
Menikah? Aku akan terikat dengan Kekasihku selamanya. Mungkin tidak akan ada waktu lagi mengurus Ella. Bagaimanapun aku belum berbuat banyak padanya. Emma merenung sofa. Ella menyadari bahwa Emma diam beberapa hari ini setelah pulang dari rumah Jackson.
Memang tidak ada bekas kemerahan ditubuh Emma. Hanya saja bibirnya yang sedikit membengkak sudah jadi petunjuk kecil cara yang dia gunakan untuk menenangkan Alpaca yang mengamuk tersebut.
"May, kau sakit?" Suara lembut Ella membuyarkan lamunan Emma.
"Tidak. Aku baik-baik saja. Ada yang ingin aku katakan tapi mungkin akan sedikit mengejutkan. Aku minta maaf juga karena aku bukanlah gadia polosmu lagi.. Aku.. aku..." Emma memilin bajunya tidak mampu melanjutkan perkataannya.
"Ada apa? Kau dan Kak J sudah melakukan itu?"
"Tidak.. Tidak... Tentu saja.. Tapi iyah hampir kejadian makanya dia mau bertanggungjawab padaku. Dia bilang dia tidak bisa menahan diri lebih lama lagi"
"Hey, kemari dan peluk aku. Jangan cemberut seperti itu" Ella merentangkan kedua tangannya lebar membiarkan Emma memeluknya.
"Aku kira kau akan marah jika tahu aku seperti ini"
"Aku tidak marah karena aku tahu kau sangat mencintai Kak Jackson kan? Semenjak dia menindihmu di hari itu"
__ADS_1
"Jangan ungkit itu lagi. Sungguh memalukan ketika kalian meneriakinya pedofil dan sekarang dia akan menikahiku"
"Menikah? Kalian akan menikah? Astaga"
"Hehehhe... Mungkin minggu depan kami menikah karena ta-da.... Cincin lamaran sudah dia sematkan"
"Aku sangat bahagia. Aku benar-benar bisa tenang ketika menyerahkanmu pada orang yang tepat"
"Tapi...:
"Ada apa lagi?"
"Masih ada Gio, Chen, Vico dan anak buah lainnya. Ada Paman Raymond juga yang entah kenapa belum menemuiku sampai sekarang. Ada Kak Layla, Kak Henry, Jay, Carol, si kembar juga. Jadi apa yang kau takutkan?"
"Bagaimana jika si Steven mencari masalah denganmu?"
"Steven? Apakah dia akan lebih buas dari harimau? Aku rasa aku bisa menjadi partner yang luar biasa baginya dan juga aku siap dibawa oleh mereka"
__ADS_1
"Kau akan ikut mereka? Kenapa?"
"Coba kau pikirkan baik-baik. Paman Cezare tau aku menggunakan nama Sellena Willem yang artinya aku adalah putrinya juga. Dia menawarkan pelatihan dan juga kuliah gratis padaku asalkan aku mau menjadi gadis yang menjadi pengganti putrinya"
"Itu adalah tawaran yang sangat menggiurkan tapi apa kau sudah memikirkan resikonya?"
"Tidak akan ada resiko justru aku sangat diuntungkan. Pelatihan dan kuliah gratis di luar negeri. Kau juga akan menikah jadi aku tidak khawatir lagi"
"Lalu Kak Chen, Gio dan Vico bagaimana?"
"Mereka akan tetap berada di sini mengelola perusahaan dan juga mengawasi keadaan. Aku akan menyempurnakan fitur Camael sehingga bisa digunakan di luar Ipad"
"Apakah Tuan Roberto akan mengijinkanmu?"
"Siapa yang ingin punya anak cacat? Mereka hanya akan memilih membiarkanku pergi agar rasa malu mereka berkurang. Hubungi Tuan Derbaltroz tua dan atur pertemuan lalu usahakan dia setuju mengirimku ke luar negeri untuk berobat dengan biaya ditanggung olehnya. Berikan dia rekaman Nick dan Laura sebagai hadiah pertemuan. Katakan padanya jika tidak ingin harta itu jatuh ke tangan yang salah maka bekerjasamalah dengan kita"
"Stttt... Ada orang yang datang. Akan aku usahakan semua berjalan sesuai keinginanmu" Emma mengedipkan matanya kemudian menyelimuti Ella agar Ella tidur kembali sedangkan dia membuka pintu dan tidak melihat ada orang kecuali perawat yang berlalu lalang.
__ADS_1
Ternyata hanya perawat. Aku menjadi curigaan akhir-akhir ini. Emma menutup kembali pintu dan duduk di sofa sambil memakan camilan.