
"Kalian hanya perlu menikah dengan salah satu putri keluarga Roberto untuk mendapatkan hak 45% harta warisanku" ucap seorang pria tua dengan tenang.
"Bagaimana jika kami berdua berhasil memiliki pasangan masing-masing? Yang aku tahu mereka memiliki 6 orang putri di rumah itu" tanya cucu pertama
"Aku akan memberikannya pada pasangan yang pernikahannya lebih dari 1 tahun"
"1 tahun?"
"Bukankah 1 tahun cukup lama?" Si pria tua tahu isi hati kedua cucunya tersebut.
"Setuju. Tepati janjimu, Kek" Cucu kedua segera berlalu dari ruang kerja Kakek mereka kemudian masuk kamar untuk menyusun rencana.
" Berusahalah kalian berdua. Warisanku ini cukup menggiurkan, bukan?"
"Sangat menggiurkan sehingga mungkin saja akan ada pertumpahan darah nantinya" Sarkas cucu pertama.
"Kendalikan adikmu"
"Dia tak pernah mau aku anggap adik. Kakek tahu sendiri dia benci padaku karena iri"
"Jadikan Nona Roberto sebagai cucu menantuku, sehingga aku bisa mati dengan tenang"
"Aku harap Kakek berumur panjang"
"Terimakasih ba..."
Belum selesai si Kakek berterimkasih cucu pertamanya langsung berucap "Sehingga Kakek bisa menyaksikan pertumpahan darah ini yang akan berlangsung dengan sadis". Cucu itu langsung meninggalkan ruangan Kakeknya dengan wajah acuh.
Kakek itu hanya terdiam lama meresapi kata-kata cucunya. Ada benarnya tapi balas budi pada keluarga Roberto lebih penting dari apapun juga.
***
Target terkonfirmasi mudah di dekati. Dia adalah Arquiela Roberto salah satu putri Larry Roberto yang akan kujadikan tambang emasku.
"Boleh aku duduk di sini?" tanya seorang remaja laki-laki pada ketiga gadis itu yang sebenarnya lebih kepada Ella.
"Oh... Silahkan duduk" Emma mempersilahkannya sekaligus memandangnya curiga sebab baru kali ini laki-laki selain Edgar mau mendekati mereka bahkan duduk bersama. Apa tujuannya mendekati kami?
__ADS_1
"Aku Richard Derbaltroz. Kalian bisa memanggilku Richard atau Chard saja terserah. Kita mungkin bisa berteman baik"
Untuk apa anak Keluarga Derbaltroz mendekati kami? Ini tidak bagus sebab mereka musuh Keluarga Dhawn. Bisa gawat jika Ed melihatku dekat dengannya. Bathin Ella.
"Maaf aku harus pergi sebelum timbul masalah" pamit Ella pada semuanya. Lagipula dia juga sudah menghabiskan makanannya.
"Tunggu..." Richard meraih pergelangan tangan Ella dan mencengkeramnya erat sehingga menimbulkan ruam kemerahan.
"Lepaskan tanganku itu sakit..." Rintih Ella tapi si tuli ini makin mengeratkan cengkeramannya.
"Lepaskan gadisku Derbaltroz" Edgar datang dan langsung meninju wajah Richard sehingga genggamannya di tangan Ella terlepas. Ella hampir jatuh jika tidak ditahan Emma.
Aku bilang juga apakan? Ella
Emma dan Renay hanya menatap mereka bertiga bergantian. Sesaat kemudian keduanya mengangguk salah paham dengan situasi bahwa kedua remaja ini sedang memperjuangkan cinta mereka. Yah setengah saja sih benarnya.
Edgar meraih pergelangan Ella yang satunya dan menariknya pergi. Ella menurut saja dan tak banyak bicara agar emosi Edgar mereda.
Saat tiba di kelas yang masih kosong, Edgar segera melepaskan genggaman tangannya tapi kemudian tangannya kini mencengkeram bahu Ella.
"Jangan dekat dengan Keluarga Derbaltroz, paham?"
"Gadis pintar. Aku melarang demi kebaikanmu"
"Aku paham"
Edgar dengan refleks memeluk Ella yang ternyata membuat gadis itu kaget dan sedikit merona. Ini kali pertama ada laki-laki selain Ayah dan Kakak Leon. Saat ini Edgar tampak seperti pacar yang cemburu π
"Ed, aku sesak napas" Ucap Ella akhirnya. Ed menurunkan tangannya tapi jarak mereka masih rapat. Tak lama kemudian muncul Emma dan Renay yang melongokkan kepalanya.
"Ehem..." Renay sengaja berdehem cukup keras sehingga Ella segera mendorong Ed manjauh. Ella tampak seperti orang yang tertangkap basah melakukan kejahatan tapi Edgar acuh.
"Mengganggu saja" Protes Ed kemudian pergi ke tempat duduknya.
"Kalian berdua jadian?" selidik Emma.
Ella menggeleng pelan "Tidak. Dia hanya khawatir padaku karena sepertinya Richard mendekatiku dengan membawa misi khusus"
__ADS_1
"Kau berhati-hatilah. Aku kembali ke kelas dahulu. Kalau kalian berdua jadian, harus aku dan Emma yang pertama tahu"
Dan Ella tidak bisa mencegah kesalapahaman itu yang berlanjut terus hingga mereka dewasa.
***
"Aku ingin mengantar kalian pulang. Mau kan?" Tawar Richard saat pulang sekolah.
Mau apa lagi sih dia? Baru bertemu sudah mengantar pulang. Teman juga bukan? Menyebalkan sekali. Ella
"Tidak usah. Terimakasih" Jawab Emma cepat melihat raut wajah Ella yang masam.
"Daripada kalian lama menunggu jemputan, lebih baik pulang bersamaku. Lagipula aku sendirian saat ini" Lagi-lagi Richard mencoba merayu.
Sendirian? Terserah. Apa hubungannya dengan kami? Ella
"Arah rumah kita berbeda. Kau tahu itukan?" Tanya Renay.
"Aku bisa mengantar kalian dahulu. Aku juga ingin tahu alamat rumah kalian."
Cih! Dia anak konglomerat pasti bisa menyewa orang untuk mencaritahu kan? Pura-pura sekali orang ini.
"Jangan ganggu gadisku, Derbaltroz!" Ed turun dari mobil jemputannya dan menarik Ella serta Emma masuk. "Maafkan aku Nona Reinar, anda harus pulang sendiri"
Dan Renay paham kenapa Edgar bersikap seperti itu. Ratu hatinya mungkin akan direbut lelaki lain.
"Oh tidak apa-apa Tuan Dhawn, itu jemputanku. Daahhh Emma.... Daaahhh Ella" Renay melambaikan tangan pada mereka.
Setelah Renay pergi, Ed mendekati Richard dan berbisik "Jangan harap kau bisa mendekati gadisku. Milikku tak boleh kau sentuh. Lihat saja apa yang akan aku lakukan apabila kau nekat untuk mendekatinya dengan tujuan tertentu. Berhentilah secepatnya" Dan Ed duduk di samping supir lalu mobil itu melaju.
Demi warisan, aku akan tetap mengejarnya. Apa yang bisa kau lakukan padaku? Richard bicara pada dirinya sendiri. Dia segera melajukan mobil sportnya membelah keramaian kota dengan cukup kencang mewakili emosi dalam hatinya.
Dan 4 bulan berlalu begitu saja. Richard tidak pernah berhenti mengejar Ella, seolah-olah Ella adalah cinta pertamanya. Sebenarnya Richard yang tampan bisa saja menjadi playboy tetapi harta 45% lebih penting.
Apa kabar cucu pertama Derbaltroz? Lelaki tampan itu tetap acuh saja seperti biasa. Dia tidak pernah menemui Ella. Menurutnya, memdekati Ella dengan tiba-tiba akan memunculkan kewaspadaan Ella terhadap dirinya seperti yang dialami Richard saat ini. Dia harus bersabar.
"Sabar adalah kunci kesuksesan"
__ADS_1
Lalu apa yang dipikirkan Ella saat Richard Derbaltroz mengejarnya? Memujanya? Menginginkannya?? Dia hanya menganggap itu cinta monyet yang dibumbui oleh tujuan tertentu. Masih Bocah tapi main cinta-cintaan.
Setuju dengan Pemikiran Ellaπ€