
Chen beberapa kali tidak bisa bertemu langsung karena Ella yang sibuk. Pagi itu dia datang kembali dengan harapan bisa bertemu Ella. Dia butuh beberapa persetujuan dari Nona Besarnya.
Chen memarkir mobilnya di garasi yang ada di ruang bawah tanah..Dia naik menggunakan lift. Saat akan masuk, dia berpapasan dengan penjaga gerbang yang melintas.
Mengapa ada penjaga sedangkan gerbang itu tidak berfungsi? Karena tugas penjaga itu adalah memantau sisi luar markas.
"Selamat pagi Tuan" Sapa penjaga gerbang.
Chen hanya mengangguk sekilas. Penjaga gerbang sudah tahu kebiasaan itu sehingga tidak mempermasalahkannya.
"Selamat pagi Tuan Chen" Sapa pelayan di pintu masuk.
"Apakah Nona Besar ada?"
"Nona Besar sedang memandikan Baby Thea"
"Jika Nona Besar sudah selesai, tolong sampaikan bahwa saya sedang menunggu"
"Baik Tuan" Pelayan membungkuk hormat kemudian berlalu menuju kamar Baby Thea untuk menyampaikan pesan Tuan Chen.
Ella sendiri sudah tahu kedatangan Chen karena dia memantau semuanya lewat Camael dan juga lensa di matanya yang sudah menampikan kedatangan Chen.
Dokter Tamia kemudian mengambil alih Baby Thea dan menyusuinya setelah dia selesai menyusui bayinya sendiri. Ella sudah berpesan bahwa bayi Dokter Tamia harus didahulukan mengingat ASI itu adalah miliknya. Dan Baby Lim yang pengertian selalu mau berbagi dengan Thea.
"Kak Chen?"
"Selamat pagi Nona Besar" Chen menunduk hormat.
"Sudahlah, tidak usah terlalu formal. Ayo ke ruang kerjaku. Ada beberapa hal yang harus aku komplain padamu"
Chen langsung berkeringat dingin tahu bahwa Nona Besarnya tidak puas akan hasil kerjanya.
"Duduklah, Kak"
Chen segera menyodorkan berkas kerjasama dengan Baltroza Corp.
"Menurutmu Kak, aku harus setuju atau tidak?"
"Nona harus menandatangani kerjasama ini karena sangat menguntungkan"
"Apa keuntungannya?"
"Selama kita menjadi pemasok tetap, mereka tidak akan berpikir untuk mendapatkan pemasok lain. Mereka akan menolak kerjasama dengan perusahaan lain. Setelah tiba saatnya, kita menghentikan pemasokan dan mereka akan kewalahan"
"Kalau mereka mendapatkan pemasok lain?"
__ADS_1
"Saya sangat yakin itu tidak akan terjadi Nona karena sebagian besar perusahaan itu adalah rekan kerja kita yang tidak mau mengambil resiko diputus kerjasamanya oleh kita. Hanya Seven Paradise Ent. saja yang susah untuk diajak kerjasama"
"Bagian industri hiburan dan periklanan itu yah? Itu urusanku untuk menemui CEOnya. Itulah komplainku kenapa Kak Chen tidak bisa mendekatinya"
"Orangnya misterius Nona. Mungkin saja itu hanyalah perusahaan cangkang. Ada perusahaan induk yang mungkin bergerak di bidang lain"
"Untuk kali ini Kak Chen salah. Itu benar-benar perusahaan miliknya hanya saja dia sepertiku, tidak ingin mengekspos keberadaan kami. Oh yah, tolong selidiki wanita ini"
"Maaf Nona dan siapa ini?"
"Wanita yang akan aku pergunakan untuk membuat seseorang menyesal"
"Saya akan memberi Nona Besar informasinya tengah malam nanti karena saya harus segera ke Perusahaan untuk bertemu pihak Baltroza Corp"
"Aku tunggu"
Setelah menunduk hormat, Chen berbalik pergi. Ella kemudian pergi ke ruangan khusus dan bersiap mencaritahu informasi mengenai Seven Paradise.
"Ck! Lumayan sulit juga menembus keamanan perusahaan mereka. Sepertinya aku butuh pengalih. Camael, panggil RK-05 kemari karena ada tugas penting untuknya"
"Maaf Nona, RK-05 dan RK-06 sedang menjalankan tugas yaitu berkuliah. Mereka akan pulang pukul 12 nanti" Jawaban Camael membuat Ella frustasi.
"Sebenarnya apa sih yang membuatku sulit menembus pertahanan mereka? Pengacau yang aku tanam juga berhasil mereka singkirkan. Sepertinya aku sungguh tertarik denganmu pemilik"
Ella bolak-balik mengutak-atik keyboard komputernya tapi masih belum menemukan penyebabnya hingga dia merasa kelaparan.
"Baik Nona"
Beberapa menit kemudian, pelayan masuk dan meletakan makanan yang Nona Besarnya minta.
"Maaf Nona Besar, ada yang anda butuhkan lagi? Apakah Nona Besar butuh camilan?"
"Kalau kau mau membawakanku camilan, berarti kau juga harus sedia menyuapiku. Aku sangat sibuk saat ini"
"Saya bersedia Nona"
"Kalau begitu buatkan aku camilan yang enak"
Pelayan itu segera putar balik dan menjalankan apa yang diperintahkan. Ella tidak khawatir dengan apa yang dilihat oleh pelayannya saat ini karena mereka semua adalah orang kepercayaannya. Tidak akan ada informasi yang bocor.
Selesai makan, Ella meletakan piring kembali di nampan dan segera meminum air putihnya.
Tok tak tok tak ptak. Bunyi jari yang beradu dengan tuts keyboard menampilkan serangkaian serial di layar. Angka dan huruf membentuk perintah-perintah penyebaran virus.
Dua tangan Ella bermain di keyboard yang berbeda. Satunya mengalihkan dan yang lainnya berusaha untuk menembus sistem pertahanan.
__ADS_1
"Camael, masuk dan cari Informasi petinggi perusahaannya. Keluar melalui jalur yang baru kubuat. Jangan curi data apapun lagi, cukup informasi petingginya saja"
Camael tidak menjawab lagi, dia langsung masuk melalui celah yang Ella buat dengan mengalihkan para hacker di perusahaan tersebut dengan mengambil beberapa informasi tentang pelirisan iklan ataupun album idol yang baru.
30 detik kemudian semua perintah di layar berubah menjadi sebuah tanda senyuman yang lebar tanda Camael berhasil mengambil data tersebut tanda menimbulkan jejak.
"Kau sangat pintar Camael, seandainya dirimu nyata. Bukankah aku bisa membuatmu menjadi robot? Tapi itu akan membuat semua orang gempar dan kau akan diperebutkan. Jadi aku lebih memilih membuatmu menjadi sebuah hologram saja"
"Itu tidak perlu Nona. Saya sangat senang seperti ini karena Nona bisa membawa saya kemana saja. Mengenai data wanita itu, saya sudah mendapatkannya"
"Pilihan yang bagus. Oh yah? Tapi aku ingin Kak Chen yang melaporkannya karena aku lihat dia cukup rindu padaku"
Layar hanya menampilkan sebuah senyum lebar dengan gambar hati di kedua matanya.
"Bersihkan data petinggi itu dari virus ataupun jebakan. Aku beri waktu 1 menit"
"Siap laksanakan Nona"
Layar itu segera menghitam kemudian muncul kerlap-kerlip yang hanya dimengerti oleh Ella dan Camael. Tidak lama kemudian Tablet yang tersambung dengan komputer segera menyala dan menampilkan data diri para petinggi Seven Paradise Ent.
"Pemiliknya ini...."
Pelayan yang mengetuk pintu berkali-kali dan memanggil Nona Besarnya tapi tidak mendapati jawaban segera masuk takut terjadi sesuatu pada Nona Besarnya.
"Nona Besar...."
"Astaga bikin kaget saja" Ella segera menyimpan data tersebut kemudian mematikan Tabletnya.
"Lain kali ketuk pintu"
"Saya sudah mengetuknya, bahkan sampai jari memerah tapi Nona tidak menyahut. Saya pikir terjadi sesuatu pada Nona. Saya panik sehingga masuk tanpa permisi. Maaf Nona, saya akan mengambil hukuman" Pelayan itu membungkukkan badan dengan keringat dingin yang mengalir.
"Salahku tidak mendengarmu karena sibuk dengan semua ini. Tidak perlu mengambil hukuman cukup pijit lenganku saja. Rasanya mau patah"
Pelayan itu segera mengambil minyak dan memijit pelan lengan Nonanya kemudian hendak bertanya tentang Camilan yang sudah dibawanya tetapi Ella sudah terlelap di tempat duduknya.
"Nona..." Panggil Vino yang melongokkan kepalanya. Dia langsung ditatap dengan ganas oleh si pelayan. Mendapatkan tatapan seperti itu, Vino cuek bebek.
"Nona tertidur, jangan mengganggunya. Lebih baik pindahkan Nona ke ranjang"
Vino yang melihat Ella sudah nyenyak akhirnya menggendongnya menuju ranjang dan membaringkannya hati-hati. Setelah mendapat kabar dari Camael, dia segera pulang tapi melihat layar sudah menghitam, artinya Nona Besarnya itu sudah berhasil membobol. Tapi untuk memastikannya, Vino mengkonfirmasinya pada Camael.
Vino juga bisa mengakses Camael walaupun terbatas. Camael hanya menampilkan kata berhasil sebagai jawaban atas pertanyaan Vino.
Setelah menyelimuti Ella, dua orang itu keluar dari ruangan khusus. Si pelayan membawa kembali camilan yang dibuatnya. Mungkin sore nanti Nona Besar akan menanyakannya lagi.
__ADS_1
"2 jam lagi bangunkan Nona Besar untuk makan siang. Jika Nona mencariku, katakan aku bermain bersama baby Thea"
Setelah mengatakan itu, Vino pergi menyusul Gio yang sudah berada di kamar bayi tersebut.