Sellena

Sellena
Kecilnya punyaku


__ADS_3

Ancaman Author tidak berguna😅 Karena tetap saja ada yang malak minta crazy up ciri-ciri Reader Preman🤦‍♀️ Tapi memang Author sedih karena minim pembaca tapi yah sudahlah ada beberapa yang masih penasaran dengan cerita ini🤭🤭 Happy Reading Genk


.


.


Richard sudah menyiapkan kejutan kecil untuk Ella karena beberapa kali telah mempermalukannya. Dia masih berusaha membawa Ella ke apartemennya agar bisa berduaan dengan gadis itu. Tapi memang Dewi Fortuna malas berpihak padanya sehingga rencananya selalu gagal.


"El, apakah kau benar-benar tidak ingin tinggal bersamaku?" Tanya Richard saat duduk berseberangan dengan Ella saat bertamu sore itu.


"Kita tidak seakrab itu hingga kau harus memanggilku El. Hanya Emma dan orang-orang terdekatku yang boleh memanggilku demikian" Ella langsung to the point.


"Tapi kita dekat kan sekarang? Aku adalah tunanganmu"


"Kita bertunangan karena perjanjian dan perebutan warisan. Jika kau sangat ingin dekat, ubah kebiasaan bermain dengan jal*ng. Aku tidak ingin tertular penyakit"


"Kami hanya sekedar teman kencan tidak lebih. Aku belum pernah menyentuh wanita manapun" Richard mencoba berkilah.


"Benarkah? Lalu bagaimana Cathrine dengan lihai memainkan mulutnya? Wah tanganmu juga menari-nari dengan liar di seluruh tubuhnya. Aku rasa memang kau yang dimanfaatkan. Oh yah aku ingin memberitahumu. Adriana hamil" Ella menatap Richard dengan pandangan jijik.


"El..." Panggil Emma dan langsung memeluk Ella dari samping. Menelusupkan tangannya ke pinggang ramping Ella kemudian bersandar dengan manja di pundak Ella. Richard terperangah melihat pemandangan di depannya. Otaknya sudah traveling kemana-mana.


Mereka berdua semesra itu? Gila! Tidak mungkinkan mereka berdua... Richard menggelengkan kepalanya menghalau adegan intim antara Emma dan Ella.

__ADS_1


Hehehe... Biarkan otak kecilmu itu mengambil kesimpulan dari keadaan ini dan bertraveling ria. Ella tertawa dalam hati. Dia tidak mempermasalahkan perbuatan Emma sekarang karena memang itu rencana mereka.


"Adriana sudah hamil, apakah aku bisa hamil?" Tanya Emma dengan wajah lucu.


"Kau bisa minta laki-laki yang menghamili Adriana untuk memproduksi beberapa bayi juga untukmu karena aku tidak bisa"


"Uhuk!!!" Richard tersedak karena kalimat Ella. Pertama dialah laki-laki itu dan kedua karena Ella tidak bisa menghamili Emma.


"Tuan Muda, kau baik-baik saja? Emma ambilkan Tuan Muda air minum"


Emma segera mengambilnya lalu meletakkan di atas meja kemudian kembali duduk di samping Ella dan bermanja padanya sambil menautkan jemari mereka. Tampak seperti kekasih yang sedang kasmaran.


Amber melihat Richard datang. Dia segera menghampiri Richard dan memeluk lengannya tidak memperhatikan keadaan sekitar bahwa ada Ella dan Emma dihadapannya. Richard berusaha melepaskan jeratan dada Amber tapi dia agak kesusahan.


"Ekhem.. Bibi, dia bukan Tuan Roberto loh!! Dia tunanganku Tuan Muda Derbaltroz"


Amber langsung berwajah pias. Dia tidak benar-benar melihat kehadiran dua pengganggu itu karena sofa yang mereka duduki itu membelakanginya.


"Ah itu.. Aku tahu bahwa dia Tuan Muda makanya aku menyapa"


"Akh! Punyaku sangat kecil dan punya bibi besar sehingga lengan tunanganku seperti masuk dalam kubangan lumpur"


Amber tersadar lalu melepaskan lengan Richard sedangkan Richard sekarang panas dingin sendiri. Dari tadi otaknya sudah traveling ditambah Squishi disampingnya ini sungguh membuatnya ingin segera membanting Amber dan bermain kuda lumping...

__ADS_1


Kuda lumping... Kuda lumping... Lumpingnya dikudain... Tarik bang... Semongko... Ah mantap🎶


"Kecil apa punyamu?" Tanya Amber tersinggung.


"Kecilnya keberanianku bermesraan dengan tunanganku dihadapan orang lain" Jawab Ella acuh."Oh yah bagaimana keadaan Adriana? Aku dengar dia hamil dan entah bersama siapa" Tanya Ella.


"Anakku hanya masuk angin karena terlambat makan" Amber segera membantahnya.


"Tapi hasil USG sudah ada. Bahkan Kak Layla sendirilah yang memberitahuku. Katanya pemeriksaan awal menyatakan Adriana sudah hamil 3 bulan"


"Layla berbohong. Adriana tidak mungkin hamil. Iyahkan Tuan Muda?" Amber menatap tajam pria dihadapannya itu. Bagaimanapun dia dan Adriana sama-sama terjerat mulut buaya yang sama.


"Soal itu aku tidak tahu" Richard memalingkan wajahnya menatap Ella.


"Bibi? Kenapa bertanya pada tunanganku? Tidak mungkin kan tunanganku yang menghamili Adriana. Bukan begitu, Emma?"


"Jangan tanya padaku. Aku hanya peduli perhatianmu padaku" Suara Emma sangat manja dan mendayu membuat Amber menjatuhkan rahangnya.


Dua gadis menjijikan ini terlibat cinta sesama jenis yah? Lengket sekali. Amber ikutan traveling.


"Aku dan Emma permisi karena sudah jam istirahat"


"El, acara pernikahan kita bulan depan"

__ADS_1


"Atur saja semuanya. Aku menunggu kabar baik darimu. Usahakan berikan aku kejutan" Ella mengedipkan mata dan berlalu menggandeng Emma.


__ADS_2