Senandung Impian

Senandung Impian
Episode 78


__ADS_3

"Apa yang sedang kamu baca?"


Ayu terperanjat sebab suara dari seseorang yang muncul tiba-tiba dari arah belakangnya. Saat dirinya menoleh Akram telah berdiri di dekatnya, memperhatikan koran yang berada di tangan Ayu.


"Lowongan pekerjaan? Kamu mau mencari pekerjaan baru?" ucap Akram menebak. Raut wajahnya sedikit heran menatap Ayu.


Sontak Ayu menggeleng. "Bukan. Maksud saya—" ucap Ayu sedikit kesulitan, takut bila Akram salah sangka kalau dirinya berpindah pekerjaan.


"Sudah gak betah disini?" tebak Akram lagi


"Bukan begitu!" tegas Ayu membantah. "Maaf bukan maksud saya membentak, tapi saya membaca koran ini dengan tujuan mencari pekerjaan tambahan," ucap Ayu menjelaskan dan menunjukkan koran yang ada di tangannya.


Akram mengangguk tanda mengerti. "Lalu apa sudah dapat?"


"Ada beberapa kolom yang sudah saya tandai."


"Memang pekerjaan apa yang kamu cari. Coba saya lihat," ucap Akram mengambil alih koran yang Ayu ulurkan. Membaca sekilas lalu dirinya berujar, "Yakin di tempat ini?"


Ayu tampak berfikir, sedikit menimbang yang sebenarnya dalam hati ada keraguan sebab dia belum begitu paham tentang pekerjaan dalam iklan tersebut. Dan sekilas di dalam keterangan tertulis pekerjaan bisa dibawa pulang untuk dikerjakan di rumah.

__ADS_1


"Jangan mudah tergiur dengan apa yang diiklankan," hanya itu komentar Akram kemudian melipat koran yang dia bawa lalu meletakkan di atas meja. "Memang kamu sangat butuh pekerjaan paruh waktu itu?"


Ayu mengangguk. "Saya sudah keluar lama dari pekerjaan terakhir, dan harapannya saya bisa memperoleh peruntungan lain disitu," ucap Ayu menunjuk ke arah koran yang baru saja diletakkan oleh Akram.


Akram memperhatikan raut wajah Ayu yang nampak meredup, hingga dia kemudian berujar, "Kalau kamu mau saya ada pekerjaan sementara, mungkin bisa kamu kerjakan selama belum mendapatkan pekerjaan baru yang menurutmu cocok."


Ayu pun mengangkat wajahnya menatap Akram. Dengan kesungguhan Ayu pun tersenyum mengangguk, kemudian berkata,"Memangnya pekerjaan apa Pak?"


Akram terkekeh, refleks mengusap puncak kepala Ayu. "Jangan dibiasakan mengiyakan atau menyetujui ucapan seseorang tanpa mendengar terlebih dahulu apa inti dari yang dibicarakan. Bisa saja orang yang berniatan buruk akan mengambil kesempatan dalam setiap situasi yang sedang terjadi. Apalagi jika kamu saat dalam keadaan terdesak, jangan sekali-kali berkata iya tanpa berpikir menggunakan login. Paham!" ucap Akram mengingatkan.


Ayu pun mengangguk, tersenyum canggung atas nasehat yang Akram beri untuknya. Ayu menyadari memang dirinya sering bertindak gegagah, bertindak tanpa berpikir lebih dulu dan ujung-ujungnya tiap keputusan yang dia ambil tanpa perhitungan menimbulkan permasalahan baru.


"Jam berapa kamu pulang?" tanya Akram melirik jam di pergelangan tangannya.


"Baiklah, aku tunggu nanti kamu di lantai basement. Tempat parkiran," ujar Akram dan diangguki oleh Ayu.


"Ayu!" panggilan itu membuat Ayu dan Akram menoleh berbarengan pada sumber suara.


Soraya yang baru saja tiba di hotel dan langsung menuju pada area kantor mencari keberadaan Ayu. Beruntungnya Ayu kini sedang berada di ruang lobby area kantor.

__ADS_1


"Akram kamu disini?" ucap Soraya setelah Akram menyapanya. "Berhubung kamu disini, sekalian aku mau menanyakan, apa ada bagian posisi staff di hotel ini yang sedang kosong?"


"Kemarin ada beberapa tapi sudah diisi dengan staff baru dan sekarang mereka dalam masa training," jelas Akram.


Soraya berdecak. "Aku sedang butuh," gumamnya sedikit kecewa menatap Ayu.


Namun meski begitu Ayu memaklumi, Soraya sudah bersikap peduli dan punya niatan untuk membantunya saja dirinya sudah amat senang.


"Memang untuk siapa kalau boleh saya tahu?" tanya Akram yang sedikit penasaran, karena baru kali ini Soraya datang ke kantor meminta posisi pekerjaan.


"Aku mencarikan untuk Ayu," ucap Soraya yang mendekat dan merangkul bahu Ayu. "Aku khusus datang kesini karena Kevin yang seenaknya memberi pekerjaan tak sesuai padanya. Tadi aku juga telah mengecek berkas-berkas milik Ayu, ada beberapa prestasi yang dimilikinya selama dia sekolah dan bekerja di hotel Kartika. Ditambah dia juga mahasiswi magang, aku dan staff HRD telah mempertimbangkan untuk kenaikan posisi jabatan Ayu."


Ayu terkejut akan penuturan dari pemilik hotel tempatnya kini berpijak. Ia menatap tak percaya pada Soraya, bahkan berpikir apa yang telah didengarnya hanya lah gurauan semata. Tapi yang terjadi Soraya yang juga tengah menoleh padanya meyakinkan dengan anggukan.


Akram pun mulai mengingat satu posisi kosong yang belum terisi pada bagian Event Planner. Sedikit tak yakin tapi dirinya meencoba mengemukakan kepada Soraya sebagai bahan pertimbangan.


"Satu posisi di bagian Event Planner, tim itu masih butuh anggota baru. Di masa liburan seperti sekarang fasilitas hotel lebih banyak digunakan untuk acara-acara," ucap Kevin yang langsung diangguki oleh Soraya.


"Dari pengalaman yang sudah kamu dapat dan saya yakin ini juga adalah pengalaman baru kamu. Saya harap kamu mampu belajar mengikuti dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Saya percayakan posisi sebagai tim dari Event Planner untuk kamu," ujar Soraya pada Ayu memberi tugas dan jabatan baru.

__ADS_1


"Dan kamu Akram, aku percayakan padamu untuk bisa membimbing Ayu di tempat barunya. Juga atur jadwalnya agar bisa berkesinambungan dengan waktu kuliah," ucap Soraya memberi perintah khusus untuk Akram.


TO BE continue


__ADS_2