Sellena

Sellena
Ratu Drama


__ADS_3

"Siapa kalian?"


Itu bukan pertanyaan tapi lebih seperti teguran halus pada beberapa orang yang dengan santainya duduk di sofa dalam rumahnya. Mata Ella nyalang menatap salah satu penikmat keempukan sofanya.


"Selamat datang di keluarga Roberto, anakku sayang" Ucap seorang wanita.


"Siapa yang menjadi anakmu? Aku? Atau dia?" Tunjuk Ella pada wajahnya kemudian Emma.


"Tentu saja dirimu, Arquela Roberto"


"Maafkan aku tapi Mommyku sudah meninggal dan juga orangtua angkatku adalah Arthur Simmons dan Beatrice Simmons"


Wanita itu menghela napas lalu beranjak untuk mengajak Ella duduk. Ketika dia mencoba untuk memeluk Ella, gadis itu menghindar sehingga dia agak terhunyung ke depan.


Gadis keparat. Umpatnya dalam hati. Tetapi 2 orang anak manusia tanpa rasa bersalah yang juga duduk di sofa itu justru tersenyum puas. Laki-laki dewasa berusia sekitar 40an berdehem keras membuat Ella menoleh padanya.


"Anda siapa?" tanya Ella sambil bersedekap.


"Begitukah caramu bicara pada ayah kandungmu?"


"Ayah? Kandung? Anda hanya menyumbang zigot untuk kelahiranku dan menempelkan nama Roberto saja. Di mana anda saat kami terpuruk?"


"I..i..itu... Ayah sedang..."


"Anda sibuk dengan keluarga besar anda ini bukan? Wah, anda pasti sangat sibuk Tuan Larry Roberto. Aku paham kok"


"Sudahlah itu sudah menjadi masa lalu. Tapi mengapa kau membawa seorang gadis lagi? Rumahku bukan panti asuhan" tutur Larry dengan nada congkaknya.


"Hahahah.. Rumah anda? Ah, anda sudah pikun rupanya. Banyak anak membuat lupa diri. Perlu aku ingatkan bahwa ini adalah kediaman Marie Willem kalau anda lupa. Rumah ini adalah milik Mommy jadi terserah aku membawa gadis dari manapun. Anda hanya perlu berpikir tentang kebahagiaan keluarga anda. Jangan pedulikan aku, sama seperti 12 tahun ini. Emma, ayo ikut aku" balas Ella sengit.


Merasa tertohok dengan ucapan putrinya itu, Larry hanya bisa bungkam dan memilih membaca koran, malas memarahi kedua anaknya yang tertawa cekikikan.

__ADS_1


Dan wanita yang perutnya mulai membengkak itu duduk bersandar pada suaminya dan memunculkan tingkah laku imut yang membuat orang lain ingin muntah.


Ingat umur, tante.😅


Suamiku, anakmu ingin makan masakan buatan Ella. Bisakah?"


Menggunakan kehamilannya yang berusia 5 bulan itu untuk mengerjai Ella.


"Mintalah makanan yang lainnya. Ella tidak mungkin bisa memasak. Jika bisa pun aku takut tidak bersih dan mempengaruhi kesehatan calon anakku" Sergah Larry dengan cepat.


" Pokoknya anakmu ingin makan masakan Ella"


Aku tidak akan membiarkan dia tinggal gratis di rumahku.


Bukan rumahmu, tante. Ngehalu, deh 🙄


Wanita rubah ini lupa bahwa dia sedang mengklaim rumah milik Marie Willem. Semoga dia cepat sadar 🙏


Mari kita lihat trik apa yang kau mainkan, bibiku tersayang. Smirk aneh terbit di wajah Ella yang imut.


***


"Anda ingin makan apa, Bibi?"


Tanya Ella langsung ketika bertemu dengan Bibi Amber.


"Bisakah kau memanggilku ibu?"


"Cih! Ibuku hanyalah Beatrice Simmons sampai kapanpun"


"Tapi aku adalah istri ayahmu juga"

__ADS_1


"Sebelum jadi istri Tuan Robert, anda adalah sepupu Mom. Jadi panggilanmu adalah Bibi. Jadi, sebutkan saja makanan yang adikku ini ingin makan sehingga pelayan dengan tergesa seperti diburu setan, mengetuk pintu kamarku dengan tidak sabaran. Hampir saja pintunya jebol loh?" Ella bersedekap lagi.


"Terserah kau saja"


Setelah berbincang dengan cukup panas, keduanya menuju tempat masing-masing. Di dapur sudah ada Emma dan 3 orang pelayan. Mereka menunduk hormat pada nona muda yang sebenarnya.


"Jangan sungkan padaku, karena aku akan membutuhkan banyak bantuan kalian. Kalian pasti sudah tahu siapa aku sebenarnya. Ini temanku Emma. Kalian juga harus menganggapnya nona muda rumah ini sama sepertiku. Satu lagi, awasi gerak-gerik penghuni rumah ini dan lapor padaku. Kamu, siapa namamu?"


Tanya Ella pada salah satu pelayan yang terlihat muda.


"Namaku Gracia. Umurku 19 tahun"


"Nah, Kak Gia, itu panggilanku untukmu. Awasi Nyonya Besar secara seksama. Paham?"


"Paham, Nona"


"Oke. Aku tidak tahu bibi ingin makan apa, jadi bantu aku memasak. Ini juga demi adik di perutnya itu"


" Siap laksanakan, Nona"


***


Dengan bantuan pelayan, Ella dan Emma berhasil membuat beberapa hidangan dalam kurun waktu 1 jam. Setelah selesai menata, dia menyuruh pelayan memanggil bibinya itu untuk makan siang.


Yang duduk di meja kini bukan hanya si bibi tapi mereka sekeluarga. Larry duduk di ujung meja sebagai kepala keluarga. Sebelah kanannya adalah seorang gadis, sebelah gadis itu lelaki tampan. Mereka berdua itu yang cekikikn tadi. Sedangkan sebelah kiri Larry ada Bibi Amber, dan 2 orang anak perempuan. dan seorang anak lelaki lagi.


Ella akan menarik tangan Emma untuk duduk disebelahnya ketika ratu drama itu mulai berakting tak suka, keasinan atau kepedasan padahal tidak ada bahan cabai ataupun sejenisnya dalam masakan tersebut. Lalu tiba-tiba menumpahkan sup sehingga Ella beranjak ke dapur untuk memasak lagi.


Permintaan konyol bin ajaib muncul lagi ketika jam dinding berdentang sebanyak 3 kali. Ini pukul 3 sore tetapi Ella dan Emma belum makan sedikitpun dan masih terus memasak.


Semangat Ella. Saran Author, tambahkan bumbu cabai biar pedas benaran 😁😁

__ADS_1


__ADS_2