Sellena

Sellena
Membingungkan


__ADS_3

"Keluarga Brand mana kau berasal?"


"Keluarga Brand Inti"


"Memangnya ada Keluarga Luar?"


"Iya. Itu adalah anak-anak dari Istri Pertama Grandpa. Yang terhitung inti adalah Istri Kedua Grandpa, termasuk Dad dan adiknya"


"Bukankah seharusnya menjadi Keluarga Inti adalah Istri Pertama?"


"Aku tidak tahu hal itu karena dilarang untuk diungkit"


"Lalu kenapa kau membenciku?"


"Matthew sangat menyukaimu dan dia menolakku berulangkali"


"Karena aku sangat baik hati, biar kuberitahu padamu suatu rahasia mengenai Matthew yang mungkin saja bisa membuka jalan di otakmu itu. Ini..."


Brenda menyodorkan rekaman yang sempat dia ambil dari mobil Clara beberapa saat lalu. Clara melihat video itu segera mengepalkan tangannya.


"Dia benar-benar menjijikan. Menggunakan mobilku untuk melakukan hal menjijikan itu..."


"Kau tanya kenapa selama ini aku tidak meresponnya, ya karena hal itu. Pria seperti itu yang ingin kau cintai? Aku ragu kau akan bahagia pada akhirnya"


Seketika otak gelap Clara berubah menjadi terang. Dia malu dan tidak tahu mengapa bisa sebegitu bodoh.

__ADS_1


"Aku sangat bodoh ya?"


"Ya kemarin masih sangat bodoh. Untung saja aku tidak sampai menghantam kepalamu di meja"


Clara diam dan merenungi kesalahannya. Bulir bening itu bergulir. Ternyata dia dibodohi rasa cinta yang semata-mata hanya karena obsesi.


"Bersiaplah, aku akan memulangkanmu. Kejadian ini sepertinya harus menjadi memorimu saja agar lain kali tidak bodoh atas nama cinta lagi"


"Brenda, maukah kau berteman denganku?"


"Akan aku pikirkan apakah kau berguna annti atau tidak"


"Baiklah"


Brenda memimpin jalan menuju mobil. Clara melihat sekelilingnya yang ternyata hanyalah rerumputan kering. Dia tidak bisa tahu dia ada di mana. Brenda membiarkan Clara melihat kiri kanan jalan yang ternyata hanyalah debu.


"Perjalanan kita memakan waktu. Aku sarankan kau tidur"


Selesai bicara, Brenda mengambil bantalan leher, memberinya satu pada Clara kemudian menggunakan yang lain dan mencoba untuk tidur.


Clara sudah tertidur, tidak mencoba mencelakai Brenda karena dia tahu Brenda pasti akan sigap dan mungkin saja dia yang akan terluka. Pilihan bagus.


***


Clara diikat dan dilakban lagi. Dia hanya pasrah tidak ingin memberontak karena memang dia harus mengikuti skenario yang ada bila ingin selamat.

__ADS_1


Melihat Hiro menunduk hormat pada Brenda, dengan sendirinya dia tahu bahwa kesalahan terbesarnya adalah berusaha menculik Elleane yang adalah teman satu-satunya Brenda.


Kenapa dulu aku begitu bodoh? Apa terlalu banyak makan micin? Clara bertanya dalam hatinya, mencoba membuat lelucon tentang kehidupannya.


"Bangunkan mereka!!!" Teriak Brenda pada anak buahnya yang langsung saja menendang para penculik yang disewa Clara kemarin.


"Ampun... Ampuni kami..." Penjahat-penjahat itu mengigil ketakutan saat melihat Brenda.


"Apakah semua sudah siap? Hubungi orang kita di kepolisian agar menangkap para penjahat ini dan menyelamatkan si cantik"


Sekali jentikan, telepon tersambung dan orang di seberang mengiyakan dengan cepat arahan dari Hiro karena Brenda malas berbicara padanya.


Setelah semuanya siap, Clara didudukan di kursi. Untuk membuat hatinya puas, Brenda tetap memainkan pisaunya dan memotong rambut Clara hingga terlihat cepak tapi dia cantik dengan itu.


"Ucapkan goodbye pada masalalumu" Brenda menghamburkan rambut itu dna tertawa.


Semua anak buahnya sudah pergi lebih dahulu ketika dia berhenti dan memasukkan sesuatu ke dalam mulut Clara memaksanya menelan pil tersebut kemudian menutupnya lagi dengan lakban.


"Jika kau menceritakan semua ini pada orang lain, aku jamin aku tidak akan memberimu penawar dan kau akan mati dengan cepat"


Selesai Brenda bicara, Clara langsung merasa pusing dan matanya berkunang-kunang. Dia mempertahankan kesadarannya saat melihat sesuatu yang aneh.


Brenda merobek kulit wajahnya itu dan nampaklah bahwa disana Elleane. Disela pusingnya, Clara mencoba berpikir tapi senyuman mengerikan dari wajah Elleane seketika membuatnya tidak ingin memikirkannya lagi.


Penyelamatan Clara berhasil dilakukan dan polisi yang menyelamatkannya mendapatkan tanda jasa.

__ADS_1


__ADS_2