
"Leon, Ella, Erine....."
Jam di dinding masih menunjukkan pukul 06.30 saat Nyonya Simmons berteriak memanggil ketiga anaknya. Dia sengaja tidak menyuruh pembantu menggedor pintu mereka.
Ella turun perlahan, kemudian muncul Leon tetapi Erine benar-benar malas tahu dengan panggilan ibunya. Dia masih sibuk menyisir rambut panjangnya hingga teriakan kedua yang menggelegar kembali menyapa telinganya.
Keluarga Simmons dan Ella kemudian saeapan dalam diam. Stelah selesai sarapan, Tuan Besar mulai angkat bicara.
" Ella sayang, maafkan ayah karena memindahkanmu diam-diam ke sekolah yang baru. Ayah harap kamu tak marah"
Ella tersenyum kemudian bertanya, "Apakah sekolah yang sama dengan Erine?"
"Tentu saja, sayang"
" Terima kasih, Ayah"
"Kamu tak marah?" Tanya Tuan Simmons dengan pasti.
"Tentu saja aku tak marah. Justru aku sangat berterimakasih. Aku senang bisa selalu berdekatan dengan Erine. Jadi kapan aku mulai bersekolah?"
" Hari ini. Ayah akan mengantar kalian bertiga"
"Minum susu kalian hingga habis. Ibu tidak mau tahu"
Ketiganya meminum susu hingga tandas kemudian mencium tangan ibu dan pamit.
"Ibu, kami berangkat."
Tuan Besar mencium pucuk kepala istrinya kemudian berlalu mengikuti ketiga anaknya.
Apa ini terlalu cepat? Aku harus bisa menyesuaikan diri di sekolah yang baru. Ada Erine yang membantuku tentu saja.
Ella memikirkan itu dalam hatinya. Tak jauh berbeda dengan apa yg dipikirkan Leon.
Aku harap dia bisa bersosialisai dan mendapat teman yang banyak.
***
Sampai di parkiran sekolah, Leon turun dan membukakan pintu bagi 2 orang tuan putri tersebut. Para guru heboh karena seorang Tuan Simmons datang dan mengantar anak-anaknya.
__ADS_1
Tuan Simmons adalah kelompok para elite yang hanya muncul di khalayak umum apabila ada hal penting.
Dan hanya untuk seorang Ella yang notabenenya adalah putri angkatnya tersebut, dia rela untuk mengundur semua jadwal. Ella tersenyum kikuk karena guru-guru muda menatap Tuan Simmons dengan tatapan takjub.
Aku harap mata mereka tidak melompat keluar.
Tentu saja mata mereka akan melompat keluar karena Ayahnya adalah pria tampan dan mapan. Umurnya pun baru memasuki kepala 4. Tak heran jika daun muda disekitarnya rela dihempas angin asal bisa memandang wajah tampan nan mempesonanya.
Belum lagi anak sulungnya yang cuek tersebut. Seperti Copy Paste daripada ketampanan ayahnya.
Kedua Putri yang cantik hampir seperti kembar ketika mereka berjalan beriringan. Keluarga ini terlalu sempurna.
"Tunggulah di sini, ayah akan menemui kepala sekolah."
"Baiklah"
Sepeninggal ayah mereka, Leon pergi tanpa banyak kata-kata. Ella tahu kakaknya itu tidak terlalu suka keramaian.
"Aku harap kita sekelas yah?" Ella memhuka pembicaraan ketika lama keduanya terdiam.
" Satu sekolah denganmu saja aku sudah sangat bersyukur"
"Ahahhaaa... ayohlah, kalau sekelas, kita bisa dengan mudah mengerjakan tugas bersama-sama"
Erine hanya cengar-cengir tak jelas. Dia memang paling malas kerja tugas.
"Iyah kalau kau ijinkan"
Lalu keduanya tertawa bersama-sama hingga Ayahnya muncul lagi dengan seorang guru di sampingnya.
"Aku titip kedua putriku padamu. Ingat, jangan terlalu galak pada mereka"
" Tentu saja Tuan Simmons. Anda masih mengingat sifatku rupanya"
"Ayohlah, jangan seperti itu. kita teman lama kan?"
" Aku akan mampir kerumahmu. Yah, kalau istrimu tidak cemburu"
Ibu guru tampak bersemu merah.
__ADS_1
Heh? Ibu guru ini menyukai Ayah? Erine
"Datanglah. Dan aku harap dia cemburu"
Pembicaraan orang dewasa ini benar-benar memusingkan. Hal itu yang Ella pikirkan saat ini.
" Pergilah bersama ibu guru. Jangan nakal"
Sebelum pergi, Tuan Simmons mencium pucuk kepala kedua putrinya. Erine tampak sebal karena hal itu ditonton oleh teman-temannya. Tetapi Ella justru sangat menyukainya.
"Ibu membawa seorang teman baru untuk kalian. Perkenalkan dirimu, Nak" Ibu guru kembali duduk di tempatnya.
"hai teman-teman. Namaku lengkapku Arquiela Roberto Simmons. Panggil saja aku Ella. Aku adalah saudari angkatnya Erine Simmons. Mari kita berteman baik"
Terdengar riuh dan sorakan teman-teman sekelas mereka. Ibu guru menenangkan mereka kemudian menyuruh Ella duduk di barisan belakang bersebelahan dengan seorang anak laki-laki yang cukup tampan.
***
Di tempat lain.
"Pasien masih dalam keadaan kritis dan mungkin saja meninggal" Jelas seorang dokter.
"Apakah tidak ada cara menyelamatkannya?"
"ada donor yang cocok tetapi sama-sama dalam keadaan koma"
"Di mana keluarganya?"
"Tidak ada keluarga yang menjenguknya. Sudah seminggu ia berada di sini, setelah di antar oleh laki-laki misterius. Oh yah aku mengecek kecocokan darah keduanya dan memperoleh hasil 100%"
"Anda bercanda kan Dok?"
"Anda bisa lihat wajah keduanya yang mirip"
"Hah???"
***
Jadi apa yang sebenarnya terjadi?
__ADS_1
Apa Maksud dokter tentang kecocokan darah 100%??
Penasaran kan?