Sellena

Sellena
Makan Malam Mencekam


__ADS_3

Merasa bahwa tidak ada pekerjaan yang menyenangkan untuknya, Ella bangkit dan menelusuri lorong rumahnya. Dia pergi ke beberapa tempat sambil terus mengingat letak kamar dan perabotan rumah itu.


Daya ingatnya melebihi manusia normal sehingga sangat mudah baginya mengingat. Dia mencari di mana letak ruang keamanan. Ternyata bersebelahan dengan kamar Tuan dan Nyonya Willem. Ini sungguh gawat.


Benar-benar jenius kuakui itu. Akan sulit masuk ke dalamnya tetapi akan ku usahakan secepatnya. Ella pergi ke dapur mencari koki.


"Ada perlu apa Nona Besar kemari?" Tanya seorang pelayan senior tiba-tiba dengan raut wajah ketakutan.


"Buatkan aku puding dengan kacang almond. Minta Gwen mengantarnya ke kamarku. Aku beri kalian waktu 20 Menit"


"Akan segera kami siapkan..Permisi, Nona"


Ella hanya sok-sok an memerintah mereka karena ingin tahu cara kerja mereka. Ternyata mereka cekatan, bahkan mereka juga sudah memanggil Gwen agar menunggui pesanan Nona Besar cap Harimau mereka itu.


Akan sulit bergerak karena mereka akan ada di mana-mana nantinya. Syukurlah Vino sudah dalam perjalanan kemari membantuku. Batin Ella.


Walaupun Ella cerdas tapi dia juga tidak pernah lupa untuk meminta bantuan sahabat-sahabatnya sebab baginya, dua orang bekerja lebih baik daripada satu yang memikirkan.


20 menit kemudian, pesanannya benar-benar sudah siap. Ella yang memang masih sibuk mempelajari struktur rumah tersebut kemudian berjalan ke dapur dan duduk di salah satu kursi yang tersedia membuat Kepala Pelayan dengan sigap berlari dan memohon Nona Besarnya duduk di meja makan.

__ADS_1


"Aku hanya ingin kalian memakan kue ini. Berikan Gwen potongan yang besar"


Semua malahan terheran karena perkataan Ella.


"Kalian semua harus dihukum. Apa kalian lupa aku alergi Almond?" Tanya Ella dengan suara melengking persis seperti suara Elleane.


"Nona Besar ampuni kami. Jangan pecat kami" Koki yang membuat puding tersebut berlinang air mata sedangkan Gwen yang memegang nampan terlihat begitu bergetar.


"Maka habiskan semuanya!" Perintahnya tidak bisa ditolak.


Terlihat aneh tapi itu sebuah pelajaran penting bahwa mereka benar-benar harus memperhatikan kesehatan Nona Besar mereka. Akhirnya dengan gemetar ketakutan, semua menghabiskan puding ukuran kecil tersebut.


"Terimakasih, Nona Besar"


Mereka secara tidak sadar telah dijadikan alat oleh Ella.


...***...


"Nona Besar, makan malam anda sudah siap. Anda ingin makan di sini atau di meja bersama Tuan dan Nyonya?"

__ADS_1


Sepertinya akan menyenangkan bila makan bersamanya. Senyuman jahat terbit di wajah Ella.


"Bersama mereka saja"


Gwen segera membuka pintu dan memandu Ella menuju ruang makan.


"Selamat malam, Dad" Ella mengecup pipi Tuan Willem.


Si empunya pipi terbelalak kaget. Dia bahkan mengepalkan tangannya. Nyonya Willem hanya tersenyum kecil tapi dalam hatinya sungguh mengutuk gadis ini.


Ibu dan anak sama saja. Itulah perkataan dalam hatinya.


"Selamat malam juga, Mom" Ella hanya melemparkan senyum pada kembaran Ibunya tersebut.


Setelah menarik kursi dan membiarkan Ella duduk, Gwen berdiri di belakang Ella.


Kepala Pelayan segera memerintahkan para pelayan menghidangkan makanan lezat bergizi tinggi untuk makan malam keluarga itu.


"Dad, makan ini. Ini bagus untuk tulangmu agar tidak cepat keropos, jangan sampai tahun depan Dad berjalan menggunakan tongkat" Ella meletakan beberapa lauk di atas piring Tuan Willem.

__ADS_1


Makan malam yang mencekam itu di selingi tawa oleh Ella yang benar-benar berbuat seperti dia sangat dekat dengan Ayahnya. Nyatanya mereka sedang berperang.


__ADS_2