
"Mami, Wake up"
Guncangan pelan di bahunya membuat Ella tersadar dan kembali dari alam mimpinya. Lenguhan pelan keluar dari mulutnya. Dia merenggangkan badan dan sadar bahwa dia tak sendiri di kamar itu. 3 pasang mata menatapnya dengan intens.
"Oh hay. Selamat pagi semuanya. Berikan Mami morning kiss" Pinta Ella pada dua malaikatnya. Mereka segera mencium pipi Ella kiri dan kanan.
"Hey El, apa kita bisa bicara? Aku sudah menunggu semalaman untuk bicara"
"Ada apa?" Ella menatap mata lawan bicaranya.
"Apa kau ingin makanan disiapkan oleh orang lain?"
"Terserah saja"
"Kau marah padaku?"
" Tidak tentu saja. Kalian tunggu di sini ya? Mami mau mandi" Ella menghindari pertanyaan Emma.
10 menit di kamar mandi karena menghindari Emma, Ella berharap saat keluar nanti mereka sudah pergi tapi ternyata si kembar masih duduk di tempat tidurnya yang sudah rapi. Sepertinya Emma merapikannya saat dia masih mandi.
"Kemana Mami Emma pergi?"
"Mami pergi mengambil makanan untuk kita"
"Emmm.... Kita akan sarapan di bawah bersama Ibu dan Ayah"
Menghindari makanan yang ada kecoaknya. Pikir Ella karena tidak mau lagi ada toping kecoak di atas makanannya.
***
"Makan yang banyak agar cepat sembuh"
"Kak, ini terlalu banyak. Dan juga aku tidak sakit" Ella melotot melihat tumpukan makanan di atas piringnya.
"Tidak ada sesuatu yang aneh tenang saja" Henry mengedipkan sebelah matanya pada Ella.
"Baiklah"
Ting tong. Bel rumah berbunyi.
"Permisi sebentar, aku ambil paketnya terlebih dahulu" Emma segera berlari menuju pintu.
"Apa itu?" Tanya Kak Layla.
"Rahasia" Emma tersenyum manis kemudian berlari menuju kamarnya.
Misterius sekali. Jangan-jangan. Ah, tidak mungkin dia memesan itu kan? Ella memikirkan kecoak lagi.
__ADS_1
"Aku telah selesai. Aku permisi terlebih dahulu karena aku harus ke atas melihat pesanan Emma"
"Pergilah" balas Henry dengan tersenyum manis.
Ella sedikit tergesa saat naik tangga hingga dia hampir tergelincir yang menyebabkan telapak tangannya memerah karena menangkap besi pegangan.
"APA YANG KAU LAKUKAN??" Teriak Ella saat melihat kamar itu penuh dengan kecoak.
"Stttt.. Pelankan suaramu"
"Jelaskan kenapa kamar kita jadi seperti ini? Kau sengaja kan?"
" Maaf. Ini semua kecoak mainan yang mau aku taruh di kamar Adriana. Tapi aku kaget karena ternyata ada juga yang benar-benar hidup"
"Kenapa harus di kamar Adriana? Apa tidak cukup di makananku saja?"
"Tunggu dulu. Jadi kau menolak semua makanan karena berpikir aku yang menaruhnya? El, aku tidak sepicik itu"
"Kau yang mengurus makananku waktu itu. Di dasar mangkok penuh dengan kecoak. Untung aku punya kebiasaan menyendok dari dasar. Bayangkan kalau aku makan bagian atasnya kemudian pertengahan aku melihat kecoak?"
"Aku bersumpah aku tidak menaruh apapun di makananmu. Aku telah memeriksa CCTV dan menemukan bahwa Adriana yang meletakan itu semua dibuburmu. Maafkan aku jika kau merasa tidak nyaman"
"Oh astaga apa yang kupikirkan? Aku yang harus meminta maaf padamu. Seharusnya aku lebih mempercayaimu. Maaf May, karena kehilangan Edgar membuatku mudah mencurigai orang"
"Aku paham. Maaf juga karena tidak memberitahukan rencanaku ini terlebih dahulu"
***
"Aaaaakkkkhhhhhhh" Teriak Adriana di kamarnya melihat tumpukan kecoak dan juga ada yang mengambil ancang-ancang hinggap di wajahnya.
"Ada apa?" Semua orang berlari menuju kamarnya termasuk Ella dan Emma.
"Banyak sekali kecoak dalam kamarku"
Entah itu sebenarnya kamar atau sarang karena di semua tempat penuh dengan kecoak. Benar-benar menjijikan.
"Ulah siapa ini?" Tanya Larry Roberto
"Ini pasti Ella" jawab Amber dengan dengan senyuman mengejek.
"Iya pasti dia karena dia sangat membenciku" Adriana lari dan bersembunyi di belakang ibunya.
"Aku membencimu? Kenapa?"
"Karena kau iri padaku"
"Apa yang harus aku irikan dari dirimu?"
__ADS_1
"Kau iri semuanya."
"Iri pada kecantikanmu? Aku tidak butuh itu karena aku terlahir cantik. Iri nilaimu? Aku adalah lulusan terbaik. Iri karena kau punya ibu? Dulu aku punya tapi seseorang telah dengan sengaja menghilangkan nyawanya. Jadi katakan Adriana, aku harus iri tentang apa? Ah, karena kau memiliki hubungan dengan Keluarga Derbaltroz? Aku tidak tergiur karena Kakak beradik itu pembunuh"
"Kau pandai mengelak tapi kau yang membuat kekacauan di kamarku. Aku tahu itu pasti ulahmu dan teman sial*nmu itu"
Plak! Plak! Dua buah tamparan telak mendarat di pipi Adriana saat dia sedikit menjauh dari Amber. Kedua pipinya berkedut, merah dan bengkak. Semua orang kaget karena itu pertama kalinya Ella menampar seseorang.
"Kau boleh menghinaku tapi jangan sahabatku. Dan juga jangan menuduhku jika ini menjadi bukti bahwa kau sendiri yang merusak kamarmu" Ella memungut tanda terima paket dan menyerahkannya pada Henry. Dia tahu kakaknya bijaksana.
"Adriana, bisa kau jelaskan apa ini? Kau memesan 1000 ekor kecoak? Apa kau ingin membuat peternakan kecoak? Kalau kau ingin, aku bisa memberikanmu rumah yang agak terpencil"
"Tidak Kak. Bukan begitu!"
Si*l! Aku lupa menyembunyikan kertasnya.
"Kak, lihat. Tanggalnya sama saat Ella makan bubur yang ada kecoaknya" Emma segera mendekat ke Henry.
"Kau benar-benar melakukannya?"
"Bukan aku. Aku dijebak. Itu Ella, dia sengaja menaruhnya di situ. Kak, tolong percaya padaku"
"Bagaimana caranya aku masuk kamarmu yang selalu dikunci ini? Lagipula aku cukup jijik dengan hewan itu. Dia bau, menggelikan dan juga dia suka tempat-tempat kotor"
"Diam. Kau harus dihukum. Semuanya, keluar sekarang"
Sebelum keluar Ella mendekati Adriana dan berbisik padanya "Nikmati indahnya hari bersama peliharaanmu. Mereka biasanya akan menggerayangi seluruh tubuhmu saat kau tidur. Pastikan kau tidak menutup matamu"
Adriana kemudian dikunci di dari luar.
"Mam.... Keluarkan aku" Adriana mencoba berteriak dan menggedor pintu dari dalam.
"Larry, bagaimana kau bisa membiarkan putrimu dikunci di kamar yang berantakan seperti itu?"
"Aku akan mengeluarkannya nanti"
"Jika ada yang mengeluarkannya sebelum kusuruh, maka aku akan memasukannya menggantikan Adriana"
Itu menjijikan. Larry
Heh? Aku tidak tahan baunya. Amber
Sudah kembali ke pemiliknya. Senyum miring tersungging di bibir Ella dan Emma.
Jadi Adriana dibiarkan seharian di dalam sana. Itu adalah hukuman dari Kak Henry. Belum lagi kejutan dari Ella dan Emma. Bahkan si kembar juga bersiap membalas kakak kandung mereka yang coba menjahili Mami cantik seperti Ella.
***
__ADS_1
Salam ELughta 😍😘