
Ella menggandeng Leon dengan mesra, berjalan di sepanjang lorong dengan senyuman manisnya. Para undangan kini menatap heran seorang pemuda yang menunggu Ella di altar dengan tidak sabar.
Jay dan Carol berinisiatif mengambil keranjang bunga dan menaburkannya di sepanjang lorong sedangkan Emm dan Renay sibuk menggenggam buket bunga yang lumayan besar entah siapa yang menyiapkannya. Emma curiga pada Vico karena pria cantik itu suka bunga.
Leon meraih jemari Ella dan menyerahkannya pada pria di hadapannya. Pria yang sangat dikenalnya ini. Hatinya lega setidaknya pria ini lebih baik daripada Richard.
"Aku harap kau menjaganya dengan baik. Jika kau sudah bosan, jangan sakiti dia tapi kembalikan saja dia kepadaku" Pesan Leon Simmons seperti seorang ayah yang akan kehilangan putrinya.
Pria itu mengangguk dan tersenyum. "Aku akan menjaganya seumur hidupku. Pegang kata-kataku"
"Tepati janjimu. Jika tidak, jangan salahkan aku bila aku bertindak dengan kejam" Leon berbalik pergi. Sekilas dia melempar senyum pada Renay membuat gadis itu merona. Emma yang memperhatikan mereka berdua hanya tertawa dalam hati.
Dasar Bucin. Pikirnya.
***
"Saya Dominic menerima engkau Arqiela sebagai isteri dan berjanji akan selalu setia dalam suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit sampai maut memisahkan" Ikrar yang diucapkan oleh Dominic
"Aku Arquiela mengambil engkau Dominic sebagai suami dan akan menemani engkau dalam segala keadaan" Singkat padat dan sangat jelas janji yang Ella ucapkan.
"Kedua mempelai silahkan memasangkan cincin"
Dominic mengambil cincin yang dipegang Emma kemudian memasangkannya di jari Ella begitupun sebaliknya.
"Pengantin pria silahkan mencium pengantin wanita"
Dominic membuka cadar dan akan mencium bibir Ella ketika sebuah teriakan membuat mereka terperangah.
"Aku sangat menentang pernikahan ini!!!" Ucap Richard dengan nada tinggi setengah berteriak.
__ADS_1
Para tamu langsung bergosip ria karena yang mereka tahu, Richard adalah tunangan Ella.
Untunglah si bodoh ini datang tepat waktu sebelum bibirku dinodai pria selain Edgar. Ella penuh senyuman miring.
"Apa pernikahan ini bisa dilanjutkan?" Tanya pendeta.
"Bisa. Karena yang melarikan diri dari pernikahan ini adalah dirinya dan juga ada seorang gadis yang sudah dihamili olehnya"
"Aku bilang aku menentang. Pernikahan ini tidak bisa dilanjutkan!!!" Richard yang ditahan oleh beberapa orang mencoba melepaskan diri membuat Pendeta sedikit ragu memberikan berkatnya.
Disaat begitu, Adriana dengan tidak tahu malunya datang memeluk Richard. Dia tidak ingin Richard menikah dengan Ella karena dia tengah hamil anak dari pria tersebut.
"RICHARD, AKU HAMIL ANAKMU!!" Adriana berteriak dari belakang Richard dengan suara sangat kencang membuat tamu di ballroom tersebut kaget.
"Bisa Bapa lanjutkan?" Pinta Ella.
Sial! Aku salah sangka. Aku kira dengan meninggalkannya maka dia kan terpuruk tapi ternyata dia menikah dengan pria lain dan tampak sangat bahagia. Richard berbalik dan menatap Adriana sengit.
"Jangan menipu semua orang dengan mengatakan itu bayiku. Aku tidak tahu berapa banyak lelaki yang pernah tidur denganmu"
Seketika air mata jatuh di pipi Adriana. Amber yang melihat itu hanya diam di tempat tak ingin masuk ke pertengkaran mereka. Adriana berlari meninggalkan balroom dengan kecewa.
Saat melihat Venus, Richard segera mendekatinya dan menarik lelaki cantik itu masuk ke salah satu ruangan tertutup. Ella hanya berdoa dalam hati semoga Richard tidak pingsan melihat sesuatu benda menggantung yang sama persis dengan miliknya.
Acara kembali normal setelah semua pengacau pergi. Semua gadis yang siap menikah berbaris untuk menangkap buket bunga yang akan dilempar Ella.
Emma tidak ingin ketinggalan karena dia juga sudah kebelet nikah melihat ramainya pertunjukan hari ini tapi sayang buket bunga lebih memilih hinggap di tangan cantik Renay.
Semua bersorak gembira karena menurut cerita seseorang yang menangkap buket pengantin akan menikah enam bulan kemudian. Pipi Renay sukses memerah dan dia hanya tersenyum malu-malu menatap Leon yang juga memberikan senyum terbaiknya.
__ADS_1
Altar telah di pindahkan dan ruangan itu menjadi sangat luas dengan suguhan hidangan menggiurkan. Dominic tidak henti-hentinya memeluk pinggang ramping Ella takut istri kecilnya melarikan diri.
"Kak, lepaskan aku" Pinta Ella dengan manja pada Dominic.
"Hehehehe... Diamlah sebentar karena akan ada beberapa pria tampan yang datang menyalami kita"
Benar saja sudah ada Mami Chyntia dan Papi Romand yang di ekori oleh Raymond, Jerry dan Jackson. Mereka semua datang memeluk Ella dengan tangis haru. Mami Chyntia bahkan terlihat sangat terpukul melihat Ella menikah dengan pria lain.
" Ella sayang..." Mami mencium kening Ella dan memeluknya erat.
"Kami titip Ella padamu" Pesan Papi Romand.
"Gadis kecilku" Paman Raymond memeluk Ella juga dan hanya menyalami Domonic.
Jerry datang dan menyalami Ella tanpa kata lalu membelai kepala yang masih dihiasi veil tersebut dengan sayang lalu menyalami Dominic.
Yang dilakukan Jackson adalah memeluk adik kesayangannya itu erat sampai Ella ingin menendangnya karena merasa sesak.
"Berhati-hatilah dengannya" Bisik Jackson di telinga Ella lalu membelai kepalanya sama seperti Jeremy. Tapi dia berlalu saja dari hadapan Dominic dengan tatapan tajamnya.
Satu persatu tamu undangan menyalami mereka berdua hingga tiba giliran Amber yang merasa diri tamu.
"Akhirnya kamu menikah juga dengan pria tampan. Aku kira dengan gadis yang selalu menempel padamu"
"Emma? Ah dia juga akan aku nikahi bila suamiku menceraikan aku" Ella menatap Amber tajam membuat Amber salah tingkah tapi melihat Dominic tingkahnya menjadi lembut dibuat-buat tapi Dominic menyadarinya.
"Tante, eh Mama maksudnya. Apa mama tidak lapar? Di ujung sana ada masakan barat yang tidak pernah ada di restoran manapun" Dominic bicara asal untuk mengusir Amber dari sana.
Merasa diusir Amber pergi dengan menghentakan kakinya kesal.
__ADS_1