
Sembari terus bersenandung ria, Gio membawa Nona Besarnya menuju Markas. Mereka memutar mengikuti jalan lain karena bagian depan gerbang kini tidak bisa dibuka dan sengaja dibiarkan terbengkalai. Tanaman rambat kini menghiasi gerbang dan membuat rumah itu kelihatan sangat angker.
Tapi jangan salah jika sudah berada di dalamnya justru sangat berbeda dengan penampilan gerbangnya. Halaman kini di sulap menjadi perkebunan rumah kaca dengan berbagai macam tanaman. Bahkan singkong saja ditanam di sana.
Lalu bagaimana penampakan bagian samping? Hanyalah kebun bunga tempat Ella bersantai saat ini. Dia sedang memeriksa kerjasamanya bersama sebuah perusahaan yang anehnya sama sepertinya pemilik perusahaan berada di belakang layar.
"RK-05 panggilkan RK-03 dan RK-06 kemari. Aku butuh bantuan mereka"
Gio dengan gesit menelepon kedua orang itu untuk datang sebab dia malas mencari mereka. Jonas dan Venus datang dengan tergopoh-gopoh bahkan Venus masih menggunakan masker di wajahnya. Ella tidak mempermasalahkan itu karena memang dia mempersiapkan Venus untuk menyamar menjadi perempuan.
"Caritahu siapa pemilik perusahaan ini. Aku penasaran seperti apa orang itu. Mungkin bisa dijadikan sekutu. Berhati-hatilah aku tahu orang ini tidak gampang diatasi. Jika tertangkap, jangan sebarkan Virus itu biarkan dia menemukanku. Aku sendiri yang akan mendatanginya" Ella benar-benar tidak sabar mengetahui pemilik sebuah perusahaan tambang.
"Ada apa?" Tanya Ella melihat wajah ketiga anak buahnya benar-benar merah.
"Nona makan apa hari ini?" Tanya Jonas hati-hati. Walaupun dia lebih tua 4 tahun tapi Ella tetaplah Nona Besarnya.
"Durian. Kenapa? Apakah aku bau? Kalian bisa tidur bersama mayat seminggu tapi tidak bisa menahan bau durian 5 menit? Ada apa dengan kalian? Chen, beli durian 100 box taruh di ruang latihan sekarang!!!!"
Masa penyiksaan telah datang. Tangis mereka berempat bersama-sama. Entah kenapa Chen merasa dia juga akan benar-benar pingsan kali ini.
"Beli juga beberapa ekor jigong"
"Nona akan memelihara mereka? Jangan nona. Mereka bau" Gio tidak ingin nonanya tambah bau.
"Siapa bilang aku akan memelihara mereka? Itu bagian dari ujian kalian. Sudah setahun penuh aku tidak membuat kalian meraung di dalam sana. Hehehehe...." Tawa Ella tak berdosa menyiksa 4 makhluk tampan tersebut.
Nona kita yang cantik sangat kejam. Isi hati mereka sama persis.
***
Tidak lama kemudian Chen telah meyelesaikan tugasnya. Mereka menanti Ella yang masih berganti pakaian latihan di temani seorang pelayan perempuan kepercayaan yang waktu itu menjadi MUA di acara pertunangan Ella.
Mereka benar-benar merasa berdebar. Bahkan sampai sekarang, mereka belum bisa mengalahkan Ella soal bertarung karena Ella selalu menggunakan akalnya meminimalisir luka yang didapatnya dari pertarungan karena penyakit yang dideritanya.
Di antara mereka, hanya Emma dan Venus saja yang berani mengusili Nona Besar karena memang Emma adalah sahabat dan Venus yang sedikit unik.
Tok tak....Tok tak.. Suara sepatu menggema di sepanjang lorong membuat 78 orang yang ada di ruangan berukuran 12×12 itu merasa berdebar. Apakah mereka jatuh cinta. Tentu saja tidak! Mereka sedang dilema apakah harus melarikan diri saat ini atau duduk diam menunggu penyiksaan dari Nona Besar mereka.
__ADS_1
Ella melemparkan senyum memikatnya justru membuat mereka mengeluarkan keringat dingin bahkan saat ini Venus ingin menangis memohon pada kaki nonanya. Dia tidak ingin berpikir tentang siksaannya dia hanya ingin melarikan diri.
"Aku punya kejutan. Ta-da!" Ella memperlihatkan 100 box durian dan sekumpulan jigong yang berada di setiap sudut ruangan. "Aku hanya menyediakan 70 masker gas setelah beberapa jam jadi maaf 8 orang harus tiada hari ini"
Mereka masing-masing bertanya mengapa nonanya melakukan itu pada mereka. Apakah sebuah kesenangan tersendiri melihat mereka tersiksa? Tapi beberapa dari mereka yakin bahwa Nona Besar tidak akan mencelakakan mereka.
Ruangan yang pengap itu di lapisi dengan sinar laser dan sensor pengenalan identitas. Jadi, ketika mereka berusaha mencelakai Ella dengan sendirinya Camael memerintahkan laser memutilasi mereka jadi mereka tidak berani berbuat macam-macam pada Ella.
Hologram Camael terbentuk sempurna di samping Ella yang masih berbentuk robot perempuan. Ella memerintahkan beberapa robot lainnya untuk membuka tutup box dan harum yang sedap tapi memusingkan itu menguar dengan sangat tajam. Satu box berisi 4 buah.
"Belah dan biarkan mereka menghirupnya aromanya"
Tidak sampai sejam kemudian, hampir 50 box telah kehilangan isinya. Durian-durian itu berserakan di lantai sedangkan 78 orang itu mulai merasa pusing. Mereka bahkan harus berdiam diri di saat jigong datang dan memanjat tubuh mereka.
Setelah box keseratus di belah, mereka semua mulai merasakan pusing luar biasa. Ada yang hampir pingsan tapi teman di samping menangkapnya.
"Cukup setia kawan. Tapi aku tidak sedang berbaik hati melihat kemunafikan kalian" Ella yang menyaksikan dari kaca tembus pandang di sebelah ruangan itu justru menambahkan beberapa bau kedalam ruangan itu.
Saluran gas segera terbuka dan menyalurkan berbagai macam bebauan. Semisal bau bangkai, bau anyir darah, bau lumpur, bau bubuk mesiu, bau alkohol, bercampur dengan aroma parfum, harum kue yang baru dipanggang. Sungguh membuat hidung kembang kempis.
"Bau apa ini?" Beberapa orang mulai menebak.
"Tapi ini bau yang sangat bau. Aku tidak kuat. Mama...... Aku mau pulang..."
"Baru diberi bau. Belum kalau ditodong senjata. Pingsan" Cibir temannya melihat si gadis yang tidak tahan bau tersebut.
Berbeda dengan mereka, Chen justru menghirup semua aroma dan berusaha menebak satu persatu. Keringat sudah membanjiri pelipisnya tapi ini tidaklah lebih berat dari beberapa tahun lalu di mana dia kelaparan dan bau harum masakan hanya lewat di depan hidungnya. Dia berusaha berpikir jernih di saat bau-bau mayat mulai merasuk dan membuat halusinasi.
Nona sungguh aku tidak kuat lagi. Biarkan aku menyamar menjadi perempuan selamanya. Bebauan ini membuatku sakit kepala. Venus merengek di dalam hatinya. Tidak mampu memandang Nona Besarnya yang sedang mengawasi.
Tiba-tiba saja Ella meningkatkan pasokan gas yang masuk sekaligus memerintahkan robot buatannya mengeluarkan masker yang berjumlah 60 saja ternyata. Semua langsung berebutan saling menarik, mendorong, menginjak dan berteriak. Yang tidak ingin terluka oleh kulit durian lebih memilih berdiri di sudut ruangan walaupun harus mati karena gas tapi setidaknya terhormat. Sisanya terluka karena diinjak atau menginjak kulit durian.
Jigong yang kaget segera mengeluarkan semprotan mematikan mereka membuat suasana di dalam ruangan itu makin kacau. Chen yang melihat bahwa ada beberapa gadis di pojokan ruang segera melompat ke tengah kerumunan masa dan menarik beberapa masker gas lalu berlari dan memasangkan pada wajah mereka.
"Berikan padaku." Salah seorang menarik paksa.
"Aku yang mengambilnya duluan" Tarik menarik terjadi.
__ADS_1
Venus berusaha melerai pria yang memukuli temannya yang telah mengambil masker. Pria itu ingin hidup karena harus pergi menjenguk keluarganya. Dia lupa bahwa temannya juga punya keluarga. Dia memukul dan merampas masker dari tangan temannya tapi Venus melayangkan tinju tepat di dagunya membuat dia seketika pingsan. Venus mengembalikan masker itu. Bukannya segera memakainya, pria itu justru pergi memakaikannya pada temannya yang lain.
Ella yang menyaksikan semua dari luar sangat puas dengan tingkah mereka hari itu. Dia sedang menguji mereka.
Gas telah dihentikan. Oksigen disalurkan dan Ella masuk dengan wajah sumringah.
"Aku melihat pemandangan indah hari ini. Bagaimana rasanya berada di ambang kematian, hmmm? Kalian pasti bertraveling ria karena aku mendengar beberapa jeritan kesengsaraan. Jadi mari kita lihat siapa yang tidak memakai maskernya."
Gio datang dengan sayatan besar di pergelangan tangannya. Melihat itu wajah Ella menjadi merah, dia marah.
"Camael, bawa orang-orang itu dan cabut kuku mereka satu-persatu"
Saat melihat mereka berebutan masker, Ella sudah melihat bahwa beberapa orang dari mereka menyuntikan cairan vitalitas ke tubuh mereka. Gas memang mengaburkan jarak pandang tetapi mereka lupa bahwa Ella memasang kamera dengan sensitifitas tinggi. Orang-orang seperti mereka cepat atau lambat pasti berkhianat. Tujuan ujian kali ini adalah melihat sejauh mana rasa persaudaraan mereka dan dia mendapat beberapa penghianat.
Gio sudah diobati sedangkan 6 orang yang berkhianat itu juga diamankan. Gadis-gadis di pojok ruangan sudah kembali ke kamar mereka.
Jadi ujian ini bukan untuk menguji ketahanan hidung terhadap bau? Tetapi menemukan beberapa penghianat? Nona benar-benar unik. Jonas berkomentar dalam hatinya sungguh tidak menebak bahwa inilah tujuan nonanya.
Aku sempat mengira karena nona marah kami mengatainya tadi ternyata karena nona merasa perlu ada pembersihan. Nona benar-benar hebat. Puji Gio sambil terus menatap Nona Besarnya.
"Aku menyingkirkan penghianat dengan cara yang tidak kalian duga bukan? Oh yah ujian ini juga agar kalian bisa bertahan di kondisi yang ekstrim. Aku takut bahwa aku akan menyuruh kalian masuk ke tempat yang berbau seperti tadi. Melihat kalian mampu bertahan, aku cukup terkesan. Dan Venus, lain kali jangan menangis"
"Aku tidak menangis nona." Rengek Venus.
Ketiga rekannya langsung sweetdrop melihat Venus sudah kembali ke bentuk semula padahal tadi dia sangat keren membogem orang.
"Aku melihat kau menangis tadi. Lain kali aku buat seharian kalian tidur bersama jigong"
Semua yang ada pingsan seketika🤣🤣🤣
***
Crazy up Thor...
😁😁 Jangan berteriak begitu karena ELughta tidak akan pernah crazy up berhubung banyak semedinya😅.... Yang malak, sudah ada nih. Besok baru malak lagi🙏🙏
Jangan lupa comen like subscribe tinggalkan jejak coret coret sedikit tak apa.........🤗🤗😌
__ADS_1
Salam ELughta😍😘