Sellena

Sellena
Jeremy: Jangan Menikah


__ADS_3

Kabar pernikahan yang akan dilakukan Richard Derbaltroz dan Arquiela Roberto sampai di telinga Keluarga Dhawn. Mereka menyayangkan keputusan Ella tapi mereka juga tidak bisa mencegah karena Ella sudah berkorban demi menyelamatkan Edgar hanya saja semua seperti sudah terencana matang. Edgar meninggal tapi Ella tetap menikah dengan Richard.


Di dalam kamarnya, Jeremy mondar-mandir tidak jelas. Dia khawatir dengan keadaan Ella tapi dia merasa tidak perlu ikut campur terlalu banyak dalam hidup gadis itu. Hanya saja Edgar sudah menyerahkan Ella untuk dia jaga.


"Bagaimana ini? Apa aku melarang dia menikah saja? Itu tidak mungkin karena Ella keras kepala. Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang? Membiarkan semuanya seperti keinginan mereka?" Jeremy menyugar rambutnya frustasi. Mengapa gadis kecil itu mampu memporakporandakan hatinya?


"Ini tidak mungkin terjadi kan? Aku jatuh cinta padanya? Tidak... Tifak mungkin!! Akh, ini sangat memusingkan!!!" Jeremy berteriak dengan kesal dan menendang sembarangan lalu menjatuhkan dirinya ke atas ranjang mencoba melupakan senyuman Ella yang memikat.


Dia tumbuh dengan baik menjadi gadis yang menarik dan sangat sayang untuk dilewatkan. Seandainya dia bukan kekasih adikku, mungkin aku sudah membawa pulang dan memenjarakannya. Jeremy berperang dengan hatinya sendiri.


Sejak Edgar meninggal, Jeremy selalu sibuk mencaritahu keadaan Ella hingga lupa berkas-berkasnya di kantor. Dia ingin melindungi gadis itu tapi melihat caranya membanting selingkuhan Richard, Jeremy merasa insecure dan memilih membantu Ella dengan mendapatkan bukti kematian Edgar.


Lelah berperang, Jeremy memutuskan untuk tidur dan mencoba melupakan kenangan indah berupa senyuman manis milik Ella yang dia lihat secara sembunyi-sembunyi.


***


"Mau kemana, Kak?" Tanya Jackson begitu melihat Kakaknya terburu-buru memasuki mobil.


"Menemui Ella" Jawab Jeremy singkat.


"Aku ikut"


"Untuk apa?"

__ADS_1


"Ikut saja. Takut kakak melakukan sesuatu yang tidak pantas" Jawab Jackson acuh.


"Heh! Bilang saja ingin menemui nona Adamson kan?" Tebakan Jeremy tepat sasaran.


"Ti..tidak kok. Aku hanya ingin ikut kakak jalan-jalan saja. Kalau bertemu, itu namanya Jodoh"


"Terserah. Duduk tenang, atau keluar!" Jeremy yang dipelototi mencoba untuk duduk diam dan menutup mulutnya rapat.


Mereka tiba di sebuah kafe ternama setelah berkendara duapuluh menit. Ella dan Emma sudah duduk dengan manis di temani dua orang pria cantik. Mereka terlihat mengobrol dan saling bercanda, terlihat seperti teman.


"J?" Jeremy kehilangan Jackson karena Jackson sekarang sudah duduk dengan manis di samping Emma.


Emma sendiri malas tahu akan kehadiran pria tampan di sampingnya. Dia sibuk menghabiskan hidangan di hadapannya karena takut habis sebelum dia sempat menikmatinya.


Beberapa pelanggan dan pegawai kafe menatap keempat lelaki tersebut tidak berkedip. Mereka sangat tampan hingga mengalihkan semua tatapan.


Kenapa keempat makhluk tampan ini harus ada di satu tempat sih?


Ella mengakui ketampanan keempat lelaki itu karena mampu membuat kaum hawa di tempat itu menjatuhkan rahang.


Jeremy duduk di samping Ella dengan tenang sedangkan adiknya kini sudah gelisah melihat Emma hanya sibuk dengan makanannya.


"Kakak mau makan apa? Aku pesankan?"

__ADS_1


"Apa saja. Aku datang ke sini ingin membahas hal penting tapi sepertinya kau sibuk"


"Tidak juga. Kami hanya makan-makan karena belum aktif kuliah. Kakak pasti sudah tahu bahwa bulan depan aku menikah" Kata Ella to the poin membuat Jackson tersedak.


"Hah? Menikah?" Teriak Jackson menarik perhatian kaum hawa yang ada di sana.


"Kak, pelankan suaramu. Iyah aku akan menikah dengan Richard bulan depan dan aku tahu mengapa Kak Jerry datang bersama Kak J"


"Kami mengira perjanjian itu hanya untuk tunangan semata"


"Tidak. Itu adalah perjanjian pra nikah. Aku sudah menandatanganinya. Bukan untuk menyelamatkan Edgar semata tapi juga membuat beberapa perhitungan dengan mereka. Aku tahu berita i i sedikit mengejutkan tapi aku juga harus melanjutkan hidupku dengan jalan yang sedikit kalian sesali"


"Apa tidak bisa membatalkan perjanjian itu? Aku mohon jangan menikah dengannya karena dia bukan pria yang baik" Jeremy menggenggam tangan Ella memberikan pandangan tidak percaya dari 4 pasang mata yang duduk bersama mereka.


"Kakak harus percaya padaku karena aku bisa menjaga diriku dari siluman buaya tersebut" Ella mencoba menenangkan Jeremy yang terlihat gusar dengab mengelus bahunya pelan.


Akh! Aku bisa gila. Bagaimana mungkin hanya mendengar pernikahannya saja aku sudah seperti ini. Bathin Jerry dalam hatinya.


"Oh yah aku perkenalkan. Mereka berdua adalah Gio dan Vico, teman sekampus"


"Vico" Vico memberikan senyum terbaik dan jari berbentuk V.


"aku Gio" Gio juga tersenyum.

__ADS_1


Makan-makan sore itu dihabiskan dalam diam. Emma dan Jackson sibuk berpandangan tanpa mau berbicara sedangkan Jeremy masih gusar akan berita pernikahan Ella. Bagaimana dia mempertanggungjawabkan semua itu pada Edgar yang jelas-jelas meminta dia menjaga Ella?


__ADS_2