Sellena

Sellena
Mengatasi Pembuat Onar


__ADS_3

Ella mengendarai mobilnya sendiri. Pengawal bayangan yang dibentuknya sendiri di dalam markas itu juga sudah lebih dahulu menghilang untuk memuluskan jalan menuju Kampus.


Mengetahui hal itu, Ella masih sempat singgah di tempat pembuangan sampah dan membakar bekas bajunya yang berdarah. Jangan sampai Steven tahu dia terluka. Dia akan kena omelan dan dia malas untuk mendengarkannya.


Setelah dirasanya bukti telah menghilang, Ella tancap gas menuju Kampus. Dapat dilihatnya mobil gadis incarannya sudah terparkir dengan rapi di parkiran Kampus. Ella menatap mobil itu penuh minat lalu menyusupkan beberapa robot kecilnya mencari kamera dashboard.


"Well, lumayan juga orang ini..." Ella tertawa kecil lalu pergi menuju halaman tengah setelah melihat isi rekaman dari dalam mobil tersebut. Isinya yah..... Kalian tebak saja sendiri hehehe..


***


"Dimana dia?" Tanya Ella pada salah satu bawahannya yang menyamar sebagai cleaning servis.


"Sedang menelepon seseorang"


"Emm.." hanya gumaman yang keluar dari mulut Ella lalu dia mempercepat langkahnya menuju kelas kosong.


Setelah sampai, dia langsung memeriksa semua cctv dan akhirnya menampilkan orang yang dicarinya sedang berbicara pada sekumpulan orang berpakaian mahasiswa yang Ella tebak pastilah penculik sewaannya.


"Taktik seperti ini justru akan membuatmu kalah telak karena kau memilih lawan main yang salah"


Ella sendiri tidak memberitahu Brenda karena pasti gadis itu akan mengamuk. Ella hanya meminta bantuan Brandon agar mengirimkan Hiro secepatnya untuk melancarkan aksi mereka.


Tak lama kemudian CCTV menampilkan pengawal bayangan yang melumpuhkan salah seorang penculik lalu menariknya menuju mobil yang terparkir di tempat tersembunyi. Kebetulan Kampus agak sepi karena memang ini hari Sabtu.

__ADS_1


Pengawal bayangan keluar menggunakan pakaian si penculik sedangkan penculik yang sudah disuntik obat tidur itu pasti dalam keadaan sedikit terekspos.


Setelah semua diganti, Hiro muncul dan bertemu dengan gadis itu lalu menerima sebuah amplop penuh uang. Hiro meminta gadis itu ikut agar langsung menyaksikan penculikan Elleane.


Tanpa curiga malahan dia tersenyum senang. Dalam hatinya berkata Tuhan berpihak padanya. Tapi tak di sangkanya sebuah kejutan menanti.


***


Ella memasukan kembali semua peralatannya lalu berjalan menuju loker tempat mereka janjian akan mengadakan pertunjukan.


Selesai memasukan beberapa buku yang akan dia gunakan hari Senin nanti, Ella mengunci pintu loker. Ketika berbalik...


"Hap..." Dia dibekap sebuah kain dan kemudian terduduk lemas.


"Jangan, gunakan mobil kami saja karena mobilmu warnanya agak mencolok dan bisa saja Polisi cepat menemukan kita"


"Ide bagus"


Dengan sigap, mereka mengangkat Ella dan meletakan dia di bangku belakang sedangkan gadis itu duduk di bagian tengah diapit dua penculik.


Ella bahkan tidur dengan bantal agar lehernya tidak pegal. Tapi gadis yang menyuruh orang menculiknya sama sekali tidak memperhatikan dia lagi. Dia sibuk mengecat kuku dan meniup-niupkannya. Hebat juga dia mengecat kuku di atas mobil.


Cukup jauh perjalanan mereka karena mereka memilih tempat yang agak terpencil. Ella tidak mau membawa si gadis ke markas karena si gadis akan pulang sebagai mayat.

__ADS_1


"Berapa lama lagi kita sampai?" Tanya si gadis pada Hiro yang duduk di bagian depan.


"Sabarlah sedikit. Orang sabar disayang Tuhan. Tapi entahlah Tuhan sayang padamu atau tidak"


"Apa maksudmu hah!?"


"Tidak ada. Jangan cerewet dan tunggu saja karena kita akan segera sampai di tempat yang cukup indah"


Hiro berbalik menghadap ke depan ketika sebuah bangunan tua mirip tempat penyekapan para gadis saat Ella dahulu diculik itu mulai nampak.


"Claaaaaa....... raaaaaahhhh" sebuah panggilan dari jok belakang membuat si gadis menoleh.


"Aaaaaaaaaaaa.... Setan!!!"


Seketika dia pingsan. Model begini tapi mau jadi penculik? Sangat meragukan.


Ella melepaskan topeng seram yang dipakainya lalu tertawa puas. Hiro melompat turun dan membuka pintu untuk Ella. Clara sendiri para pengawal yang menggendongnya.


"Ikat dia seperti kau mengikatku waktu itu" perintah Ella pada Hiro ketika mereka sudah masuk dalam tempat itu.


Dan penyiksaan dimulai..


***

__ADS_1


Kira-kira pakai cara apa ya???


__ADS_2