Sellena

Sellena
Grace, Berkat untukku?


__ADS_3

"El, bangun. Kita harus segera mengembalikan formulir pendaftaran hari ini" Emma berusaha menggoyang tubuh Ella.


"Biarkan aku tidur 5 menit lagi" Ella justru menarik selimut dan membungkus tubuhnya rapat meninggalkan Emma yang kesal sendiri.


"Ella...... Jika kita tidak mengembalikannya hari ini maka selamanya kita tidak bisa kuliah dan beasiswamu hangus"


"Biarkan hangus, aku masih mengantuk!! Aku masih ingin melanjutkan mimpiku siapatahu bertemu Edgar"


"Bangun..." Emma menarik Ella paksa dan segera menariknya lalu menguyur Ella dengan segayung air membuatnya benar-benar terbelalak sekarang.


"Ughh.. Ini dingin sumpah"


"Mandi dengan air hangat kemudian kita sarapan dan pergi ke kampus"


Mau tidak mau akhirnya Ella mandi dan bersiap melihat betapa bersemangatnya Emma pergi mengembalikan blanko pendaftaran.


Kenapa ada dia pagi-pagi begini? Tanya Ella dalam hati begitu melihat di meja makan ada Richard dan Adriana yang duduk berdampingan.


"Tamu kita datang kepagian, yah?" Tanya Ella pada Adriana lebih kepada menyindir tunangannya.


"Tunanganmu datang pagi-pagi ingin menjemputmu ke kampus. Sopanlah sedikit padanya" Amber segera menegur Ella.


"Kalau begitu, kenapa dia lebih memilih duduk di samping saudariku? Bukankah dia tunanganku? Atau mungkin sebentar lagi dia akan menceraikan aku dan pergi bersama Adriana"


"Apa yang kau bicarakan? Mereka berdua bersahabat jadi tidak mungkin Adriana merebut tunanganmu" Amber mencoba menjelaskan.


"Kenapa bibi yang menjelaskan? Sedangkan mereka berdua duduk makin rapat? Aku ingat CCTV di hotel menunjukkan bahwa kalian masuk ke ruangan yang sama kemudian keluar dalam keadaan berantakan. Apa yang kalian lakukan di dalam?"


"Kami hanya mencoba berdiskusi" Jawab Adriana sekenanya.


"Diskusi sampai berantakan begitu? Jangan-jangan kalian...." Ella menjeda kaliamatnya sambil menunjuk mereka bergantian.


"Kami tidak melakukan hal yang lainnya" Elak Richard dengan tegas.


"Adriana, apa mungkin Richard menganiaya dirimu? Kenapa tidak lapor polisi saja?" Perkataan Ella sukses membuat Adriana yang sedang makan tersedak. Dia mengira Ella akan menuduh mereka berselingkuh. Richard segera mengambilkannya air minum.


"Kalian sangat romantis. Benar begitu bibi? Mereka pasangan serasi"


"Em.. Emm.. Itu tidak benar.. Pasangan Richard adalah dirimu" Amber mencoba meredakan situasi yang memanas.

__ADS_1


"Emma, kau sudah selesai sarapan? Ayo berangkat. Biarkan pasangan kita bermesraan. Bibi, Adriana, Richard, aku pergi"


Ella tanpa menyuapkan sesendok sarapannya segera berlalu. Dia sudah kenyang melihat kewuan pasangan di hadapannya. Richard mencoba mengejarnya tapi sayang Emma dan Ella adalah gadis yang gesit mereka sudah hilang.


***


Setelah selasai mengurus prosedur pendaftaran, Ella dan Emma berencana pergi ke mall. Di tengah perjalanan sebuah notif masuk menandakan bahwa seorang Presdir Perusahaan Tambang itu membiarkan Ella mengakses data pribadinya. Ini sungguh di luar dugaannya.


"Sudah menikah? Dan selama ini Presdirnya bukanlah Kak Jill tapi Tuan Muda Argha Pratama. Astaga Idolaku daalah seorang Presdir kaya raya" Emma histeris di dalam mobil yang dikendarai Gio.


"Kalian sudah yakin identitas ini tidak salah?" Tanya Ella memastikan.


"Kami membiarkan mereka menangkap kami seperti perintah Nona dan Argha Pratama tertarik untuk berbisnis dengan kita tapi Beliau sedang mengusahakan kesembuhan istrinya"


"Presdir sudah menikah?"


"Istrinya seorang Ratu dari negara Z jadi bisa dibilang Tuan Pratama sekarang adalah seorang Raja".


"Gio, selidiki lebih dalam mengenai penyakit istrinya. Aku rasa aku punya keterikatan denganya"


"Baik Nona"


"Mungkin dia merasa penasaran denganku. Aku seorang gadis kecil tapi mampu meretas ke dalam sistem keamanan perusahaannya lalu membiarkan diriku tertangkap. Percaya padaku, dia sedang penasaran dan mencaritahu juga tentangku. Kak Gio, biarkan aku turun di sini. Antarkan Emma ke mall"


"Loh bukannya kita sama-sama ke mall?"


"Firasatku mengatakan bahwa aku akan bertemu orang hebat di sini" Ella sengaja turun karena melihat seseorang yang di kenalnya.


"Ya sudah, aku akan menunggumu di rumah. Aku tidak singgah di pangkalan. Kau ingin menitip apa biar sekalian kubelikan"


"Beli saja baju kemeja baru untukku. Ukuran kita sama. Dan juga jangan lupa makan siang bersama Kak Gio"


"Oke bos!"


"Kami permisi, Nona"


Ferari merah itu segera melaju meninggalkan Ella yang sedang berkonsentrasi pada satu sosok yang sedang duduk bercengkarama dengan teman-temannya.


"Sial!" Teriak Ella begitu pencopet berhasil mengambil tasnya.

__ADS_1


Di dalam ada Camael. Pencopet sialan, awas saja kalau aku mendapatkanmu. Bathin Ella sambil terus mengejar pencopet itu mengelilingi taman.


Si pencopet berlari dan sesekali menoleh ke belakang melihat di mana keberadaan Ella dan sial buatnya karena Ella masih terus mengejarnya tanpa lelah.


Tanpa memperhatikan langkahnya si pencopet jatuh terpelanting karena tersandung kaki seorang gadis yang tersenyum manis padanya tanpa dosa.


Pencopet berusaha mengambil pisau dan menikam si gadis tapi memang hari sialnya karena di gadis mendendang tepat pelipis membuat rahangnya sedikit bergeser.


Ella yang berdiri tidak jauh segera mengambil tasnya karena ada Camael di dalamnya. Pencopet yang melihat itu segera melarikan diri tapi si gadis tidak membiarkannya bebas karena sebuah tendangan menetaskan telur tepat bersarang di sela pahanya membuat dia meringkuk sambil berharap telur perkututnya belum pecah.


Masa depanku😭 Tangisnya dalam hati menahan rasa tercabik di bawa sanah. Polisi segera datang membawa pelaku ke kantor polisi sedangkan Ella masih berusaha menahan malaikat penolongnya.


"Terimakasih Kak karena sudah membantuku" Ella tersenyum tulus pada gadis di hadapannya.


"Sama-sama. Lain kali berhati-hatilah"


"Siapa nama Kakak? Aku mungkin harus mentraktir Kakak karena sudah menyelamatkan tasku"


"Aku Grace dan berikan aku ponselmu"


Ella memberikannya tanpa ragu. Grace segera menekan nomornya dan melakukan panggilan agar nomor Ella bisa tersimpan di Handphonenya.


"Lain kali jaga baik-baik tasmu. Traktir aku bila kita bertemu lagi yah?"


"Kita akan segera bertemu lagi, Kak" Mereka saling melambaikan tangan dan pergi ke arah berlawanan. Ella tiba di tempatnya berdiri tadi dan dia sudah kehilangan orang yang membuatnya penasaran.


Ya sudahlah. Setidaknya aku bertemu penyelamatku. Kak Grace. Aku yakin dialah Berkat yang Tuhan kirimkan. Dia benar-benar cantik seperti malaikat.


"Camael, selidiki nomor yang aku dapatkan barusan"


"Baik, Nona"


Camael dengan gesit mencari semua informasi berkaitan dengan Grace.


***


Attention please:


Tokoh Argha Pratama dan Grace di atas telah mendapatkan ijin dari Author di novel sebelah. Otor di sini tidak memplagiat ok? Tapi cuman terinspirasi dan juga sudah ada ijinnya🤗🤗 Jadi jangan kaget dan berprasangka yah?

__ADS_1


Salam ELughta😍😘


__ADS_2