
Ketakutan menyelimuti diri Ayu di sepanjang perjalanan menuju Bar bersama dengan Vina. Selama di dalam mobil taxi yang mereka naiki tak ada satu pun yang mengeluarkan suara, mereka hanya disibukkan oleh pikiran masing-masing.
"Sudah sampai Mbak," ucapan sang supir taxi menyadarkan mereka berdua, mengingatkan bahwa tujuan mereka telah sampai.
Ayu dan Vina sejenak saling melempar pandangan lalu kemudian bersiap untuk turun. Ada rasa bersalah dalam hati Vina yang tak sepantasnya membawa Ayu ke tempat seperti ini, apalagi kesalahan semalam samar-samar dirinya mulai mengingat. Ayu lah yang menolongnya, dan dia berfikir sudah sepantasnya dirinya lah yang mempertanggungjawabkan atas kejadian semalam.
Sebelum benar-benar masuk pintu Bar, dengan segera Vina mencekal lengan Ayu. "Pulang lah!" ucapnya memberi perintah.
Ayu menatap wajah Vina yang menampakkan kesungguhan, dengan segera Ayu menggeleng. "Ayu memang benar takut, tapi bukankah Mbak bilang akan hadapi masalah ini sama-sama."
Perlahan Vina menepis tangan Ayu, beralih untuk menggenggamnya berusaha meyakinkan bahwa dirinya bisa menghadapi masalah, walau tanpa Ayu ikut bercampur tangan. "Ada banyak orang yang mau membantuku, tanpa kamu ikut campur sekalipun. Aku hanya gak mau, kamu disini permasalahan akan menjadi sulit. Bukankah juga dalam surat kontrak perjanjian kerja yang kamu tandatangani kemarin ada namaku sebagai orang yang bertanggungjawab bila terjadi apa-apa. Termasuk bila kamu keluar dari tempat ini sebelum waktunya."
"Apa maksud Mbak Vina?" ucap Ayu bingung. Dia menggeleng, menyimpulkan bawah orang yang berdiri di hadapannya menyuruhnya untuk tak kembali lagi masuk dalam tempat itu, dan sebagai ganti Vina lah yang akan mengambil alih tanggungjawab yang tak seharusnya dibebankan pada Vina bila Ayu tetap melanjutkan tugasnya berdasarkan pada kontrak perjanjian kerja.
__ADS_1
"Tempatmu bukan disini!" tegas Vina dengan mata menajam menatap Ayu. Tangannya kali ini dipergunakan untuk mencekal lengan Ayu kuat, menarik paksa kembali mendekati bahu jalan.
Ayu berusaha meronta, bahkan air matanya sudah tak kuat lagi untuk ditahan. "Mbak bilang kita akan hadapi masalah ini sama-sama!" ucap Ayu berusaha menghentikan sikap Vina, dia marah akan tindakan yang dilakukan untuknya.
"Aku berubah pikiran," sahut Vina tanpa menatap Ayu, kepalanya tengah menoleh mencari keberadaan taxi.
"Mbak gak bisa gini. Bila Mbak berfikir ini adalah kesalahan Mbak, itu salah! Ayu butuh pekerjaan ini," ucap Ayu bersikeras. Dirinya berusaha mengiba, tapi Vina tetap tak peduli.
Mobil taxi yang dicari oleh Vina sudah mulai terlihat, segera dirinya melambaikan tangan agar taxi itu berhenti tepat pada tempatnya berdiri. Dengan mendengkus Vina menatap wajah Ayu yang berusaha memohon, tapi dirinya kali ini justru tersenyum.
"Sekarang pulang, aku tegaskan ini bukan tempatmu!" ucap Vina kala mobil taxi telah berhenti di hadapannya.
Dengan segera tangannya membuka pintu mobil dan mendorong kuat tubuh Ayu hingga terjerembab. Setelahnya pintu mobil tertutup dengan kasar dan Vina berucap pada supir taxi agar tak memperdulikan bila penumpang di belakang meminta turun. Vina juga mengatakan alamat kosnya beserta memberi beberapa lembar uang agar supir taxi segera membawa pergi Ayu dari tempat ini.
__ADS_1
Bersamaan dengan mobil taxi yang melesat pergi, sudut mata Vina terasa teraliri oleh air mata. Dia meyakinkan dalam hatinya sendiri bahwa keputusan yang diambilnya adalah yang paling tepat. Dengan kepala yang menengadah menatap langit gelap dirinya terkekeh.
"Bukankah diriku memang sudah terlanjur kotor," gumamnya dengan tangan mengusap bekas airmata, yang kemudian melanjutkan langkahnya pada tempat yang dia pikir sudah seharusnya dirinya berada.
Sekian cerita dari Vina, dan cerita tentang Vina akan berlanjut dalam judul yang seharusnya nanti akan menjadi miliknya. Judul masih aku simpan dulu, begitu pula dengan konsepnya sebab, kenapa, alasan dan bagaimana dirinya bisa keluar dari tempat prostitusi.
Untuk itu kita lanjutkan dulu cerita Ayu, SENANDUNG IMPIAN hingga selesai.
By the way, ada yang merasa gak kalau beberapa episode belakangan ada sesuatu yang berbeda?
Dan yabs, jawabannya ada dan terletak pada sudut pandang. Bila biasanya aku pakai sudut pandang Aku(Pov 1), untuk kali ini aku pakai sudut pandang 3 yakni (Dari Author), karena ada beberapa pemeran yang sedang aku tonjolkan atau ceritakan.
Jadi mohon kritik dan saran bila ada kesalahan
__ADS_1
terimakasih