Senandung Impian

Senandung Impian
Episode 112


__ADS_3

Menyambar gelas lalu menegaknya dalam sekali tegukan membuat orang-orang di sekitar Kevin menatapnya terkejut, termasuk Akram pemilik gelas yang isinya telah habis direbut oleh Kevin.


"Kenapa? Ada masalah?" tanya sekertaris pribadi Kevin yang baru. Lebih tepatnya Kevin mempercayakan pekerjaan itu kepada teman sesama kuliahnya dulu demi mengganti sekertaris wanita yang bahkan telah bekerja lebih dari tiga tahun.


Tak menyahuti ucapan dari sekertarisnya yang bernama Randy, justru Kevin meletakkan gelas itu di meja dengan cara dibanting. Hingga membuat orang-orang disana paham jika bosnya itu dalam keadaan kesal.


Akram pun menatap Kevin karena biasanya tak berselang lama orang di hadapannya akan menyampaikan kekesalannya, bahkan tak jarang kekesalan yang dirasakan oleh sahabatnya itu diluapkan padanya.


Dan benar saja kini Kevin mengalihkan tatapannya pada Akram. Menatap dengan pandangan menilai. Kevin paham siapa Akram. Dari sifat dan sikap dirinya memang jauh tak ada apa-apanya. Tapi jika dibandingkan dengan harta Kevin punya semuanya, tentu lebih dari yang dimiliki oleh Akram.


Namun jangan lupakan jabatan wakil manager yang diberikan pada sahabatnya itu juga mampu menjadi daya pikat wanita. Tapi Kevin tentu tak yakin gadis yang disukainya akan tertarik dengan hal itu. Dan lagi-lagi apa yang dilihatnya tadi saat Ayu tengah mengobrol dengan Ibunya Akram layaknya mengikis rasa percaya dirinya, sebab kesan akrab tersemat dalam interaksi mereka.


"Apa hubunganmu sebenarnya dengan Ayu?" tanya Kevin yang serta merta membuat Akram terkejut. "Bukan kah kamu dulu mengatakan mengenalnya saat tinggal di Solo ketika sama-sama menjadi peserta magang di hotel cabang?"


Serta merta Akram mengangguki ucapan Kevin.


"Lalu apa ada hubungan lebih, selain kalian dari senior dan junior selama bekerja disini?" tanya Kevin yang makin membuat Akram bingung, nampak dari keningnya yang mengernyit.

__ADS_1


"Hubungan lebih apa yang kamu maksud?" sahut Akram memancing Kevin agar lebih jelas mengutarakan maksud ucapannya.


Kevin berdecih mengusap wajahnya. "Ya semacam hubungan asmara," ungkapnya frustasi.


Orang di sekitar mereka menatap Kevin terperangah sebab baru kali ini sikap Kevin yang nampak frustasi akibat urusan asmara. Lalu hubungannya dengan Akram? Mereka pun kemudian makin memperhatikan apa yang diucapkan ke duanya.


Sudut bibir Akram berkedut, sulit menyembunyikan senyumnya. Dia paham sekarang apa yang dimaksud sahabatnya ini. "Jatuh cinta maksudmu?" ucap Akram menebak secara spontan.


Tentu ekspresi wajah Kevin berubah datar. "Iya dia jatuh cinta padamu," tegas Kevin.


Kevin mengeram kesal atas jawaban itu. Namun Akram justru kembali berujar yang mau tak mau dia harus mengakuinya. "Mungkin sebagai senior, aku yakin aku terlihat mengagumkan di depan para junior-juniorku layaknya juga Ayu. Tapi untuk membalas kekaguman mereka rasanya aku tak perlu—"


Sampai disini Kevin dapat menyimpulkan ucapan Akram. "Jadi aku juga akan pastikan kalau Ayu akan berhenti mengagumimu," sahut Kevin dengan tatapan tajam pada Akram kemudian beralih pergi meninggalkan meja teman-temannya.


Teman-teman yang lain pun sontak mendekat ke arah Akram dan memukul lengannya. "Gila. Apa yang terjadi sama Kevin?"


"Mungkin dia sedang tertarik dengan seseorang," sahut Akram mengambil minuman baru dan menyesapnya.

__ADS_1


"Lalu siapa Ayu? Kalian terlibat cinta segitiga?" Tanya Randy penasaran.


Menggeleng. "Hanya salah paham," sahut Akram dengan menampilkan senyumnya.


Menghadapi Ayu bagi Akram memang sedikit mirip dengan kisah hidupnya. Pertemuan awal saat gadis itu punya pandangan lain dalam dunia perhotelan dan dengan begitu terang-terangan menyampaikan ingin memiliki penghasilan lebih, membuat Akram mau tidak mau memberinya satu wawasan yang dia sendiri sedang jalani.


Lalu semakin mengenal gadis itu, memang jalan hidupnya hampir mirip. Tinggal di kosan sempit dengan hanya tinggal bersama Ibunya tanpa didampingi seorang Ayah, semua pasti dijalani dengan berat. Akram hanya ingin memberi dukungan, semangat dan saat melihat gadis itu kesusahan, hatinya pun tak segan untuk memberi bantuan.


Mulai dari mengantarkan pulang hingga sampai pada Akram merelakan motornya yang walau dijual Akram yakin hasilnya tak seberapa, untuk itu dia memberikannya kepada Ayu agar gadis itu lebih terbantu dengan kondisi keadaannya yang sulit.


Hingga selang beberapa tahun pertemuan itu hadir lagi. Akram turut senang melihat Ayu tiba di Jakarta. Namun lagi-lagi melihat gadis itu dalam keadaan susah, perasaan simpatik muncul dalam dirinya dan tentu sebisa mungkin Akram turut membantu.


Jadi jika gadis itu mengaguminya, Akram tak akan menyalahinya. Siapa pun pasti akan merasa demikian jika menemukan sosok yang bersikap baik terhadapnya.


To be Continue


Apa yang Akan Kevin lakukan terhadap Ayu.... saksikan setelah ini yAaaaaa

__ADS_1


__ADS_2