Sellena

Sellena
Menuduh orang cacat?


__ADS_3

Maaf karena Author sering telat up. Jangan berharap Crazy up karena bisa bikin Authornya Crazy. Author masih sibuk lamar pekerjaan karena nunggu lamaran dari si ehemnya kelamaan😅😅 Becanda🤣.. Happy Reading karena Ella juga sama kek Author sibuk urusin masa depan.


.


.


.


Tanpa sidang, surat perceraian langsung ditandatangani begitu saja sehingga Ella menjadi janda setelah sebulan menikah. Tapi dia juga tidak terlalu mempermasalahkannya karena perceraian itu membawa keuntungan berlipat ganda untuknya.


Basis data dalam perusahaan Baltroza Corp dengan mudah dia retas melalui komputer milik Jenko kemudian mencuri beberapa data penting perusahaan dan memberikan sedikit viruz perkenalan yang membuat semua staf kocar-kacir.


Pertemuan dengan Tuan Tua juga berjalan mulus sebab dia tahu apa yang Ella inginkan. Dia setuju membiayai perawatan Ella. Bahkan dia memperbaharui surat wasiatnya yang akan membuat Ella menjadi miliarder muda.


"Semua sesuai dengan rencana kita tapi masalahnya adalah hari ini Nick keluar dari rumah sakit. Dia berencana membawamu ke rumahnya dan menginterogasimu"


"Biarkan dia melakukan apa yang dia mau. Kali ini kau benar-benar harus mempermalukannya karena aku tidak bisa membongkar kedok kita saat ini. Haishh aku ingin sekali menghajarnya tapi rencana kita lebih penting daripada apapun"


"Apakah ketika aku menikah kau tidak akan datang?" Emma memegang kedua tangan Ella.


"Aku akan datang dan memberimu kejutan" Ella balas mengedipkan sebelah matanya.


"Kejutan yang membuat serangan jantung? Mari pulang dan buat mereka stroke" Emma mendorong kursi roda Ella keluar kamar dengan Ella merubah ekspresi wajahnya.


Mereka berpapasan dengan Laura yang mendorong kursi roda Nick. Tampak Nick bertambah kurus mungkin karena tidak ada asupan gizi yang cukup.


"Eh ada anak jal*ng di sini"


"Eh... Ada juga nenek peot di sana. Apa kabar Nek? Masih kuat buat lemparan vas?"


Laura ingin marah dan berteriak tapi dia urungkan niatnya itu melihat tatapan galak beberapa perawat yang menyuruh mereka diam. Emma acuh saja dan mendorong kursi roda itu ke luar.


Hari ini aku bikin kamu hancur anak sialan!! Laura berbelok menuju parkiran dan membiarkan Nick diurus anak buah mereka.


Di dalam taksi, Emma dan Ella menertawai ekspresi Laura tadi. Dia mirip bunglon yang ingin berubah warna menjadi pelangi tapi tidak jadi sehingga menjadi hitam seluruhnya.


"Emma, kata-katamu makin hari makin pedas yah? Kamu cocoknya jadi istri Agusto deh"


"Agusto si peretas baru itu? Buat apa kasih kerja ke kulkas dua pintu itu? Brrrr... Dingin"


"Hahahha... Soalnya Chen mau pulang ke negaranya untuk mengunjungi ibunya yang sedang dirawat. Iyah dia lebih beku dari si Steven"


"Jangan merekrut orang lagi. Aku tidak mampu mengurusi pria-pria tampan yang benar-benar jenius. Aku juga akan menikah sebentar lagi"


"Siapa yang menyuruhmu mengurusi mereka ha?"


Ella mencubit hidung Emma gemas. Ingin rasanya dia tertawa terbahak-bahak sekarang menyadari kekonyolan Emma.


"Sebagai RK-001 tentu saja itu tugasku"


"Masukkan kak J sebagai RK-007 sehingga dia bisa membantumu"

__ADS_1


"Bisa-bisa kedok kita bocor"


"Tidak akan. Dia suamimu, dia juga kakaknya Edgar. Dan selama ini dia sudah membantu kita jadi tidak ada salah merekrutnya menjadi salah satu sekutu"


"Benar juga ya? Aku bisa lebih mudah bergerak tanpa harus takut ketahuan karena sering berpergian. Aku juga sekretarisnya"


"Lanjutkan kuliahmu di jurusan bisnis agar kau bisa membantu Chen mengurus ke sepuluh anak perusahaan hasil curian kita. Usahakan kau dan Kak J punya anak secepatnya"


Emma menunduk malu dengan wajah memerah mengingat betapa buasnya Alpaca imut itu. Dia benar-benar akan remuk saat malam pertama nanti.


"Hey.... Jangan melamun terus, kita sudah sampai"


"Ah iya.. Kita sudah sampai di kandang buaya tua, wuish ada nenek sihir juga... Trus si pelakor dan kejutan si maniak datang"


Semua sudah berkumpul di ruang tamu. Laura dan Jenko, Larry dan Amber, Nick dan Erine, lalu ada Richard yang duduk sendiri sedangkan Adriana di sofa satunya lagi sambil mengelus perutnya yang sedikit membuncit. Ramai sekali perdebatan hari ini.


"Selamat siang.." Sapa Emma halus dengan senyuman yang setia bertengger di wajahnya.


"Brmmmmm" Suara mobil sport yang berhenti membuatnya kembali menoleh. Bantuan datang dengan menampilkan Gio dan Vico.


Pria tampan itu aku pernah melihatnya di mana yah? Amber memperhatikan Gio dengan seksama. Dia tidak tahu bahwa Gio adalah Garcia, salah satu pelayan di rumahnya.


Mereka berempat masuk disertai tatapan tajam beberapa orang di sana. Adriana sendiri mengepalkan tangan mengapa Ella si cacat itu dikelilingi pria tampan dan seorang sahabat yang sangat membelanya.


"Tante, apa tidak mempersilahkan kami duduk?"


"Tidak usah! Kalian bukan tamu kami"


"Loh, kalau bukan tamu lalu kenapa mengirim pesan agar kami datang? Kami juga malas menginjakan kaki di tempat ini lagi tapi karena tante yang ngotot makanya kami datang"


"Eh ada bibi juga ikut nimbrung. Apa kabar bi? Masih main sama brondong?"


Pertanyaan Emma sukses membuat Adriana kaget dan Larry yang menatap istrinya curiga. Pandangan Emma jatuh pada pasangan selingkuh itu.


"Cieee yang sudah bisa bersama setelah memaksa bercerai" Emma menutup mulutnya seperti orang keceplosan.


"Itu urusan kami berdua. Tidak ada sangkut pautnya dengan dirimu"


"Masa sih? Ella adalah sahabat dan keluargaku. Apa kau lupa kalau di dalam kartu keluarga itu hanya ada nama kami berdua? Aku adalah satu-satunya keluarga yang dia miliki di dunia ini. Lupakan mereka yang duduk di sebelah sana. Apa ada Ayah yang melarikan diri di hari pernikahan putrinya hanya karena pengantin pria yang berganti? Atau ibu yang menghalangi kesuksesan putrinya. Aiyah, aku lupa Nyonya Roberto bukan ibu kandung Ella tapi bibinya. Ketika Ella lumpuh tidak ada yang peduli padanya tapi kami bertiga yang berusaha menyembuhkannya" Emma berucap dengan nada tinggi.


"Memang dia anak pembawa sial" Laura berkata dengan pedas.


"Diam kau nenek tua bangka. Urusi saja akhlakmu itu. Perbanyak doa agar mati nanti tidak tersiksa di kubur. Sahabatku tidak mau berurusan dengan kalian tapi kalianlah yang datang mengganggunya. Perjanjian pernikahan atas dasar harta 45% itu telah menghancurkan sahabatku. Demi harta sialan itu kalian mencelakai sahabatku!!!" Emma membentak Laura dengan wajah yang memerah.


"Memang dasarnya saja dia kurang beruntung. Masuk dalam keluargaku dan menghancurkan kami" sambung Erine cepat membantu Laura memojokkan Emma.


"Nona Muda Simmons, kau sendiri tidak tahu kan siapa yang menghancurkan keluargamu? Kalau kau tahu, aku jamin kau akan menyakiti dirimu sendiri karena menjadi sangat bodoh masuk dalam permainan mereka. Ck! Kau menjadi budak cinta yang menyedihkan. Kau tanyalah dalam hatimu apakah kau benar-benar mencintainya? Dia lumpuh seperti itu apa masih bisa melayanimu di atas ranjang? Jangan-jangan....."


"Diam kau Emma!! Kau hanyalah hasil perdagangan anak. Kau menjadi pelac*r saat usiamu 13 tahun"


"Kau lupa kalau kau yang menyelamatkanku? Aku berterimakasih karena hal itu. Tapi sayangnya aku masih menjaga kehormatanku sampai sekarang. Bukan seperti dirimu yang memperdagangkan mahkota kesucianmu dengan beberapa persen harta warisan. Bunuhlah dirimu saat tahu siapa yang membuat kalian miskin 4 tahun lalu"

__ADS_1


Mata Erine memanas dan dia menatap tajam Emma. Ingin rasanya dia mencabik-cabik tubuh Emma dan melemparkannya ke jalanan karena melukai harga dirinya.


Ella sendiri masih diam saja. Dia ingin menyahuti semua perkataan mereka tapi bisa-bisa sandiwaranya terbongkar.


Emma kau pasti bisa menghadapi semua ini. Ella bertelepati pada Emma yang kemudian membalikan badan dan tersenyum manis padanya seolah-olah menerima pesan telepati tersebut.


"Apakah kami hanya diam begini? Ada yang bisa kami bantu?" Bisik Gio karena saat ini Emma menghadapi sekumpulan orang itu sendirian.


"Kalian hanya perlu menjaga Ella ketika terjadi sesuatu" Emma balas berbisik.


"Emma, hentikan bualanmu itu" Adriana akhirnya buka suara.


"Ibu hamil dilarang ikut campur. Jangan sampai bayimu kenapa-kenapa karena aku tidak sungkan dalam hal memukul orang. Kau ingin kaki atau tangan atau tandukan kepala? Aku sanggupi"


Adriana langsung bungkam karena dia lebih memilih menyelamatkan bayinya yang kemungkinan bisa membawanya menjadi Nyonya Muda Derbaltroz. Anak sudah dimanfaatkan sejak dalam kandungan demi tujuan tertentu.


"Aku tidak ingin bercerai dari Ella" Nick dengan tegas menyuarakan pendapatnya menghasilkan wajah menganga milik Erine.


"Kenapa!?" Tanya Emma dan Erine bersamaan membuat mereka mendelik tidak suka dan membuang muka.


"Karena aku masih ingin dia ada di sini untuk penyelidikan lebih lanjut mengenai kecelakaan kemarin"


"Siapa yang akan menuntut orang cacat hah?" Tiba-tiba Tuan Derbaltroz Tua datang.


Kenapa Tua bangka bau tanah ini datang?


"Tapi kakek aku curiga dia penyebab kecelakaan kemarin"


"Apa kau tidak lihat dia? Lumpuh begitu apa yang bisa dia perbuat? Aku datang ingin memberi pengumuman. Karena kesalahan cucuku yang kurang ajar ini, nona Roberto harus menjanda di usia muda. Dia lumpuh sehingga aku berinisiatif membiayai pengobatannya hingga sembuh. Secepatnya aku akan mengirim dia ke luar negeri. Tidak boleh ada yang membantah. Larry, kau harusnya lebih menyayanginya. Dia bisa menjadi berkat atau kutukanmu tergantung sikapmu padanya"


Tuan Tua berbalik dan keluar dari rumah itu diikuti Emma yang mendorong Ella tapi sejurus kemudian Emma jatuh karena tarikan dirambutnya. Erine mencoba meluapkan kemarahannya.


"Erine, kau sudah siap patah tulang? Aku kabulkan!!!"


Emma berbalik dan meninju rahang Erine yang sukses merubuhkan gerahamnya. Erine seketika pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakitnya. Nick ingin menolong tapi dia tidak bisa bergerak. Richard sendiri merasa ogah untuk bangun akhirnya Jenko mengambil kesempatan dan menggendong Erine sambil tangannya berada di tempat yang pas untuk meremas.


Tubuh menantuku sangat empuk. Air liur hampir menetes dari mulutnya. Sayang mulut itu harus bengkok terkena bogeman dari Gio. Gio tidak tega juga melihat Erine yang diremas dengan sengaja oleh Jenko.


"Tua bangka mau mati, mati saja sana. Belalai kalau sudah tidak berfungsi, jangan paksa main dengan gadis muda. Nanti mati pas lagi bertempur kan malu ketemu sama malekat maut"


Gio yang menggendong Erine dan membawanya ke Rumah sakit. Walaupun wanita ini jahat tapi dia tetaplah wanita lemah yang sudah diracuni oleh keluarga Derbaltroz.


(bersambung)


***


Erine mendapat bogeman dari Emma. Kira-kira ketika dia bangun dan melihat giginya yang ompong, apa yang akan dia lakukan yah?


Emma menggigit Jackson dengan kuat, kenapa? Apa salah Jackson sehingga Emma berubah layaknya Rabies kelaparan?


Berhasilkah Ella pergi ke luar negeri dan merubah identitas??

__ADS_1


Baca terus yah? 😉😉


Salam ELughta😍😘


__ADS_2