Sellena

Sellena
Hadiah Pertunangan dari Ella


__ADS_3

"Apa yang telah kau lakukan hah!?? Dasar bajing*n brengs*k, bedeb*h sial*n, kurangnya apa aku hingga kau tega selingkuh?"


"Aku tidak selingkuh sayang. Dia sedang mengajariku cara memuaskanmu. Kau kan tahu aku berjalan saja masih agak susah jadi aku mungkin belum bisa bermain kasar"


"Kenapa posisi kalian seperti itu?"


"Iyah karena dia berusaha untuk mengajariku bagaimana caranya. Apa kau mau mengetesnya?"


Adriana seketika langsung berbinar. Melupakan kekesalan awalnya. Dia segera meloloskan **********, menyibakkan sedikit rok dan mulai duduk di atas perkutut Richard yang sudah siap tempur.


Richard mengisap leher Adriana kuat menyisakan beberapa ruam kemerahan. Adriana hanya memejamkan mata menikmati sentuhan Richard yang membuatnya melayang sedangkan geraman ambigu mulai bersahutan di ruangan itu. Untung kedap suara.


"Oh... Sial!!" Kaget Ella karena melihat pemandangan vulgar melalui softlens camera.


"Ada apa?"


"Perintahkan Camael menutup akses antara kamera di mataku dengan CCTV Private Room tempat Adriana sedang bergoyang bersama Richard. Mata suciku ternoda pemandangan memuakan"


"Apa yang terjadi? Jangan bilang kau melihat burung perkutut sedang mematuk labu siam?"


"Yayaya.. Seperti yang ada di otakmu" Ella memukul awan pikiran yang melayang di atas kepala Emma dan membuyarkan lamunan asyik-asyiknya.


"Apa mereka tidak capek? Setiap hari bertemu dan saling mematuk" Emma penasaran apa yang dilihat Ella sehingga berusaha membuka Tablet.


"Jangan melihat terlalu sering. Aku takut kau hamil duluan sebelum ada yang menikahimu" Ella merampas Tablet dari tangan Emma.


"Nona Roberto, di mana Tuan Muda Derbaltroz?"


"Tuan Muda? Ada apa mencarinya?"


"Wartawan menunggu konferensi persnya"


"Maaf aku tidak tahu kemana calon suamiku pergi karena aku sibuk menyalami tamu. Bisakah kalian pergi mencarinya?"


"Baik nona"


Setelah menunggu 30 menit, Richard keluar dengan sedikit pincang. Dia nampak bahagia dna tersenyum manis. Dia melihat Ella yang sednag berbincang dengan beberapa rekan bisnis Ayahnya.


Cantik. Tunggu sampai pada saatnya aku akan membuatmu berada di bawahku semalaman. Richard memikirkan sesuatu yang erotis bersama Ella.


"Sayang..." Panggil Richard manja pada Ella.


"Iyah ada apa Tuan Muda?" Tanya Ella.


"Panggil aku sayang. Jika tidak, aku buat keluarga Dhawn bangkrut malam ini"


"Cih! Coba saja maka warisan 45% itu juga akan hangus. Berpikirlah dengan bijak sebelum kau mengancamku" Ella tersenyum manis pada Richard karena ada kamera salah satu temannya sedang merekam mereka berdua.


Richard mengambil kesempatan dengan memeluk pinggang Ella posesif. Sebenarnya Ella jijik karena itu tangan yang tadi meremas semongko milik Adriana tapi biarlah sebentar baru dia bereskan tangan nakal Richard itu.


"Wow, mereka berdua sangat serasi. Benar-benar romantis" Puji salah satu teman laki-laki.


"Tapi bagaimana dengan Adriana? Bukankah dulu anda bersamanya Tuan Muda?" Tanya seorang teman perempuan.


"Urus saja urusanmu sendiri!" Bentak Richard pada gadis itu kemudian berlalu dari sana.


"Jangan ambil hati. Kau tahu pertunangan ini hanyalah salah satu ajang mempererat hubungan bisnis dua keluarga jadi entah aku ataupun Adriana sama-sama memiliki hak menjadi Nyonya Derbaltroz. Tapi lihat sendiri aku lebih beruntung, kan?" Ella mengusap pelan bahu gadis itu kemudian berjalan menyusul Richard.


"Aku harap kau tidak benar-benar menjadi istri Pria Jahat itu, El" Doanya tulus karena tahu seperti apa kelakuan Richard.


***


Tepat jam 9 mereka mulai konferensi pers mengenai pertunangan Ella dan Richard. Semua pertanyaan wartawan dijawab penuh kebohongan oleh Richard.


"Dimana Tuan Muda bertemu Nona Roberto?"


"Kami bertemu di kafe. Kami jatuh cinta pada pandangan pertama pada saat itu" Richard tersenyum dan menatap Ella lembut membuat Ella ingin muntah.


Padahal mereka adalah teman sekolah yang bertemu di kantin. Saat itu Ella sedang duduk makan bersama Emma dan Renay.


"Apakah waktu itu langsung pacaran?" Tanya salah satu wartawan.


"Tidak. Kami baru ingin bertunangan dua hari yang lalu karena ada beberapa hal. Apa aku harus menceritakan tentang..." Jawaban Ella langsung dipotong kebohongan Richard.


"Hahaha... Dia hanya bercanda. Kami pacaran sekitar 3 tahun. Orangtua kami setuju sehingga kami melangsungkan pertunangan ini"


"Apakah Nona Roberto pernah dengan dengan mendiang Tuan Muda Dhawn?"

__ADS_1


"Kami sahabat baik tentu saja. Dia adalah tipe idealku mencari pendamping hidup tapi aku sudah bertunangan dengan Richard sekarang. Aku tidak bisa lagi mengungkapkan penyebab kematian Edgar Dhawn yang ternyata karena.."


"Ya. Mereka hanyalah sahabat tidak ada hubungan serius lainnya. Aku adalah tunangannya sekarang jadi berhenti menyebut namanya didepanku. Aku ini mudah cemburu loh hahaha..."


"Ya dia tipe cemburu sehingga bisa iri juga pada orang ma-ti" Ella menyambung perkataan Richard dengan menekankan kata mati seketika membuat wajah Richard berubah pias.


Kesengsaraanmu baru akan dimulai sebentar lagi. Ella tersenyum manis menghadap kamera menampilkan deretan gigi putihnya.


"Apakah masih ada pertanyaan lainnya?"


"Kapan tanggal pernikahan akan diumumkan?"


"Rahasia. Aku akan memberikan kalian semua kejutan manis pada saat pernikahanku nanti. Nantikan yah?" Ella menjawab cepat sebelum Richard bersilat lidah lagi.


"Ya. Kami akan menikah diam-diam. Kalian akan tahu pada saat Derbaltroz junior telah hadir" Richard mengedipkan matanya.


Well, bayi manis itu akan hadir tapi maaf bukan melalui diriku. Ella sebenarnya dongkol tapi demi rencana besarnya, dia tetap tersenyum manis.


Seketika suasana menjadi ramai dan ucapan selamat terus mengalir. Bahkan pertunangan keduanya menjadi berita hangat.


Mereka kembali ke ruangan perjamuan dan acara dansa akan segera dimulai. Richard segera menarik Ella dan menahan pinggul Ella agar tetap merapat padanya. Tapi Ella masih berusaha menjauhkan dadanya agar tidak menghimpit dada Richard.


"Jangan menjauh atau.."


"Atau menghancurkan keluarga Dhawn? Ayohlah Richard, apa kau mampu, hemm? Jangan sampai kau yang tinggal nama karena mengusik mereka lagi. Cukup hanya Edgar saja, ok?" Ella berbisik di telinga Richard penuh arti sambil tersenyum manis membuat yang melihat mereka mengira bahwa mereka benar-benar dimabuk cinta.


"Jangan macam-macam denganku. Aku bisa saja menghancurkan keluarga Robertomu itu?"


"Lakukanlah maka akan ada dua orang yang menderita di sana. Adriana dan mamanya"


"Kenapa mamanya juga?"


"Itu karena... karena apa Tuan Muda lebih tahu bukan? Aku harap mereka berdua tidak menjadi gila karena kerapatan antara kita berdua ini"


"K..kau.."


"Oppsss... Sayang, lehermu merah lagi. Apa mungkin hotel ini kurang bersih yah sehingga banyak nyamuk berterbangan dan sialnya mereka hanya menggigitmu" Ella membelai leher Richard dengan lembut memanaskan lava pijar di bawah sana.


"Emmm" Geraman halus keluar dari mulut Richard dengan sukses.


"Apa aku membangunkan sesuatu yang barusan ditidurkan?" Ella menatap Richard sendu.


"Ikut aku, cepat!" Richard tidak peduli lagi siapa yang dihadapannya karena kepala perkututnya mau meledak.


Richard menarij Ella dengan paksa. Dia tidak sadar bahwa Ella sudah mengucapkan satu kata perintah. Boom!


Dengan tergesa-gesa menahan perih akibat tangan yang tersayat, Emma berlari menabrak Richard dan Ella. Ella yang tidak seimbang menarik tangan pelayan yang sedang membawa nampan minuman.


Ella jatuh terjerembab dengan Emma yang tidur di atas gaun panjangnya sedangkan Richard bersyukur karena dia tidak jatuh walaupun akhirnya basah karena minuman yang tumpah🤣🤣


Ella hari ini menjadi Hero Legend yang menyelamatkan Nona Cantik sedangkan Richard anggap saja dia figuran di kisah tersebut.


Mereka bertiga tiba-tiba langsung dikerubuni oleh orang-orang yang kepingin tahu. Siapatahu ada gosip menarik. Beberapa orang sudah siap dengan kamera handphone di tangannya. Tidak terkecuali Adriana dan Amber. Mereka berpikir Ella bisa dipermalukan.


"Emma, tanganmu!" Ella menyodorkan tangan pada Richard untuk meminta sapu tangan.


"Biar aku saja yang membalutnya" Raut khawatir nampak di wajah Richard.


Lumayan kalau bisa membopongnya menuju Private Room aku bisa menenangkan si kepala batu di bawah. Aku lihat dia segar dan manis.


(Bang! Kau kira dia buah Mangga apa? Segar dan Manis?"🙄)


Richard menarik saputangan dari sakunya tapi entah mengapa ada renda di pinggirnya. Tapi sudah kepalang basah demi mendekati pucuk di depannya ini, Richard menarik dengan sekuat tenaga dan ta-da.....


"What the hell? Iyuuuuuu " Emma nampak jijik memandang saputangan di depannya itu.


"Sayang, kau yakin mau membalut luka sahabatku dengan itu?" Ella menunjuk saputangan di tangan Richard.


"Tuan Muda, itu nampak seperti dalaman wanita" Beberapa orang berbisik dan ada juga yang berkomentar langsung.


"Tuan Muda ini kenapa saputangannya ajaib sekali berbentuk dalaman wanita?"


"Iyah, selera yang aneh"


"Jangan-jangan itu benaran dalaman? Tuh lihat ada namanya juga"


"A... A apasih sisanya?"

__ADS_1


Richard yang panik langsung membentang lebar dalaman itu kemudian melihat namanya.


Kenapa namanya Adriana? Aku ingat tadi dia memakai kembali setelah selesai. Tapi mengapa ini ada di sakuku? Richard sudah berkeringat dingin. Tiba-tiba saja kepala batunya sudah dingin dan loyo.


"Eh? Itu milik Adriana"


"Adriana siapa?"


"Adriana Roberto mungkin?"


Beberapa orang mulai berasumsi sambil terus memotret dan memvideonya. Ella dan Emma? Menikmati pemandangan itu dengan muram tapi dalam hati bersorak.


"Adriana apa itu milikmu?" Seorang teman perempuan yang tahu bahwa dulu Adriana dan Richard dekat, mencoba bertanya.


"Bukan. Bukan punyaku. Adriana kan nama pasaran. Iya, tidak mungkin punyaku"


"Tapi itu kan pernah kau pakai waktu kita camping dan kita mandi bersama. Iyah aku ingat. Sama persis" Teman yang lain ikut nimbrung.


"Bukan." Adriana tidak tahu harus membantah bagaimana lagi.


"Richard!!! Kita baru bertunangan tapi apa yang kau lakukan?" Ella mulai menangis.


"Bukan begitu, El. Ini ada kesalahpahaman sepertinya"


"Salah paham bagaimana? Itu milik Adriana. Aku tahu karena kami bersaudara. Kau main gila dengannya kan? Aku membencimu.. Huhuhu...." Ratu Drama ini mulai menangis lagi lebih keras sehingga mengundang makin banyak orang termasuk Keluarga Derbaltroz.


"Richard, ada apa ini?" Nick datang untuk melihat.


"Dalaman Adriana ada di sakuku. Dan aku tidak tahu kenapa bisa sampai di sana" Richard berbisik pada Kakaknya.


"Aku akan menelepon bagian Teknis untuk memeriksa CCTV. Hah? Kemana handphoneku?" Nick meraba kantongnya tapi handphonenya sudah kabur, eh hilang. "Sepertinya kita hanya bisa pergi ke ruangan Teknis saja"


"Maaf untuk kekacauan ini. Kami akan memeriksa CCTV. Richard dijebak sehingga menjadi kesalapahaman"


"Ella, ayo aku gendong" Richard mengulurkan tangannya tapi Ella menepisnya dengan segera.


"Aku tidak sudi memegang tangan yang sudah lumutan"


Richard segera menarik tangannya kembali. Ella memanfaatkan kesempatan dengan merubah mimik wajah menjadi kasihan dan menatap Nick lama. Akhirnya Nick luluh dan menggendongnya ala Bridal Style.


Sial aku ditolak. Tapi Kakak yang diterimanya. Nick, aku makin membencimu. Richard mengepalkan tangannya.


Kalian tahu siapa yang membopong Emma? Tentu saja The World Wild Handsome Jin. Eh bukan dia hanyalah seorang Jackson Dhawn. 😍


Setelah memeriksa CCTV, tidak ada apapun yang mencurigakan. Tapi justru kejadian saat Adriana masuk ke Ruang Private Room dan bersama Richard lama di sana kemudian keluar dengan leher yang sukses memerah, membuat Ella geram.


Plak! Tamparan kuat dia berikan seketika membuat Richard pusing. Belum puas, Ella menghadiahi sebuah tendangan maut di telur yang dierami perkutut seketika membuat Jackson, Nick bahkan petugas Teknis segera menutup ************ mereka dengan tangan.


"Aku harap hanya dalaman Adriana yang kau jadikan saputangan Tuan Muda. Jangan sampai aku tahu bahwa kalian berdua selingkuh dan berbuat hal mesum. Aku tidak segan menjadikannya telur dadar" Ella berkata dengan nada penuh emosi.


"Hancur sudah pertunangan impianku.. huhuhu.." mulai menangis lagi.


"Sudah diamlah. Kakak antar pulang yah?" Nick menawarkan diri.


Ella hanya mengangguk kemudian berjalan pergi tanpa menoleh. Di pintu luar, senyuman manis menghiasi wajah cantiknya.


Baru permulaan! Tawanya dalam hati. Seketika aura mencekam menguar dari tubuhnya.


***


"Ya bersyukur saja Nona tidak terlalu kejam hanya menghadiahinya sepakan menetaskan telur. Kami di sini menerima pendidikan militer" Venus yang selesai mandi dan kembali ke penampilan Coolnya berkomentar.


RK- 02 hanya memandanginya bosan mendengar dia berceloteh tentang kecantikan paripurnanya ketika berhasil menggoda Richard dan Nick.



"Ceritakan hal lainnya!" Perintah Chen.


"Lihat sendiri di CCTV. Princess mau bobo dulu" Venus berdiri kemudian berjalan dengan lagak kemayunya membuat Chen mendelik kesal. Sejurus kemudian mereka berdua bergulat.


"Tidak buruk juga" Chen memuji Venus yang kini kembali Cool memasang kuda-kuda.


"Aku memang baru tapi jangan senang dulu karena aku juga bisa bergulat"


Akhirnya dua orang itu menjadi tontonan seru buat Gio yang baru pulang mengawasi nonanya. Ia heran kenapa mereka berdua tiba lebih dahulu. Iya, karena proporsi tugas mereka berbeda.


Sebagai kepala Markas, Chen harus gesit dalam berpindah lokasi. Mereka sudah bisa bernapas lega karena Nona Besar dan Nona Muda sudah kembali ke rumah dengan selamat.

__ADS_1


__ADS_2