
Hay Readersku tersayang ππ Jangan lupa Like, Comment and Vote yah? biar Author makin semangat nulisnya... Happy Reading ππ
Omelan tiga orang itu membuat J berada dipihak paling bersalah hingga dia bangun dan menampakan wajahnya.
"OMG.. helloooo... Ganteng amat" reaksi Erine sambil memegangi pipinya yang merona.
Dasar Erine tidak pernah berubah. Ella melototi Erine kesal.
"Brother?" Tanya Ed
Ini benar Kakakku kan??
"Tuan muda pertama? Kenapa anda di sini? Tapi bukankah yang kau bilang tadi adalah Tuan J yang membawa Emma?"
Ella berbalik dan meminta penjelasan pada Edgar.
"Haih.. Ini juga J. Bedanya ini Jackson kakakku dan J yang tadi adalah Juanda si Om Girang" Jawab Edgar santai.
Untung adikku ini membelaku. Jackson
"Tapi lebih baik kalian periksa Emma takutnya kakakku ini melakukan sesuatu pada Emma. Sejarahnya dia ini Playboy cap ayam Kampung" Lanjut Edgar pada akhirnya.
Heh!! Tetap saja menjebakku. Adik durhaka!! J
Rasakan itu, Kak. Balasan karena terlalu Playboy. Ed
"Emma, kau tak apa?"
__ADS_1
Erine memeluk tubuh Emma. Walaupun dia aslinya narsis tapi saat-saat begini dia bisa diandalkan.
"Aku baik-baik saja" Jawab Emma singkat.
"Tuan muda, jelaskan kenapa anda berada di atas Emma? Posisi itu tidak enak dilihat" pinta Ella
"Tadinya aku mencoba menjelaskan padanya bahwa aku bukan orang jahat. Tapi kemudian Kami terjatuh tumpang tindih seperti itu. Aku berusaha bangkit saat kalian mendobrak pintu dan menyaksikan ketidakenakan ini"
Cukup panjang penjelasannya.
"Aku tak percaya. Pasti anda melakukan hal-hal aneh, kan?" Tuding Erine
"Hey gadis kecil, jelaskan pada mereka. Pleaseeee"
Sejak kapan Playboy gila ini menjadi imut menggemaskan begini? Edgar
"Lepaskan dia,Ella. Bukan dia pelakunya.
"Tapi dia tak berbuat sesuatu yang aneh padamu kan?"
Emma menggeleng pelan. Ella membawanya duduk, mengambil handuk kecil kemudian melap seluruh wajah Emma. Mata gadis kecil masih sembab dan bengkak karena terlalu banyak menangis.
"Lihat kau jadi anak panda gara-gara menangis"
Emma sedikit tersenyum. "Maaf" katanya kemudian.
" Lain kali jika muncul masalah begini, lebih baik minta bantuan orang lain. Jangan menyerahkan dirimu seutuhnya. Ingatlah bahwa perjalanan menuju masa depan kita masih panjang. Ayo lewati masa bergejolak ini bersama-sama"
__ADS_1
Tautan jari kelingking itu terjadi setelah perkataan yang bijak dari Ella.
"Marilah kita semua menjadi sahabat baik kedepannya. Dan aku berharap kalian tidak lebih cantik daripadaku."
Hahaha. Erine benar-benar menyambungkan semua perkatan dengan kecantikannya π€£
***
Polisi tiba tidak lama kemudian. Security juga siap siaga membuka kamar yang ditempati Juanda.
"Ini dia. Tangkap saja dia"
Tunjuk Jackson pada Juanda. Hanya Juanda sendirian yang ditangkap karena ibunya Emma sudah menghilang entah kemana.
"Mohon kerjasamanya Tuan. Jika anda kooperatif, masa tahanan anda bisa dikurangi. Anda juga bisa menyewa pengacara" Jelas Pak Polisi.
"Huh.. Akhirnya yang kutakutkan terjadi juga"
Wanita iblis, urusan antara kita berdua belum selesai. Bisa-bisanya kau mencoba menjebak dan membawa kabur uangku. Tunggu masa penahananku selesai, aku pasti akan membereskanmu. Juanda
Sudah tidak bisa bermalam dengan gadis, dikunci di kamar kemudian ditangkap polisi, bisnisnya juga ikutan hancur.... Wah... Juanda benar-benar di ujung jurang. Semoga cepat bertobat Om Girang π
***
Pasti ada yang komen Episodenya pendek amat.. Hehhehee.... Penjelasan intinya saja kalau bertele-tele nanti pada bosan ππ Jangan lupa tinggalkan jejak yah ππππ
Salam ELughtaβ
__ADS_1