Sellena

Sellena
Menemukan yang hilang


__ADS_3

Mobil berhenti ditengah jalan karena Brandon menyadari sesuatu. Adiknya yang sedang memangku Elleane tidak berhenti tersenyum. Ada apa dengannya?


Brandon kemudian menemukan jawabannya, Elleane sudah sadar hanya saja masih pura-pura pingsan.


"Mau berpura-pura sampai kapan?" Brandon berbalik dan mencubit pipi Ella dengan gemas.


"Aw!! Sakit...." Ella mengelus pipinya yang berdenyut.


Akhirnya pecahlah tawa Brenda. Dia tertawa meledak-ledak sambil memegangi perutnya. Entahlah mengapa dia merasa wajah kesakitan Ella sangatlah lucu.


"Karena kau tidak sakit lagi maka ayo kembali ke restoran"


Brandon memutar balik kendaraan itu dan melaju dengan kecepatan sedang. Dia melirik Ella yang masih mengelus pipinya. Daging empuk itu terlihat sedikit memerah karena cetakan tangan seseorang yang kesal.


***


"Kalian sudah kembali? Bagaimana keadaan nona Urmato?" Tanya Tuan Rizona cemas.


"Dia sedang ditangani oleh tim medis"


"Dan kenapa kau di sini? Seharusnya kau menemani tunanganmu" Ayah Brandon tampak sedikit marah.


"Calon tunangan..." Koreksi Brenda dengan cepat tahu bahwa Kakaknya tidak ingin menjawab perkataan Ayah mereka.


"Joly adalah gadis yang baik dan berasal dari keluarga yang baik pula. Ibu harap kau tidak menyia-nyiakan waktumu bersama orang yang tidak tepat" Meiya tersenyum penuh arti pada Ella.


"Aku tahu gadis yang baik itu seperti apa. Gadis yang baik adalah gadis yang bersikap anggun dan tidak akan merebut milik orang lain walaupun dia menyukainya"


"Apa maksudmu, hmmm!!??" Meiya pura-pura tidak tahu. Tuan Rizona juga nampaknya tertarik mengenai hal itu.

__ADS_1


"Apakah Mom dan Dad tidak merasa ada hal yang aneh dengan keluarga Urmato? Bukankah putrinya itu awalnya dia tunangkan dengan keluarga kerajaan? Mengapa saat ini justru menjadi calon tunanganku? Jangan sampai dia datang untuk menyelidiki kita?"


Tuan Attala Rizon nampak manggut-manggut. Sungguh dia tidak pernah berpikir akan hal itu. Dia tergiur dengan kerjasama di antara mereka.


" Lagian kerjasama itu merugikan kita karena senjata yang mereka minta adalah produksi khusus untuk keluarga Willem. Ketika Keluarga Willem mengetahui ini, kerjasama kita dengan mereka akan berakhir. Kita juga dilaporkan oleh Keluarga Urmato pada Pemerintah karena memproduksi senjata ilegal. Jadi, mau diteruskan perjodohan ini?"


Dengan berani, Brenda mengutarakan pendapatnya. Dia bicara dengan suara kecil tapi bisa didengar oleh empat orang yang duduk di sekeliling meja itu. Untuk pertama kalinya Meiya menyesali keputusan gegabahnya yang hampir saja menghancurkan Keluarga Rizon.


Tuan Rizon memandang putrinya tidak percaya sejurus kemudian pandangannya jatuh pada seorang gadis cantik yang sedari tadi diam mendengarkan perdebatan mereka.


"Kau tidak ingin memperkenalkan kekasihmu?" Tuan Rizona memandang Ella dan Brandon bergantian.


"Emm... Dia adalah Elleane Willem, kekasihku dan juga Ketua Black Rose Queen yang baru" Brandon tersenyum kikuk melihat tatapan menyelidik ayahnya.


Mampuslah aku kalau Ayah tahu dia kekasih pura-puraku. Brandon mengatur napas agar tidak menunjukkan kegugupannya.


"Iya, Dad. Elle putrinya Tuan Willem" Brenda segera menjawab melihat kakaknya sudah berkeringat.


"Dasar bedebah sialan!!!"


Satu tinju langsung melayang di wajah Brandon. Ayahnya walaupun berumur tapi masih sangat cekatan dalam hal bertarung.


"Sayang, tenanglah!! Aku sudah bilang dari awal, jangan memacari gadis ini. Lihatkan sekarang Ayahmu marah?"


Meiya mengelus punggung suaminya lalu berbalik memelototi putranya yang sibuk membetulkan rahangnya. Pukulan Ayahnya benar-benar masih sama seperti sepuluh tahun lalu.


Beberapa detik setelah ditenangkan Meiya, Attala malah menarik Elleane masuk ke dalam pelukannya. Dia tertawa dan menangis di saat bersamaan membuat mereka memandangnya bingung.


"Aku menemukan yang hilang" ucapnya sambil mengelus rambut Ella sayang. "Rambutmu kau warnai!?" Sejurus kemudian pertanyaan itu sukses membuat jantung Ella berpacu.

__ADS_1


"Tidak... Ini asli dari aku lahir" Jawab Ella setenang mungkin.


"Jika dari lahir, tidak akan mungkin sedikit kasar di beberapa bagian"


Ella hanya bisa diam mencoba mencari alasan yang tepat tapi perkataan Attala selanjutnya sungguh membuatnya menganga.


"Ibumu Marie Brand kan? Bukan Marine Brand?"


"Bagaimana Dad tahu?" Tanya Brenda keceplosan.


"Jadi benar kau adalah putriku yang selama ini kucari" Atta memeluk Ella makin kencang.


"Uncle.. Lepaskan aku dulu. Aku bukan putrimu, sungguh!! Aku adalah putri Tuan Roberto yang sekarang menyamar menjadi Elleane"


Ella yang sudah tidak tahan akhirnya membongkar siapa dirinya. Pandangan tidak percaya langsung didapatnya dari dua pasang mata didepannya.


"Aku bilang kau putriku, maka tetaplah kau putriku, selamanya!!"


Tuan Attala Rizon malah dengan keras kepala mengklaim bahwa Ella adalah putrinya. Meiya yang sedari tadi diam langsung menangis di tempatnya berdiri.


"Cukup sekali kau berselingkuh!!! Kenapa kau ulangi lagi??"


Meiya menangis dan berlari keluar restoran. Brandon segera mengejar ibunya takut ibunya berbuat hal buruk.


Drama apalagi ini?? Ella memutar bola matanya malas...


***


Jadi sebenarnya Ella putri siapa?? Seandainya Ella adalah saudara tiri Brenda, kira-kira apa pendapat Brenda?? Akankah dia menerima kehadiran Ella ataukah justru memusuhinya??

__ADS_1


__ADS_2