelum mereka berbuat lebih jauh.


"Plan A, Clear!!" Seru seseorang lagi nampaknya itu Venus dengan suara feminim mendayunya berbeda saat menjadi Vico dengan suara barithon menggelegar.


Sepertinya semua beres dan pertunjukan akan segera dimulai. Membiarkan para kawanan berebut tulang dan saling membinasakan. Ella tersenyum penuh arti pada Leon dan Renay.


Keributan di luar ruangan membuat Ella makin tersenyum. Dia tahu hal ini akan terjadi maka dia sudah mempersiapkan semuanya jauh-jauh hari.


"El, ini sangat gawat. Richard melarikan diri!!!" Emma berucap dengan nada tinggi membuat Leon dan Renay hampir jantungan.


"Tenang saja, aku akan tetap menikah hari ini. Cari dan bawa Richard kehadapanku"


"Ok"


"Emma, suruh yang lain. Kau tetap menjadi pengiringku"


Dua orang lain dalam ruangan itu hanya menerka-nerka apa yang terjadi.


Larry Roberto yang malu akhirnya pulang dengan wajah penuh amarah. Dia tidak peduli lagi keadaan Ella. Seharusnya sebagai Ayah dia datang menghibur putrinya tapi dia justru pulang sendiri.


Amber dan Adriana tersenyum puas di sudut ruangan mengabaikan si kembar, Carol dan Jay yang nampak murung mengetahui kakak kesayangan mereka batal menikah.


Tamu undangan juga akan beranjak ketika sebuah pengumuman mengejutkan disampaikan panitia bahwa upacara akan tetap di lanjutkan.

__ADS_1


Ella menggandeng Leon dengan mesra, berjalan di sepanjang lorong dengan senyuman manisnya. Para undangan kini menatap heran seorang pemuda yang menunggu Ella di altar.


__ADS_2