Senandung Impian

Senandung Impian
Episode 68


__ADS_3

Ayu menggeliat, bahunya terasa nyeri ketika digerakkan. Apalagi sekarang dirinya menyadari suhu ruangan di tempatnya berada terasa begitu dingin. Tangannya meraba mencari keberadaan selimut yang tak menutupi tubuhnya. Dengan mata yang perlahan terbuka dan kesadaran yang mulai terkumpul, dia baru paham bahwa ini bukanlah tempatnya.


Bingung berada dimana, Ayu bergegas beranjak bangun. Namun lagi-lagi bagian belakang tubuhnya terasa amat begitu nyeri hingga membuat dirinya meringis kesakitan.


Kejadian yang terjadi semalam terlintas dalam benaknya, yang kini membuatnya begitu panik. Dengan menahan kesakitan, dirinya bergegas bangun tapi yang dia temukan justru pakaian atas yang dikenakan telah terbuka sepenuhnya, tiada satu pun kancing baju yang terkait.


"Apa yang terjadi?" ucapnya dengan kepala menunduk, wajahnya seketika pias.


Matanya kembali mengedar, menatap ke sekitar namun tetap tak ada orang lain. Kecuali hanya dirinya seorang. Segera Ayu membenahi pakaiannya, mengambil tas selempang yang berada tak jauh darinya kemudian bergegas dirinya keluar dari kamar.


Dengan menutup pintu dan langkah mengendap, matanya kali ini menangkap sesuatu yang menarik perhatian. Suasana di tempatnya berada amatlah sepi, pandangannya kali ini tertuju pada kursi sofa panjang yang tak jauh darinya.


Terlihat sosok yang terlelap tidur disana. Seorang pria yang tengah tertidur pulas dengan bertelanjang dada, sangat jelas posisinya tak nyaman sebab ukuran sofa itu lebih kecil dari ukuran tubuhnya.


Ayu semakin penasaran pada pria tersebut, dirinya ingin mengetahui apakah mengenalnya atau tidak. Pencahayaan dalam ruangan yang minim akibat gorden jendela yang masih tertutup membuat Ayu mendekatkan jarak, menatap lekat pria yang masih terlelap di hadapannya.

__ADS_1


"Pak Kevin?" gumamnya tak percaya usai mendapati bahwa orang yang masih memejamkan mata adalah bosnya.


"Apa yang terjadi semalam?" lagi-lagi dirinya bingung, mengingat-ingat kejadian semalam. Yang mana terakhir kali kejadian yang dia ingat adalah petugas keamanan menyeretnya keluar dari Bar, tapi sebelum sampai pada pintu keluar dirasakannya ada hantaman kuat di belakang tubuhnya yang mengakibatkan dirinya tak sadarkan diri. Lalu—


Monolog Ayu terhenti terdengar suara pintu terbuka, dengan sigap dirinya membalikkan badan bersamaan dengan lampu ruangan yang menyala terang. Sekarang bukan hanya dirinya yang terkejut melainkan pria yang baru menampakkan diri di hadapannya yang juga sama-sama merasakan keterkejutan akan hadirnya Ayu di tempat ini.


"Kenapa kamu bisa berada disini?" Akram berucap heran, tapi dengan mata beralih menatap ke arah sofa memperhatikan Kevin yang baru saja menggeliat, mungkin terganggu akibat cahaya lampu yang baru saja dinyalakan.


"Eughhh..." Kevin meregangkan otot-ototnya. Tubuhnya terasa begitu pegal. "Kamu sudah bangun?" tanya Kevin dengan suara serak, menyadari Ayu telah berdiri di sampingnya.


Tak mendapat jawaban, Kevin mendongak menatap Ayu yang juga melirik Akram. Dirinya berdecak sebab sepagi ini Akram telah berada di apartemen miliknya.


"Kenapa pagi-pagi sudah sampai sini?" pertanyaan itu ditujukan pada Akram, ada nada kesal di dalam ucapannya.


Akram menghela napas. Mendekat dan menyerahkan map yang berisi berkas-berkas yang telah semalam suntuk dia kerjakan. Padahal seharusnya pekerjaan itu bukan dirinya yang mengerjakan.

__ADS_1


"Ini bahan presentasi untuk meeting pagi ini," ucap Akram menyerahkan dokumen kepada Kevin. Tapi Kevin hanya meletakkannya pada samping tempatnya duduk.


"Jam berapa meeting dimulai?"


"Usai sarapan bersama dengan klien."


Kevin mengangguk paham, menghela napas berat sebelum akhirnya bangkit berdiri. Menatap Ayu yang masih berdiri tak jauh darinya.


"Apa kamu lupa dengan kejadian semalam?" ucapnya dengan tangan menepuk pundak Ayu yang jelas masih terasa sakit, hingga membuatnya meringis.


Sorot mata Kevin meneliti wajah Ayu. Dirinya kembali menghela napas. "Kurasa memang kamu lupa, tapi sebelum pergi periksakan dulu bahumu. Kuyakin ada luka disana," ujar Kevin dengan sorot mata mengarah pada bahu milik Ayu, setelahnya dirinya pergi berlalu masuk menuju kamar.


"Jadi Bapak yang udah buka baju saya semalam?" ucap Ayu spontan.


Kevin pun menghentikan langkahnya, menanggapi dengan mengedikkan bahu lalu melanjutkan langkahnya masuk dan menutup pintu.

__ADS_1


To be Continue


__ADS_2