Senandung Impian

Senandung Impian
Episode 139


__ADS_3

Hembusan napas terasa menyapu sisi wajah Ayu. Mengantarkan satu gairah dalam dirinya guna menyatukan rasa debaran rindu. Tapi dia menekan keinginan itu. Membuka paksa kelopak matanya lalu memalingkan muka bersamaan dengan mendorong dada orang di hadapannya.


"Kenapa, ada yang salah?" protes Kevin yang tersentak atas perlakuan Ayu.


Ayu menggeleng dengan tangan yang masih bersarang di dada Kevin kini berangsur menelusur hingga naik meraba sampai pada rahang kokoh milik Kevin. Hingga pada saat manik mata mereka bertemu Ayu berujar, "Sepertinya ada yang aku lupakan."


"Apa?" sahut Kevin mencekal pergerakan tangan Ayu, menangkupnya agar tak bergerak lagi kemana pun. Karena dengan perlakuan yang dia dapati sekarang dari kekasihnya, sungguh telah menyiksa sisi dalam dirinya.


Iya, Kevin tak munafik dia sungguh sangat menginginkan wanita di hadapannya. Menunggu baginya telah begitu lama, lalu dia tak ingin lagi mengulur lebih banyak waktu dan tak akan memberi ijin jika saja wanita di hadapannya meminta untuk mengejar segala bentuk dari impiannya.


Meski pun begitu Kevin akan berusaha menukar segala keinginan Ayu dengan kebahagiaan yang akan dia ciptakan untuk wanitanya.


"Pak Akram berjanji akan kemari ber—,"


Belum selesai Ayu berujar Kevin telah memajukan wajahnya. Mengecup bibir wanitanya sekilas dan kemudian berkata, "Jangan sebut nama pria lain ketika kita bersama."

__ADS_1


Ayu terdiam sesaat akan perlakuan Kevin, tapi tak berselang dia menggeleng. Bukan itu maksud dari ucapannya, batinnya menyeru.


Tapi lagi-lagi sebelum dirinya berucap pinggang rampingnya telah ditarik lebih dulu oleh Kevin, hingga dia tersentak sebab badannya terangkat hingga teralih melewati pembatas kursi jok mobil.


"Apa yang kamu lakukan!" teriak Ayu protes akibat hal gila yang dilakukan oleh Kevin. Karena sekarang dirinya sudah berada di atas pangkuan Kevin.


"Lepas! Gak seharusnya kita begini," ujar Ayu protes.


"Ini hukuman bagi kamu karena sebut nama Akram di hadapanku."


"Hentikan—hentikan!" kata Kevin sambil berusaha menahan tangan Ayu yang memukulinya, tapi tetap saja kini kelakuan Ayu bak singa betina.


"Rasakan! Aku tak akan berhenti memukulimu meski kamu berkata ampun. Sekarang rasakan!" ujar Ayu kesal bercampur gemas.


Sontak mau tak mau Kevin mencekal kuat lengan Ayu dan menyentak wanita yang sudah bergerak liar di atas kedua pahanya. "Sudah hentikan! Kalau tetap kamu tak mau berhenti bergerak, nanti orang-orang di luar bakal datengin kita."

__ADS_1


"Kenapa?" ucap Ayu ketus dengan kedua alis terangkat tinggi-tinggi.


"Kamu mau kejadian dulu terulang lagi— mobil goyang."


Ucapan Kevin sontak membuat mata Ayu melebar. Kemudian menggelengkan kepala, ingat kejadian dulu yang dikira orang di dalam mobil sedang berbuat hal yang tak senonoh.


Kevin menghela, tapi menyadari Ayu yang tak kunjung beralih kembali pada posisi yang seharusnya, dia pun kemudian menyandarkan punggungnya pada jok kursi yang di dudukinya. Masih menatap lekat wajah Ayu dan kini berujar, "Lalu kalau gak mau, kenapa masih duduk bertahan di atasku. Atau kamu memang sengaja mau menyiksaku?"


"Menyiksa— menyiksa apa maksud kamu?" sahut Ayu dan kemudian mulai menyadari apa yang telah sebenarnya terjadi. Berada di posisi yang begitu dekat, rapat dan Ayu pun tak kuasa untuk menjerit setelah menyadari ada sesuatu yang terasa aneh, tepat di bawahnya.


Untuk itu dalam keadaan setengah takut dan terkejut dengan segera Ayu bangkit beralih menyingkir dari posisi duduknya, hingga tanpa sadar saking cepatnya bergerak kepalanya sampai terantuk keras, menyundul pada atap mobil.


To be Continue


Menuju 10 part bakal Ending yaaaa, jangan tinggalkan jejaknya

__ADS_1


__ADS_2