Sellena

Sellena
Kejutan


__ADS_3

Byurr... Seember air sanggup membangunkan Clara dari mimpi menakutkannya.


Ketika membuka mata, dia berharap sedang berada di kamarnya dengan selimut tebal hanya saja ketika matanya terbuka lebar, semua tidak sesuai ekspektasinya. Dia justru sedang terikat di kursi.


"Mmmm.. mmmm... mmphhh!!!"


(Lepaskan aku!!) Ya sekiranya mungkin itu kalimat yang barusan dia ucapkan dengan mulut masih dilakban kencang.


"Aw....." Rintihnya ketika lakban dibuka. Pastinya bulu-bulu dipermukaan kulitnya ikut tercabut hahaha... Sebagian bedak menempel di lakban tersebut.


"Hiiiihh.... iuuuu.... Makeupmu sepertinya memiliki tebal beberapa senti. Em, Clara... Kau tau kenapa kau ada di sini?"


Ella menampilkan wajah jijik dan melempar lakban tersebut ke sembarang arah. Dia lalu mengambil kursi dan duduk di hadapan Clara dengan senyum sinis.


"Kk.. kau!!"


"Iyah, aku. Aku yang pernah terluka, kembali mengenal cinta. Sudahlah, itu hanya lirik lagu" Ella mencoba menyanyikan sebuah lirik lagu yang pastinya tidak akan dimengerti Clara karena itu adalah lagu di negara I.


"Bukankah kau... kau..."


"Aku sudah diculik, hanya saja aku kabur dan datang menculikmu lagi" jawab Ella santai saat tahu apa yang akan di tanyakan Clara.


"Atas dasar apa kau menculikku, hah!?"

__ADS_1


Aduh, apa dia lupa kalau dia sudah banyak berbuat dosa?


"Atas dasar aku senang menculik para gadis lalu menjual mereka. Kalau cantik, bisa dijadikan pelacur tapi kalau jelek yah diambil organ dalamnya lalu daging mereka akan dibuat isian roti. Aku bisa kaya raya, hahahahaha...."


Tawa Ella yang mengerikan itu seketika membuat wajah Clara kehilangan darah. Hilang sudah semua keberanian saat dia merencanakan penculikan Ella. Dia bungkam.


"Kenapa diam? Bukankah kau sangat senang membuatku diculik? Menyewa para penculik, menculikku di Kampus lalu berniat menjualku. Trik yang sama tidak akan berlaku dua kali. Aku harap kau cukup cerdik lain kali. Tapi sepertinya tidak akan ada lain kali"


Ella mencengkeram dagu Clara dan memaksa gadis itu menatapnya.


"Aku akan melaporkan semua hal ini pada Mom dan Dad sehingga kau akan mendapat pelajaran dari mereka"


"Well, pelajaran di Kampus sudah cukup. Aku rasa orangtuamu sedang sibuk mencari di mana kamu berada dengan mengerahkan polisi dan anggota mafia"


Ella mengambil Ipad yang terlipat dari saku celananya dan membuka lipatan itu agar menjadi layar yang lebih lebar lalu membuka sebuah situs berita yang menampilkan berita penculikan salah seorang mahasiswa yang diduga berasal dari Keluarga Brand.


Rekaman CCTV kampus elit tersebut dapat dipercaya karena ruang pengendalinya dijaga ketat. Hanya Ella yang mampu membobolnya karena dia jenius, punya kesempatan dan sangat beruntung.


"Em, kau lihat sendiri kan? Kau ditangkap para penculik ketika keluar dari Kampus dan hendak pulang"


"Tidakk.. tidak... Kau yang seharusnya diculik bukan aku"


"Kau ditangkap penculik ketika keluar dari Kampus dan hendak pulang" ulang Ella.

__ADS_1


"Aku putri Keluarga Brand. Dad dan Grandpa tidak akan tinggal diam saat tahu anak dan cucunya menghilang. Sampai saat itu, kau tidak akan selamat. Mereka akan mencincangmu"


"Yakin? Kau yakin mereka akan mencurigaiku?"


"Kakek dan Ayah adalah anggota mafia sehingga mereka akan mudah menemukanku"


"Yakin mereka menemukanmu? Tempat ini bahkan tidak ada signal" Ella mengangkat bahunya acuh.


"Tapi baru saja kau menampilkan berita itu"


"Oh itu berita kemarin. Kau tertidur cukup lama sehingga tidak tahu apapun. Kau cocok menjadi putri tidur selamanya"


Clara kehabisan cara untuk bernegosiasi. Dia bahkan tidak percaya gadis yang dihadapannya ini adalah Elleane.


"Kau bukan Elleane. Aku yakin itu!!!"


"Ta-da.... Kejutan..." Kerlingan nakal itu membuat Clara shock.


"Ja....ja...di k..ka..kau adalah..."


Rasanya dia ingin Pingsan saat itu juga. Permainan apa ini??


***

__ADS_1


"Aku adalah....."


πŸ˜‚πŸ˜‚Tebak sendiri aku siapa??


__ADS_2