
Surat kelulusan telah ada di tangan Ayu. Kini telah beberapa bulan dirinya kembali dan tinggal di Indonesia. Acara pernikahan yang sempat digadang-gadang akan diadakan sebulan setelah hari kelulusan diundur. Sebab proses pernikahan tak secepat itu, apalagi mengingat restu dari kedua belah pihak yang seakan membuat Ayu dilanda perasaan ragu.
Dia justru yang meminta waktu pernikahannya diundur. Ini langkah terberatnya, menikah dengan orang tak biasa seperti Kevin.
Dengan mengisi kesibukannya Ayu diminta oleh Soraya untuk bekerja di hotel Wijaya menjadi salah satu staff memegang peran di departemen tata graha. Kesibukan yang dijalani pun kerap kali menjadi penghalang dirinya dan Kevin untuk bertemu. Dan hari ini lah sengaja Kevin menunggui Ayu di salah satu Ballroom tempat acara yang tengah di pertanggungjawabi oleh Ayu.
Begitu melihat suasana di sekitar Ayu lenggang, Kevin pun menghampiri Ayu.
"Aku ingin bicara," ucap Kevin tanpa berbasa-basi yang langsung menarik pergelangan tangan Ayu, lalu menyeretnya keluar dari tempat acara yang setengah jam lagi akan diadakan.
__ADS_1
"Tapi aku masih ada kerjaan," ujar Ayu hendak menolak, lantas yang Kevin lakukan menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Ayu tajam.
"Oke, tapi jangan lama-lama," ucap Ayu pada akhirnya mengalah. "Kalau gitu lepasin, aku ikutin jalan kamu aja dari belakang. Nanti orang-orang disini bakal curiga kalau kamu gandeng tangan aku."
"Terserah. Dan aku sudah malas mengikuti semua permintaanmu," ujar Kevin tak memperdulikan ucapan Ayu dan malah merangkul bahu pacarnya itu untuk melanjutkan langkahnya keluar dari Ballroom.
Ayu berusaha mengelak dari Kevin, melepaskan tubuhnya yang berjalan dalam posisi merapat. "Pak—Kevin, lepasin! Ini udah dilihat banyak orang. Apa yang akan orang-orang katakan kalau kita seperti ini," ujar Ayu dengan nada rendah setengah mengeram emosi.
"Aku malah lebih senang kamu tinggal di Singapura, karena dengan begitu aku bisa kapan saja datangin kamu. Buat apa kamu balik ke sini, yang kenyataannya ada di depan mataku tapi aku gak bisa mendekatimu. Kamu nunda nikah, Ok aku maklumi. Lalu kamu minta hal konyol buat pura-pura tak ada hubungan apa pun diantara kita—," Kevin berdesis kemudian tertawa hambar.
__ADS_1
"Sampai kapan kita menjalani hubungan yang seperti ini!" ucap Kevin meninggikan suara. Usai menyentak, melepas lengannya dari bahu Ayu. Dia sudah tak bisa lagi mengontrol emosinya.
Beberapa orang pun memperhatikan mereka, mulai dari tamu juga karyawan yang ada di sekitar. Bagi mereka yang tak paham akan ucapan-ucapan yang terlontar akan mengira hal yang lumrah yakni atasan sedang menegur atau memarahi bawahannya karena melakukan kesalahan.
Namun yang sudah mengetahui ucapan mereka dari awal akan merasa sangat penasaran. Begitu pula kini pasangan Bramantyo dan Cindy yang berada tak jauh dari mereka berdiri. Mereka paham apa yang tengah terjadi diantara Ayu dan Kevin.
"Mama tahu kan penyebabnya? Lalu sampai kapan Mama akan tetap berdiam diri menyiksa batin Kevin? Mama sudah lihat sendiri seperti apa wanita yang dipilih oleh Kevin. Buka hati Mama, tiap orang punya kekurangan, Mama pun begitu. Bukan tanpa alasan Ayu meminta pernikahan diundur, karena semata yang Ayu lakukan adalah menghormati Mama. Menunggu restu dan keridhoan Mama untuk menerimanya sebagai menantu. Papa rasa, pertimbangkan mulai dari sekarang. Kasian mereka," ujar Bramantyo memberi nasehat kepada istrinya.
To be Continue
__ADS_1
8 episode lagiiii....