Sellena

Sellena
Antah Berantah


__ADS_3

"Kau bukan Elleane. Aku yakin itu!!!"


"Ta-da.... Kejutan..." Kerlingan nakal itu membuat Clara shock.


"Ja....ja...di k..ka..kau adalah..."


"Aku adalah Parado, Perfect Knock Out - Para DX..."


"Akh!!! Bisakah kau serius? Aku sudah mau mati karena penasaran denganmu, tapi kau malah menampilkan gaya konyol Kamen Raidermu itu"


"Kau mirip seperti Cronus, terlihat baik di luar tetapi hatinya busuk"


"Berhenti bermain-main dengan game konyolmu itu. Beritahu aku siapa kamu, hah!!??" Clara berteriak hingga terengah-engah.


"Wow, slow down, baby. Sudahlah, jangan terlalu emosi. Nanti cepat tua, tidak ada yang mau menikahimu. Ekhemmm... Emmmm... Jadi, dari suaraku, kau pasti sudah bisa menebak siapa aku kan?"


"Aku kira siapa, ternyata hanyalah ****** yang tidak dianggap di Keluarga Rizon"


Ketika topeng kulit dikupas, nampaklah wajah bersinar milik Brenda. Dia tersenyum dengan sangat manis pada Clara.


"Wajahmu sangat menjijikan" umpat Clara tapi Brenda menanggapinya dengan santai. Dia mengambil pisau bedah dan mulai memainkannya.


"Kira-kira apa yang bisa aku lakukan dengan pisau ini ditubuhmu?"


Clara bergidik ngeri melihat tajamnya pisau yang seketika menyilaukan dimatanya.


"Jauhkan itu dariku"


"Maaf tapi aku tidak mau!"


Brenda mulai membersihkan makeup di wajah Clara menggunakan pisau itu.


"Jangan banyak bergerak. Aku tidak menjamin bahwa wajahmu akan baik-baik saja setelah terkena pisau ini"

__ADS_1


"Kau sangat kejam!!!" Air mata Clara mengalir deras.


"Kau tahu aku kejam kenapa selalu mencoba untuk menggangguku?"


"Karena Matthew menyukai ****** sepertimu. Aw! Sshhh... Sakit"


"Kan aku sudah bilang jangan banyak bergerak. Pisauku sangat tajam, tersentuh sedikit saja bisa terluka. Dan lagi wajahmu bisa infeksi karena kau masih harus berada di sini beberapa hari lagi sampai aku siap melepaskan kepergianmu"


"Tolong obati..."


"Yang membuat luka diwajahmu kan kau sendiri" Brenda acuh, malah menaikan pisaunya ke atas rambut Clara.


"Jangan, jangan di sana!!!"


"Wajah, jangan. Rambut juga jangan lalu aku harus memotong yang mana? Jarimu?"


"Tidakk.... Tidakkk... hikss.. hikss... Aku mohon hentikan"


Tapi bukan Brenda kalau tidak berhasil. Dia menendang kaki Clara membuat gadis itu berteriak dan akhirnya membuka lebar telapaknya. Brenda menangkap salah satu jarinya dan mulai memotong kukunya.


"Jangan bergerak atau kuku dan jarimu hilang bersamaan"


Dengan terpaksa Clara membiarkan Brenda memotong habis kuku cantiknya. Keringat, darah dan air mata mengalir deras menuruni leher mulusnya.


"Aku sangat baik sehingga membantumu memotong kuku. Jadi biarkan rambutmu juga ya?"


"Tidak.. Jangannn..... Dad, Grandpa, tolong aku.... huhuhuhu..."


"Mereka masih sibuk melacakmu. Handphonemu sudah kuhancurkan jadi mereka pasti sangat kesulitan"


Brenda bermain-main dengan pisau yang dia pegang. Memutarnya, melempar ke atas dan menangkapnya lagi.


"Biarkan aku ke toilet. Aku sudah tidak tahan"

__ADS_1


"Buang saja di sini. Lagian tidak ada yang akan melihat kan?"


"Tidak bisa. Brenda, aku mohon padamu"


"Waktu di toilet juga aku memohon padamu tapi kau malah mengguyurku dengan seember air setelah menggunting-gunting seluruh pakaianku. Lagian aku hanya menyuruhmu membuangnya di sini kok bukan menelanjangimu"


"Aku akan mengikuti semua permintaanmu tapi tolong lepaskan aku. Aku tidak bisa menahannya lagi"


"Benarkah?"


"Aku janji. Jika aku melanggarnya, bunuh saja aku di tempat"


"Baiklah"


Akhirnya Brenda melepas ikatan Clara dan membawanya ke toilet. Untung saja di tempat terbengkalai itu masih ada toilet.


"Apa masih bisa digunakan?" Clara menatap toilet itu dengan jijik karena baru saja dihinggapi beberapa hewan.


"Buang di sini, atau di dalam ruangan tadi? Pilih saja sendiri"


"Iya.. iya.. Baiklah. Tutup pintunya, jangan mengintip"


"Huh. Bentuknya sama saja kok"


Brenda bersandar di tembok menunggu Clara membuang segala yang harus dibuang. Dia berniat pergi dari situ saat tiba-tiba Clara memanggilnya.


"Brenda, kau tidak meninggalkan aku sendiri kan? Aku rasa tadi aku melihat setan"


"Setan biasanya suka menampaki wanita jahat. Kau dengannya bisa berteman" Teriak Brenda dari lorong. Suaranya terdengar kecil sehingga Clara cepat-cepat keluar dari toilet dan mencari Brenda.


"Hufhhh syukurlah. Aku kira kau meninggalkan aku di sini sendiri"


Clara bernapas lega setidaknya dia tidak sendirian ditempat antah berantah tersebut.

__ADS_1


__ADS_2