
Balutan texudo kian menyempurnakan penampilan Kevin pada siang hari ini. Dia baru saja mengikrarkan kalimat akad dengan hanya cukup sekali. Lancar, meski kegugupan melandanya dan terbukti kini dahi dan telapak tangannya berkeringat dingin kala menjabat wali sah sang calon istri, yang tak lain adalah Ayah kandung dari Ayu Andhini.
Berselang usai kata sah menyahut serempak, kelegaan mulai membanjiri hati Kevin, sebab pertanda kini dia telah berhak memiliki Ayu seutuhnya.
Dan tibalah saat mempelai pengantin wanita keluar dari tempat yang di khususkan untuk dipertemukan bersama sang mempelai pria, nyatanya hal itu membuat keduanya sama-sama kembali dilanda rasa gugup luar biasa.
Sorot mata Kevin tak luput memandangi Ayu saat mulai muncul hingga sampai duduk di sampingnya, sedangkan Ayu, dirinya tak kuasa untuk mendongakkan kepalanya. Bukan karena tak kuat menopang sanggulnya, melainkan dia amat sulit meredam perasaan cemasnya. Cemas bila menatap orang yang amat dicintainya kemudian tiba-tiba pingsan.
Berlebihan memang, itu benar adanya yang kini Ayu alami sekarang. Hingga di saat penghulu mempersilahkan mereka berdua bersalaman lalu berlanjut untuk mengecup kening mempelai wanita, yang dia rasakan oleh Ayu sungguh berbeda dari biasanya.
__ADS_1
Bergetar tangannya saat menyambut tangan Kevin dan mulai ditempelkannya ke bibir. Lalu saat bibir Kevin mendarat di keningnya terasa begitu dingin, hingga sesuatu mulai menyadarkannya ketika suara Kevin yang teramat pelan, perlahan menuntunnya untuk membuka mata.
"Keningmu berkeringat," gumam Kevin memberitahu padanya yang terdengar amat pelan.
Tepat saat mata Ayu terbuka, ditatapnya wajah Kevin yang jaraknya amat begitu dekat. Karena Kevin menyebutkan kata kening, sorot mata Ayu kini juga mengarah ke kening milik Kevin.
"Kamu juga," sahut Ayu yang tak kalah pelan dengan bibir bergetar.
Hingga tanpa sadar orang lain yang mendengar penuturan itu tertawa, bahkan ada yang menggoda Kevin bahwa dia sudah tak lagi sabaran.
__ADS_1
Selesainya akad acara berlanjut dengan resepsi. Resepsi pernikahan yang di gelar cukup mewah. Sebagian karyawan yang masuk pada shift ini, ikut andil dalam kemeriahan acara.
Acara yang bagi Ayu terkesan dadakan ini sedikit membuatnya kecewa sebab teman-teman lamanya tak ada yang hadir satu pun, tapi meski begitu ada satu yang membuat dirinya merasa bahagia, yakni kedatangan Ayahnya. Itu artinya Kevin telah memenuhi syaratnya, menghadirkan sosok Ayahnya yang walau pada hari ini Ayu tak berkesempatan untuk banyak bicara. Di samping Ayu merasa situasinya cukup canggung, ditambah dengan kejadian tak mengenakan yang dulu, yang sempat membuatnya merasakan sakit hati luar biasa atas masa lalu dan kehilangan sang Ibu.
"Kok ngalamun?"
Ayu tersentak, lamunannya buyar seketika saat mengenang masa-masa pahitnya dulu. Kali ini dia sudah bersama Kevin, hanya berdua di kamar hotel dengan type president suite. Kamar dengan fasilitas dan dekorasi super mewah. Kamar terbaik dan termahal milik hotel Wijaya.
Namun siapa sangka dirinya bisa berada disini, karena lama tercenung dia jadi melamun memikirkan nasibnya yang dia rasa berubah, berputar bak roda.
__ADS_1
"Aku masih gak nyangka aja— bisa berada disini, berada di tempat seperti ini," ujar Ayu dengan sorot mata menyapu ke sekeliling ruangan. "Seperti mimpi," timpalnya penuh keharuan dan kembali mengarahkan sorot matanya kepada Kevin.
Malam pertama,... Next yaaaaa