
hehehee Author udah balik lagi. Tumben banget cepat iyahkan?? Author nambahin soalnya Harming gini pekerjaan rada dikit 😁😁😁 Tinggalkan jejak buat Author yah bagi yang udah baca 🙏😘😘😘
Lanjut baca kisah Emma
***
Emma menatap nanar laki-laki yang ada dihadapannya ini. Samar-samar dia terlihat tampan dan juga mengerikan di saat yang bersamaan.
Jantung Emma berpacu makin kencang saat melihat laki-laki itu tersenyum tanpa dosa. Dia membuang wajah ke arah lain.
Emma meremas gaun yang dia kenakan untuk menghentikan getaran tangannya yang makin menjadi-jadi.Wajahnya pucat dan berkeringat dingin.
"Hey gadis kecil, siapa namamu?"
Saat Lelaki itu bersuara, tangan Emma yang gemetar semakin bergetar hebat.
Emma tetap diam tak menjawab. Mulutnya seakan dilem sehingga terkatup rapat.
Dia tenggelam dalam pikirannya dan hanya meratapi nasib menyedihkannya.
Sahabat yang baru dikenalnya pun entah kemana. Dia tak bisa meminta tolong pada mereka. Toh mereka baru sekali bertemu.
J melihat gadis itu terdiam mencoba untuk bicara padanya. Dia memang Playboy tapi bukan pedofil. Dia tahu gadis belia ini mungkin saja seumuran adiknya.
Dia tadi melihat beberapa orang membawa gadis ini dengan paksa mengikuti Tuan Juanda. Si Pria hidung belang itu masuk ke kamar 1105 sehingga dia menguncinya di sana.
__ADS_1
Anak buah Juanda yang bodoh itu justru membawa gadis kecil ini ke kamar 1106 tepat disebelahnya yang merupakan kamar sewaan J.
Ibu si gadis yang melihat lelaki berbeda dalam kamar itu tak ambil pusing. Siapapun yang bersama anak itu nanti, intinya uang Juanda sudah ia dapatkan. Dia mengunci J dan Emma dari luar.
"Kau takut padaku?"
J mencoba bicara lagi pada Emma. Tapi Emma semakin memojok. Dia enggan untuk membuka mata dan melihat perbedaan wajah orang dihadapannya saat ini. Pikirannya terlampau kalut. J mencoba menggenggam tangan Emma.
"Gadis Kecil, tatap aku!"
"Lepaskan aku..!!!"
Emma menarik tanggannya kembali dengan isakan yang makin lama makin kencang. J menjadi tak tega. Jiwa Playboynya hilang entah kemana saat ini.
"Hey, aku tak bermaksud untuk menyakitimu"
Emma mendorong tubuh J yang sialnya saat hampir terlentang, J menarik tangan Emma hingga gadis itu jatuh menindihnya.
Sial! Batin J karena wajah mereka sangat dekat. Otak Erornya bekerja dengan baik memberi perintah lanjutan.
Tapi berbeda dengan Emma. Otak Polos Anak Dibawah Umurnya memerintahkan dia untuk bangkit dan menjauh.
Enak saja kau wanita jadi kau yang dibawah. Aku bangun duluan. J
Jackson membalikkan keadaan menjadi Emma di bawahnya agar dia yang duluan yang bangun. Tapi posisi ini benar-benar membuat orang salah paham.
__ADS_1
Dia memandangi tiap inci wajah gadis yang pucat itu seolah-olah sangat menarik. J yang entah kesambet apa tetap saja pada posisi itu hingga pada saat pintu yang di dobrak oleh beberapa orang.
*Haih! Bodohnya kau J, berdiri saja kau tak bisa* 😒😒
BRAK!!
"JANGAN SENTUH SAHABATKU!!! Dasar pria brengsek tak tahu aturan dan pedofil. Aishhh anda sangat mengerikan!!!!" Teriak Erine.
"Om-om Pedofil sialan! Anak dibawah umur pun diembat"
Edgar menambah panas suasana, masih saja tanpa melihat wajah si pria karena Pria itu yang adalah Jackson masih tetap memandangi wajah Emma.
*Yah kelihatan benaran pedofil*
"Lelaki kurang ajar, om-om mesum, pedofil juga. Beraninya hanya sama anak kecil" Plus omelan Ella.
Mereka bertiga kemudian mengeroyok si om-om hingga saat dia berbalik dan mereka melihat wajahnya.
Deg! Wajah Familier 😱😱
***
Jadi apa yang harus dilakukan J agar omelan 3 orang itu berhenti?? 🤔🤔🤔
Nantikan episode selanjutnya...
__ADS_1
Salam ELughta 😍😍