
"Kenapa? Apa karena ucapan Mama semalam?" tebak Kevin.
Ayu masih saja terdiam, justru mengalihkan tatapannya ke arah lain. Tentunya Kevin bisa langsung menebaknya kalau masalah Ayu adalah tentang hari kemarin.
"Jangan terlalu dipikirkan ucapan Mama," ujar Kevin meraih kepala Ayu dan mengelusnya.
"Gimana gak dipikirin?" sahut Ayu terdengar terdengar putus asa.
"Ya gak usah kamu pikirin. Lakukan rutinitas kamu seperti biasa dan tidur nyenyak. Biar ini jadi urusanku," sahut Kevin yang malah membuat Ayu emosi.
"Kenapa Bapak berfikir semudah itu?" sahut Ayu serta merta menegakkan kepalanya menatap Kevin.
"Karena aku paham sifat Mama," sahut Kevin berusaha memberi ketenangan untuk Ayu.
__ADS_1
"Mungkin bila bukan saya sifat Tante Cindy gak akan seperti kemarin."
"Lalu, jika bukan kamu lantas siapa?"
"Mungkin..." Ayu menghentikan sejenak ucapannya, merasa pesimis mengingat siapa saja wanita yang telah Cindy sebutkan untuk dikenalkan pada Kevin kemarin.
"Mungkin wanita-wanita hebat di luar saja. Pramugari barangkali atau anak dari te—," ucapan Ayu seketika terhenti sebab Kevin sudah lebih dulu melepas sabuk pengamannya untuk beranjak dari duduknya. Membungkukkan badannya dan membungkam bibir Ayu dengan miliknya.
"Aku maunya kamu," ujar Kevin usai menarik diri sejenak dengan jarak yang masih begitu dekat.
Kevin menangkap manik mata Ayu, menguncinya sesaat. Ada beban dan kesedihan yang melingkupi di dalam sana. Dan yang dilakukan Kevin justru menggelengkan. "Ada. Kamu bahkan bisa melakukan hal yang lebih dari yang orang-orang pikirkan, termasuk menarik hatiku. Membuatku berkali-kali jatuh cinta kepadamu. Pada Ayu-ku yang selalu tampil apa adanya, dan sikap yang tanpa mengada-ada," ucap Kevin yang lagi-lagi mengecupi singkat bibir Ayu.
Dan dalam mata yang terpejam menikmati sentuhan bibir Kevin, sudut airmata Ayu teraliri cairan bening. Ayu menangis.
__ADS_1
"Jadi jangan kembali kamu katakan untuk berhenti. Karena aku juga tahu bahwa kamu memiliki perasaan yang sama denganku," ujar Kevin yang membuat Ayu mengangguk mengiyakan.
Matanya serta merta terbuka menatap Kevin. Membuat Kevin kembali bersuara, menginginkan agar Ayu menjawab ucapannya, "Katakan bahwa kamu memang mencintaiku?"
Dalam keheningan dan mata yang saling menatap, Ayu merasakan dada yang kian menyesak. Ingin dirinya mengenyahkan ketakutan dan rasa gundahnya. Mempercayakan kepada Kevin, dengan bersama-sama orang yang dicintainya Ayu mampu menghadapi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.
"Mama pasti akan menerimamu, kita hanya butuh waktu," ucap Kevin yang seolah tahu apa yang sedang ada dalam pikirannya, hingga membuat Ayu mengangguk.
Dan kembali lagi Ayu mengangguk saat Kevin kembali berujar, " Usai kelulusan nanti, kita juga akan sama-sama temui Ayahmu."
Ayu pun kini mengangkat kedua tangannya guna merangkum pipi lelaki di sampingnya. "Aku ingin mempercayaimu," kata Ayu menahan kuat isakan yang hampir saja lolos.
Kevin yang dari tadi mengamati sorot mata Ayu yang diselimuti pilu pun dalam hati mengiyakan. Bersedia melakukan apapun untuk gadis di hadapannya. Tanpa berkata apapun, sekarang sebelah tangan Kevin bergerak menarik tengkuk Ayu dan memberi kecupan lembut sebagai ganti atas jawabannya.
__ADS_1
Lanjutan yang kemarin yaaaa, next ada Akrammmm